.

.

.

.

.

.

.

.

Kamis, 19 Mei 2011

Constellation : Orion

First, I want to say "I can not hate stars. Because God that had create stars." So, I change my sentence, "I do not really like stars"

Right, I don't really like stars. Moreover Sun that also one of stars. The nearest star from earth. I feel weird if there's a guy that love stars but hate Sun -_- Yeah.. inconsistent! You just love the beauty of stars that you can see from a thousand thousand million or maybe billion from earth. Right? Night or day, it just the result from earth rotation. So, if you see the Sun from an asteroid in Andromeda galaxy *maybe, You'll got the Sun same with another stars that you usually see. Just a small luminous point.

Once again, I don't really like stars. But there is one star that I love. Polaris, the North Pole star. But today, I don't want to share about Polaris. One thing that I love from stars is the constellations. I love the constellations philosophy. And today, I want to share about Orion constellation philosophy.

Orion bisa dikatakan sebagai rasi bintang pemburu bersabuk, berpedang dan berparang. Orion memiliki anjing pemburu yang dilambangkan dengan bintang Sirius.

Tiga bintang pada sabuk Orion, Alnitak (zeta Orionid), Alnilam (epsilon Orionid), Mintaka (delta Orionid). Bintang berwarna kemerahan yang membantuk bahu Orion, bintang Betelgeuse (alpha Orionids). Di kanan bawah secara diagonal dari bintang Betelgeuse yaitu bintang Rigel (Beta Orionids) membentuk kaki Orion.

Mitologi Yunani mengisahkan bahwa Orion sang pemburu, tengah jatuh cinta pada Merope putri dari Raja Oenopion. Orion ingin sekali menikahi Merope. Tapi sayangnya, Raja Oenopion tidak merestui Orion untuk menikahi sang putri. Apakah Orion menyerah? Of course not! Dengan berbagai cara Orion terus berusaha untuk memiliki Merope. Dan bahkan sampai menggunakan kekerasan. (Hm.. benar-benar cinta buta rupanya T.T). Terang saja Raja Oenopion tidak bisa berdiam diri melihat perbuatan Orion. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan Dyonisius, Raja Oenopion menyihir Orion yang menyebabkan Orion mengalami tidur panjang. Bahkan kedua matanya pun menjadi buta.

Setelah bangun dari tidur panjangnya, Orion mencari bantuan untuk bisa memulihkan penglihatannya kembali. Ia menemui seorang peramal. Peramal itu memerintahkan Orion untuk melakukan perjalanan ke Timur tempat terbitanya matahari. Sang peramal juga mengatakan bahwa Orion harus membiarkan matanya disinari sinar matahari. Sinar matahari akan mengembalikan penglihatannya.

Orion melakukan semua yang diperintahkan sang peramal. Penglihatannya pun kembali. Akhirnya Orion hidup di Kreta dan menjadi seorang pemburu yang gagah. Dewi Artemis pun jatuh cinta pada Orion. Namun tragis, karena pada akhirnya sang Dewi justru membunuh Orion.

*Hm.. Tragic story x(


Yep, that's all the Orion constellation philosophy

:) Happy Sharing!!

Regards!


D.F.


Reference : Langitselatan.com

Rabu, 18 Mei 2011

Two Novels, One Comic

Hello...! :) Now I'm writing this post, haha... Hmm, do I miss my blog? Yeah... long time I don't write on my blogger, because there is Friendster. Yup..

Ok, I just had read Ghostgirl : Homecoming and.. I really love it!! :)

Jadi inget pas waktu di Yogyakarta. Aku sama temen-temen udah ngerencanain mau pergi ke Gramedia di Yogya terus beli novel deh. Dan aku menyesal!! Karena aku malah beli novel Ini Rahasia. Emang, waktu di Yogya ada empat kandidat novel yang pengen aku beli. First, Eclair, then Ghostgirl Homecoming, Ways to Live Forever and Ini Rahasia. Eh, tapi aku malah beli Ini Rahasia :( . Jujur aku enggak terlalu suka ceritanya. Apa yaa...? Hm, mungkin menurut aku ceritanya lebay! biasa kaya novel teenlit-teenlit yang lain (*once again, in my opinion :)

Yaah... Mau gimana lagi. Akhirnya beberapa minggu setelah itu, aku beli Eclair di Gramedia Cirebon. Dan emang, caritanya baguus banget! Beneran deh. Jauh banget dibanding Ini Rahasia *haduuh... Nisa jangan banding-bandingin napa? T.T

Sebenarnya aku sama sekali enggak nyangka kalau ternyata empat novel yang udah jadi kandidat waktu di Gramedia Yogya, eh sekarang akhirnya kebeli semua, Horeeee....!! :D

On Sunday, of course I didn't go to school. So, i just stayed at home, and it was really boring. I said to my brother, "Come on, drove the motorcycle! I want to go to Togamas" *because I not have a SIM card. But my brother still stayed on his pillow.

Then, I rode my bicycle to Togamas on Tuparev street. I was tired. It was at 2 pm and the sun was smiling. Maybe, I baked, It was really hot. Yeah, Cirebon is a hot city. I said a pray, hope there were some Ghostgirl novels in Togamas. And, my prayer was answered. I got 25% for discount. Yippeee...! xD thanks God

Kan sebelumnya aku udah beli Ghostgirl Rest In Popularity, nah mangkanya aku mau terus lanjutin baca yang Homecoming. At least, sumpa! keren bangeeet...!! Jujur ya, walaupun aku suka dua-duanya, tapi aku lebih enjoy baca yang Homecoming. Menurut aku, yang Homecoming itu bahasanya lebih mudah dimengerti, dan aku lebih mudah memahami jalan ceritanya. Oke, mungkin karena waktu baca yang Rest In Popularity aku sama sekali belum mengenal Ghostgirl, jadi... ya begitulah. Hal pertama yang bikin ngadet waktu baca Rest In Popularity yaitu karena menurut aku, tokohnya banyak. Terutama tokoh-tokoh sesama hantunya Charlotte di Pendidikan Alam Kematian. Jujur kadang enggak hafal siapa-siapa aja nama temen-temennya Charlotte. Apalagi dengan julukan-julukannya. Hehe....



Pas baca yang Homecoming, aku enggak ngalamin tuh ngadet-ngadet kaya waktu baca Rest In Popularity. Yaah.. Meskipun muncul tokoh baru yaitu: Josh, teman kencannya si Petula. Then, Maddy, teman sekamar Charlotte yang sangat baik hati *ternyata??!. Terus ada juga Virginia, seorang gadis kecil yang sama-sama terlempar ke pintu kemtian bersama Petula. Hm, aku paling suka part ini, saat-saat Petula bersama Virginia. Yang tadinya saling sinis-sinisan, saling belagak nge-sok, eh akhirnya mereka dekat dan bahkan disini aku baru ngeliahat sisi positif-nya Petula yang emang bener-bener mau ngejaga Virginia, seakan-akan gadis kecil itu adiknya sendiri. Secara Petula kan enggak akur sama Scarlet. Hm, di part ini, aku ngerasain ketulusannya Petula untuk yang pertama kali :)
Dan masih ada lagi sih tokoh baru yang lainnya, tapi yang lumayang ngambil peran menurut aku cuma Maddy ama Virginia.

So, aku masih berdecak Awesome!! Enggak sabar, mau baca Ghostgirl Lovesick. Yep! :) Target aku selnjutnya : Ghostgirl Lovesick & The Girl With Glass Feet.



Gini, waktu hari Minggu itu, aku juga kaget banget! Coz ternyata di Togamas masih ada novel Ways to Live Forever. Padahal aku kira novel itu di Cirebon udah enggak ada. Pastilah aku seneng banget. Tapi.... waktu itu aku cuma bawa uang Rp55.000 x( Mau enggak mau, enggak bisa beli deh. Udah mana novelnya tinggal satu. Bungkus plastiknya aja udah sedikit lepas. Yang lebih parah, novelnya malah dipajang di meja Best Seller! Ck... Watgawat..!

Two days letter...
Oke, aku uring-uringan sejak kemarin. Gara-gara Ways to Live Forever. Pengen banget beli mana udah dua hari lagi. Moga aja masih bertengger di meja Best Seller-nya Togamas. Takut kali-kali ada orang lain yang beli duluan :(

Dan aku pun mulai memasang eongan manja ke ortu. Ngelendot-ngelendot lah, apa lah.. Padahal sih cuma mau minta uang, Rp20.000 aja, beneran deh enggak apa-apa. Novelnya kan harganya Rp42.000 tuh, belum ditambah diskon. Jadi kira-kira, kalau ortu beneran ngasih, yaa.. sama-sama ngeluarin Rp20.000 deh. Apalagi sejak hari Senin kan aku libur, enggak sekolah. Otomatis enggak dikasih uang jajan. Baru masuk lagi hari Kamis *Besok. Dan udah pasti uang jajan aku dipotong setengahnya jadi Rp25.000 Hmm.... Cukup enggak cukup harus cukup!!

Ternyata... God memberikan rencana yang sangat indah! :D
Mom : "Apa sih? enengnya mau minta apa? Uang tuh buat apa?"
Me : ketawa autis
Mom : "jih, malah ketawa. Kalau mau minta uang tuh ya ibu harus tau dulu. Biar ngasih uangnya pas. Kalau cuma buat beli bakso 5rb juga cukup"
Me : "Bukaaan.. ngapain beli-beli bakso. Ini... pengen ini..."
Mom : "Ya apa?!"
Me : "Buat beli buku"
Mom : "Buku? Komik-komik lagi ya?!"
Me : "Enggak! Bukan komik..."
Mom : "...."
Me : "Ini... buku dongeng" *cengar-cengir. Anak Tk kali yaa.. beli buku dongeng ? T.T
Mom : "Yaudah sana minta ke bapak"


Yeaaah........ Begitulah... ^^ aku ikut bapak aku ke toko Atamimi buat beli kurma, terus caw! deh ke Togamas. And..... My Dad really bought me Ways to Live Forever! :D yippeeeee....!!!

I'm Happy

Emang dasar aku ini maniak novel dan komik. Baru aja kemarin dibeliin Ways to Live Forever, hari ini, tadi siang aku balik ke Togamas buat beli komik Detective Conan. Ck.... -_-"
Jadi deh, minggu ini aku beli dua novel dan sebuah komik.









See you next!

D.F.

Sabtu, 09 April 2011

Miss yeah...

Hope to the wind

Blame the time

Feel so imbecile

I want to runaway

and disappear

from my imagination

It's just a delusion


"To see you when I wake up

Is a gift I didn't think could be real.
To know that you feel the same as I do
Is a three-fold, Utopian dream.

You do something to me that I can't explain.
So would I be out of line if I said "I miss you"?

I see your picture.
I smell your skin on
The empty pillow next to mine.
You have only been gone ten days,
But already I'm wasting away.
I know I'll see you again
Whether far or soon.
But I need you to know that I care,

And I miss you."


-DF-

Selasa, 22 Maret 2011

First Time in 2011

"Yeaaaaaaaaaaaaaah......!"

Posting pertama di tahun 2011 dan diawali dengan teriaaaak engga jelas! *semoga beneran teriak

Aku bener-bener udah lama banget yaa engga post di blogger. Heuuuh... gara-gara ada blog fs sih -.-"

Sebenarnya ada banyak banget hal yang pengen aku ceritain, mulai dari Mobil, earth science, restaurant city, biola, Studytour dan blablabla..... Tapi aku bingung harus mulai dari mana. Minggu-minggu ini Smanda sering banget libur. Kemarin aja udah libur seminggu full *otomatis engga ketemu Mobil. Terus dilanjut studytour ke Yogyakarta selama tiga hari. Kamis, Jum'at, Sabtu masuk eh minggu ini libur lagi tiga hari gara-gara ada TO kelas XII. Seharusnya ini menjadi saat yang ditunggu-tunggu bagi anak Smanda, holiday! tapi tetep aja liburan ada tugas hahhhaa..... xD *Mungkinkah Smanda bebas dari tugas? Tapi seperti biasa, rasa-rasanya aku don't care! haha....

Koreksi : bukan don't care sih, lebih tepatnya berusaha untuk don't care. lol

Tau ahh... jujur aku tuh orangnya lumayan panikan, jadi kalau belum ngerjain tugas aku ngerasa engga tenang. Yaah begitulah........ Tapi aku mau refreshing! Aku mau ngelakuin apa-apa yang aku suka.

Dan sepertinya berhasil..

Waktu liburan seminggu full itu, aku di rumah fokus latihan biola. Engga peduli komentar-komentar orang rumah, aku udah bosen dengernya. Pengeeeeen banget pinter main biola. Apalagi kalau ngedengerin Beethoven yang Spring Sonata heuuuuuh......... jujur aku iri, Sumpah permainan biolanya keren banget! AWESOME!! Kalau sore juga biasanya aku nonton Beethoven Virus, dan itu lagi-lagi bikin aku gigit jari. Aaaaaaargh........! Keren...! Aku suka banget musik klasik x]

Yaaap... engga apa-apa, yang perlu aku lakukan hanyalah jangan menyerah!

Selama liburan hari-hariku juga engga luput dari Mobil. Walaupun aku engga ketemu dia sama sekali tapi entah kenapa aku merasa dekat dengan dia. Yaah... hari itu, barusan aku selesai latihan biola di halaman belakang. Terus aku duduk di teras belakang pas banget di depan kolam ikan. Aku buka binder lalu aku menulis......... tepat saat itu, aku melihat langitnya indah, biru muda dan ada awan cirrus-nya awan yang engga menurunkan hujan. Aku suka hujan dan bahkan selalu berharap turun hujan, tapi entah kenapa saat itu aku benar-benar (bisa dibilang senang) melihat awan cirrus yang berlatar belakang biru muda itu, yaah... mungkin karena aku merasa Mobil juga sedang melihat langit dan awan yang sama. Entahlah......... akupun lanjut menulis.

Heuuuuuh... comp nya mulai ngadet-ngadet lagi -.-" gara-gara main restaurant city hikshiks padahal aku suka banget main RC x[ . Sekarang level aku udah disalip ma orang lain huwaaaa... :( Bete ah..... aku udah ketinggalan jauh ma temen-temen di RC, yang lain udah level 90 aku masih 36 aja. Belum lagi yang Hotel City ma Happy Island pasti rank aku udah bener-bener tergeser ma yang lain. Pokoknya mau main game lagi!! Hikshiks.... my comp please sih jangan ngadet-ngadet lagi yaaa.... please banget.. ya.. ya.. ya.. :)

Sekarang aku bingung, hmmm mau buka tab RC tapi aku belum selesai ng-post ntar kaya tadi lagi tiba-tiba komputernya ng-hang untung aja postnya ke-save otomatis hehe... :D

Yihaaaa.... aku seneng! tapi aku juga sedih. Tadi sore gara-gara temen aku yang emang gila kali yaa.... (^^v buat yang ngerasa) tadi aku lewat depan rumahnya Mobil, dan seperti biasa aku sama sekali engga berani ngeliat dia bahkan untuk menoleh aja aku engga sanggup padahal tadi kata temen aku, tepat saat aku lewat si Mobil pas banget keluar dan dia pakai baju hitam -.- hikshiks.... menyedihkan dan selalu seperti itu. Tiap kali aku lewat dpan rumahnya Mobil, aku langsung ngebut naik sepeda, fokus pandangan lurus ke depan engga berani nengok sama sekali. Hhmmmm..... anehnya diriku :(

Eh tapi aku juga seneng, yup aku udah selesai ngebuat pembatas bukunya :D yeeeeah! Bukan hal yang begitu istimewa sih, tapi engga tahu kenapa aku merasa senang aja. Gimana yaa.... aku merasa puas deh... :)


Ok ! these some that I made ....





Hahaha...... dan begitulah aku merasa senang aja..... *autis :P


Pengen bikin lagi yang banyaaaaaaak.....! Engga cuma bikin, pengen juga bikin mini library, taman bacaan plus koleksi buku yang banyaaaaaak...! Novel, Komik, Chicken Soup, history, etc-lah. Kalau udah gitu baru bikin pembatasnya yang banyaaaaak..... juga hehehe.... xD


Wish : "...................................................................................."

*big.amin.com


Ok! Next time

Drizzlesweet :)

Senin, 27 Desember 2010

Kings and Queens of Narnia



(Georgie Henley, Skandar Keynes, William Moseley and Anna Popplewell)

Jujur gue iri kalau lihat mereka lagi bareng apalagi di film Narnia. Hhmmm.... gue juga pingin punya saudara kaya mereka. Ok! karena gue sendiri anak bungsu, anggaplah gue ini Lucy. Andaikan gue ini bener kaya Lucy yang sebagai terkecil punya kakak kaya Petter yang paling sayang banget dan selalu melindungi Lucy. Susan kakak perempuan yang selalu menemani dan Edmund walaupun kerap kali bertengkar tapi sebenarnya dia juga sayang banget sama adiknya itu.

Ckckck.....
So, film favorite gue yaitu NARNIA. Gue lebih suka Narnia dari pada Harry Potter. Kenapa ya..? Hmmm... mungkin gini, gue lebih suka hubungan saudara dari pada persahabatan xD. Pokoknya gue like like like banget NARNIA.



Look at this!! Serasa mereka kakak beradik beneran engga sih???


Haaah..! Selain ceritanya yang emang AWESOME! dan para pemainnya yang menurut gue bisa benget menciptakan kesan bersaudara, one more which makes me really love Narnia is.. Skandar Keynes. Tapi justru itu jugalah yang bikin gue said astagfirullah!! Oh my GOD!! do you know Skandar Keynes is ...... mantan muslim, yeah! now he is an atheist. hiks hiks



Ya ampuuuun.... Sumpah! sayang banget. Why.....?!! Setahu gue sih ibunya Skandar itu muslim asal Lebanon dan ayahnya asal Inggris. Tapi kenapa??? ko dia jadi atheist?

So,... ya Allah berikanlah hidayahmu. Gue berharap dia back jadi muslim. amien.

Sebenarnya kalau dilihat dari wajah aja, udah keliatan banget darah timur tengahnya. Dan gue suka cowo berambut hitam :D

Setelah tahu religion Skandar Keynes yang lumayan bikin gue engap-engap (*masalahnya dia manatan muslim! kalau dari awal bukan muslim, engga masalah) masih ada beberapa hal lagi tentang Skandar Keynes yang bikin gue salut. Yup! Ternyata dia minat banget sama bahasa Arab. He said, "I learn arabic". Yeaaah...!! lumayan bikin gue seneng. Jujur gue juga disuruh belajar bahasa arab dan seperti yang kita tahu rasa-rasanya bahsa arab itu kurang diminati di negara kita tercinta ini (*oke, di Indonesia lebih populer bahasa Inggris, Jepang atau Prancis). Gue jadi mikir, Skandar yang justru orang eropa malah tertarik dengan Arabic? dan satu lagi, mudah-mudahan dengan ketertarikan Skandar dengan bahasa Arab, dia kembali tertarik memeluk Islam, cause you know Arabic is Islam's language. :)

Then, ternyata Skandar Keynes suka banget sama pelajaran Sejarah!! whehe .... :D sebelas duabelas sama gue. Skandar juga memiliki daya ingat dan hafalan yang tinggi.

Last, Skandar Keynes juga bermain gitar dan PIANO! Oh it's one of my favorite! Gue juga pernah nytaain di akun jejaring sosial (red:Fs) kalau gue suka sama cowo yang bisa main piano. Bahkan sebelum gue tahu kalau Skandar juga bisa main piano. Oh God!!

Ok, intinya gue melting. . *kalau dia balik jadi mualaf engga pa-pa.

Senin, 20 Desember 2010

Langit-langit Kristal

Aku belum juga dapat kesempatan. Ok, aku engga tahu. Mungkin aku aneh atau mungkin pemikiranku ini yang terlalu luar biasa sampai-sampai mereka engga mengerti *aku harap mereka belum mengerti

Dan Langit-Langit Kristal ini, apakah kembali menjadi sesuatu yang sulit bagi mereka???

Aku engga mau berharap banyak, tapi aku juga engga akan berhenti sampai di sini.

Whehe.....
Udah ahh.. Jangan jadi orang bego!!
Ngelakuin hal-hal yang engga jelas kaya gini, mending open new page ajah!! :D



Mmmm.... tapi sebelum akhir Desember dan awal tahun baru, aku akan tetap nunggu ko ....

*Drizzlesweet

Rabu, 17 November 2010

Changes, Get Up, Go ahead and Shout! 2

A quite night. Listen to me! a strange story comes in my head again. I hope it's clear and ... my heart can feel it.


2nd Chapter
"Aku ingin menjadi sang pembawa kedamaian dari sebrang!!!"

Ya, sudah hampir satu musim sejak aku mendengar tikus kecil itu berteriak. Dan hingga kini terkadang kepalaku belum juga bisa melepaskannya. Aku tertidur cukup pulas, mendengarkan musik, pergi ke perpustakaan, hidup normal seperti di duniaku. Sejauh ini tidak ada masalah yang begitu berarti.

Daz masih bersikap dingin seperti biasa. Itu juga bukan masalah bagiku. Sedangkan Clara istri Daz tampak begitu tertekan dengan kantung mata yang lebar dampak dari insomnia akut yang dialaminya. Ya seperti biasa ketidak harmonisan. Sama seperti kejadian di sungai saat musim panas waktu itu. Aku ingin sekali berusaha untuk tidak mengerti.

"Ikutlah denganku", ucap Daz sambil membawa sebuah kotak atau lebih tepatnya peti yang terbuat dari kayu. Aku tahu sepertinya ia merasa kesulitan membawa peti itu. Namun aku juga menyadari ia sama sekali tidak mengharapkan bantuanku. Aku hanya berjalan mengikutinya seperti biasa. Selama ini hanya Daz yang sering mengajakku keluar dan aku sangat menghargai itu.

"Kita akan pergi kemana?"
"Kau akan tahu nanti", jawab Daz tanpa menoleh.
"Aku merasa asing dan dingin", aku mulai penasaran dengan langkah kaki Daz yang membawaku pada tebing-tebing curam. Sebuah pohon dengan akar yang membentuk pintu gua dan aku dapat melihat keindahan stalagtit dan stalagmit yang ada di dalam gue itu.

"Kau baru pertama kali ke sini", Akhirnya Daz berhenti menaruh petinya dan kembali berjalan. Sepertinya Daz juga merasakan apa yang aku rasakan. Aku bisa mendengar nefasnya yang mulai tersenggal

"Ya benar, itu bukanlah hal yang aneh"
Tadinya aku pikir Daz akan mengajakku ke gua itu. Tapi ternyata salah, langkah kaki Daz berbelok menuju tanjakan yang tinggi menuju bagian atas tebing. Aku tercenang melihat batu-batu besar yang harus aku panjat. Sungguh tidak mudah pikirku. Namun Daz memang luarbiasa! Ia sama sekali tidak bergeming.

Tiba di atas tebing Daz menaruh dan hendak membuka peti itu. Kini tangannya memegang sebuah kunci antik dari logam bersiap untuk dimasukan kedalam lubang kunci pada peti itu.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaarghh..!!", teriakku reflek dengan kedua tangan menutup mata. "Apa itu?", perlahan aku menurunkan tangan dan mencoba melihat sesuatu yang menyilaukan dari dalam peti.

Bulatan berwarna perak. Apakah itu sebuah bola? Ah, tidak! itu seperti sebuah bandul. Ada rantai yang mengikatnya. Benda itu bercahaya.

Daz mengangkat rantainya hingga tepat berada di hadapan wajahnya. Ia menoleh dan tersenyum padaku. Senyum sinis dan penuh arti, membuatku merinding.

"Ekspresi wajahmu tidak begitu baik", ucap Daz santai. Sontak aku terkejut. Daz berjalan beberapa langkah mendekatiku dan tepat menghadapkan wajahnya padaku, "Kau takut anak muda?". Aku tidak menjawab dan ia lantas tertawa.

Apa yang ada dipikirannya? Aku yakin dia menertawakan aku. "Terkadang bulan purnama terlihat begitu mengerikan", jawabku pendek.

"Ya! Bahkan sangat mengerikan!"

Aku tidak membalas. Sisi Daz yang seperti ini, dingin, sarkastis dan misterius, apa aku benar-benar mengenalnya?

Daz menjauh dariku menuju ujung tebing yang aku sendiri tidak tahu ada apa di bawahnya. Aku berjalan mengikutinya dan ketika Daz berhenti melangkah aku pun turut berhenti. Daz membalikan badan masih dengan tatapan mata yang tajam. "Pakailah!", Ia mengulurkan benda itu padaku. Sesaat aku, ragu tapi kilauan cahaya itu perlahan memanggil tanganku dan tanpa waktu lama kini benda itu menggantung di leherku. Jantungku berdugup kencang. Entahlah... sepertinya aku sulit bernafas. Sambil memejamkan mata aku menggenggam bulatan perak itu. Yaah.. kepalaku pusing.

"Coba lihatlah ke situ!"

Aku mendengar perkataan Daz, ku kira tadi aku tertidur atau apa. Aku berjalan gontai, badanku lemas dan mataku berkunang-kunang. Batu-batu yang menjadi pijakanku hampir saja membuatku terjatuh. Aku melangkah melewati Daz dan tiba tepat di ujung tebing. Aku berhenti dan merasakan tiupan angin hangat yang mendarat di wajahku. Aku menoleh pada Daz dan ia memberiku isyarat dengan kepalanya. Aku kembali merasakan tiupan angin hangat dan aku pun tersenyum.

"Laut? Yah laut. Laut biru yang indah"

Aku memandang hamparan biru yang terbentang luas di hadapanku. Tapi sepertinya hamparan itu semakin mendekatiku. Mulutku terkunci dan aku merasakan sekelilingku angin. Angin itu memutarbalikan tubuhku dan barulah aku tersadar, aku kehilangan pijakanku.

"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarghh!!!", teriakku lepas. Aku melihat tebing yang tadi aku pijak kini jauh berada di atasku.

"Kita akan bertemu kembali!!!"

Meski samar, aku bisa mendengar ucapan Daz. Apa katanya? Aku akan bertemu lagi dengannya? Benarkah? Oh .... apa yang terjadi? Kini aku melayang. Tidak!! aku akan tenggelam. Daz, apa ada yang akan membawaku?

Aku membentur. Ya, bisa ku raskan di sekujur tubuhku. Dingin dan membeku. Mungkin aku benar-benar melayang. Aku tidak sanggup lagi melihat dengan jelas, pandanganku kabur. Dan aku sudah terlalu lelah. Sesuatu yang lembut mendarat di tanganku. Aku tidak dapat memastikan apa itu. Tidak hanya mendarat, ada yang menyentuhku dan menarikku. Entahlah, untuk saat ini aku tidak peduli dengan apapun itu. Benar ada yang membawaku dan aku juga tidak peduli.


***


Yup! a Strange story.
This is my strange story. And it just mine.


Drizzlesweet

Senin, 08 November 2010

Confused

Parah banget sih gue... barusan aja gue bilang ke temen gue, engga usah maksaain diri buat lupa atau apapun... biarkan saja mengalir...... seperti air

Hahaha... :)

Beberapa menit yang lalu gue barusan aja kena serangan jantung mendadak! Gara-gara temen gue..!! Yang akhirnya malah ngebuat gue nulis posting engga jelas ini....

Malam ini tadinya gue mau main Restaurant City but like usual comp gue yang lemot ini tidak menghendaki gue main RC... yaudah deh.. gue chat ja ma temen-temen gue... Hehehe.... yang sama-sama gila....!!!
ckck...

Haduuuuh.... sumpa ngaco banget !!!
Di playlist gue cuma ada lagunya Taylor Swift. Hmmm... gue lagi suka ma Taylor Swift... Engga tahu kenapa.

GOD...! Malam ini gue bingung. Gue juga belum ngebakar lembar-lembar itu, habis gue sibuk sih.. ckck.. :P

Ok... malam ini gue sedang tidak waras, eror, idiot, autis atau apapun lah...

Nice Night

Tentang tempat impian, gue yakin setiap orang pasti punya tempat impian masing-masing, begitu juga gue. Sebelumnya gue udah pernah cerita tentang tempat impian gue di another blog. Yup! tempat shuting The Palace film favorite gue *suka banget!!

Tapi sekarang gue engga akan ngebahas tentang tempat impian gue yang itu. Ada satu lagi tempat impian gue yaitu Seoul Tower *wheheh :)

Ini menara yang ada di Seoul Korea Selatan. Engga tau kenapa gue pengen banget ke sana ngeliat seluruh penjuru kota Seoul dari ketinggian. Yaaaaah indah..... :D
Hmmm.. selain itu gue juga pengen ngabisin waktu nikmatin NICE NIGHT kalau bisa sambil teriak-teriak :P

Hmm... Nice Night



Engga lebih dari 30 menit bahkan sebelum gue selesai nulis posting ini, tiba-tiba gue merasa gusar... Oh Gosh...!! He greeted me! Ya ampuuun..... engga diduga-duga tiba-tiba aja dia (*bukan PENA) chat ke gue... Huaaaaaaaaaa....!!! Tapi lagi-lagi dia bikin gue bete. Bete banget. Dia slalu aja engga jelas... masih kaya dulu yang tiba-tiba.... HILANG (*bagi gue)

Kita selalu engga nyambung atau aneh. Bete ahh.... kenapa coba?? gue ngerasa engga pernah buat salah ke dia tapi dianya malah aneh. Begitu juga waktu itu gara-gara Papih yang ngolok-ngolok... temu-temu dia menghilang. Waktu kita ketemu di Spensa juga dia diem aja. Kaya sengeja ngejauh dari gue...

Tapi tadi tiba-tiba dia says hello ke gue terus.......................... engga jelas, ok!! Gue tahu kamu masih di sana. Jujur gue takut kalau kamu marah sama gue dan itu yang nyebabin kamu menghilang dari gue dulu. Sampai sekarang gue engga yakin kamu tuh kenapa, tapi yang pasti kamu tuh engga jelas dan bikin gue kecewa...

Hah!!! udahlah.... tapi please... gue bener-bener pengen kaya dulu..
You call me back and send me message
s
:((

Kamu kaya angin. Engga kelihatan bisa datang tiba-tiba dan bikin gue terbang kemudian hilang!!

Jumat, 05 November 2010

This is My Picture :D

Udah lama....... gue jadi jarang posting. Yaah........ gue terlalu sibuk dengan diri gue sendiri. Hal-hal yang engga penting tapi bagi gue sangat penting. Yup! semua yang gue suka. Semua yang gue ingin lakuin. Semua yang bikin gue tenang, puas dan senang. :D

Gue suka nulis, gambar, musik, baca, game, disain, fotografi, makan, tidur dll.
Entah gue terlalu sibuk, menunda-nunda atau apa, project-project yang gue garap dulu belum selesai-selesai juga. Beuuuuuuh..... -__-

Sekarang gue benar-benar muak sama sekolah, eksak, peraturan dan segala tetek bengeknya. Ok! gue jenuh....!!!! Gue pengen ngelakuin apapun yang ingin gue lakuin, yang gue suka ! Dan mulai saat ini gue bertekad, gue akan ngelakuin apapun yang gue suka selama itu baik dan positif buat gue.

Untuk memulainya lagi gue udah buat 14 target!! *weew ! Yup, semuanya tentang apa-apa yang gue suka :D . Sementara gue baru buat 14 target, tapi nanti gue mau nambah 12 target lagi biar jadi 1412 *jhahahah... xD

Opss..! look at this ?? Gue suka menggambar. Ya animasi, gue pengen banget belajar CorelDraw, PhotoShop, tow apalah tentang gambar animasi. Hmmm yang bikin gue suka animasi gambar selain film kartun salahsatunya yaitu ... gue suka game. xD Bahkan Fb aja gue pake buat main game. Gue penasaran dengan pembuatan game-game. Setiap kali gue ng-game gue selalu berpikir,

"Duuuh pengen deh bikin game kaya gini, animasi-animasi gambarnya, bisaan banget orang yang bikin game ini, disain dan karakter tokohnya, interiornya. Imagine-ny woow..!!"

Dan salahsatu game favorit gue yaitu Restaurant City. Gue sering banget main RC di Fb, tapi sekarang gara-gara komputer gue yang eror mulu plus internet lemot, gue jadi jarang main RC lagi. Hiks.. Hiks.. :(

This is my picture :D


Udah lama. Gue buat gambar ini di aplikasi AdobePhotoshop. Hmm judulnya "Girl at The Winter" jhahaha... gue kan suka snow xD



Berhubung sekarang komputer gue engga ada aplikasi AdobePhotoshop, gue bikin gambar ini di Paint. Yaah... seadanya aja lah..... Gue juga bingung judulnya apa coz waktu gue buat gambar ini gue juga sedang bingung and linglung. -___-



Yaaaa begitulah.... Gue suka disain wallpaper anime. Berhubung gue juga masih ecek-ecek ditambah medianya yang...... tidak memungkinkan, jadilah gambar di atas ini..... xD

So... The most important
Gue akan mengerjakan apapun yang gue suka!! Apapun yang ada di pikiran dan hati gue.

Hmmm.....
eiiits... one more!!
Gue lega. Gue udah ngerobek lembar-lembar diary gue yang berisi tentang Pena *still remember??! Dan..... gue juga akan membakarnya :D
Yup!! GOOD BYE PENA.....!

Drizzlesweet!

Rabu, 27 Oktober 2010

Hey! Posting on My ponsel

Whehehe... Bisa juga. Setelah ketar-ketir gimana caranya oll dari HP, yup! sekarang aku udah bisa ! XD

Seneng..? engga juga sih. Biasa aja ahh. Tapi aku ngerasa PUAS!! banget! *weew..!

ok, dari pada aku bingung mau nulis apa. Engga jelas ngalor ngidul nulis apa. Mending aku nyanyi aja deh! xD *pura2 lupa suara jelek

1.. 2.. 3..
In my heart in my soul
In my mind in my day
I wannabe a supergirl
I wannabe like that !

Oh GOSh! hoho i wannabe a supergirl ! xD
xoxoxo

Wighting!


Ya.ya.ya..
Engga nulis, engga nyanyi, ko rasa-rasany gaje?? iya gaje banget deh.. o.o'

yaudah deh. segini ja postingny, dari pada keterusan gaje. padahal tadinya aku mau posting di blog fs. tapi ga bisa-bisa. akhirnya posting di sini.

haduuh.. iya, udah, udah. ngalor- ngidul lg, tangan aku sampe pegel nih. -.-'

Sabtu, 09 Oktober 2010

Teddy Bear

All of about the Teddy Bears. Cute and sweet !!!
Let me tell about someone.

A lonely boy. He was trapped but nothing one knows. He said...

"My grandpa gave the teddy Alfred to me when I really hold the responsibility that should not mine. He said to me, teddy Alfred would be my close friend. whatever I feel, teddy Alfred will always be there and listen to me"

Yeah.... He really love the teddy Alfred because he really love his grandpa. He is so cold. But I can see the other side of him. Purity, gentleness and honesty in his eyes.



A cold boy at the first time.



Together in a strange and annoying moment.




Bring us to care each other and make a sweet part




You are the loneliest boy I have ever meet in the world
And I love the Teddy Bear too......

Drizzlesweet :)

Kamis, 07 Oktober 2010

Hate!!

Kehidupan itu memang seperti bola, berputar. Menyenangkan juga menyedihkan. Begitu juga dengan perasaan gue. Di saat gue menyukai (love) something (someone), disaat itu juga gue hate something (someone).

Ok, so intinya sekarang gue lagi love and hate with two different guys. Dan gue bersyukur banget karena itu, not the same guy. :P

Dan sekarang gue lagi kepingin ngeluarin unek-unek gue yang hate someone. Yups! berpahit-pahit dahulu, bermanis-manis kemudian. Nghaha.....

Gue tulis dengan inisial Yth aja yah..

to Yth

Ya! Tidak seperti yang kau kira
Kau salah besar!
Aku muak dengan semua ilusi-ilusi ini!
Seperti rasanya ingin terjun dari tebing curam yang sangat tinggi
Ahh!
Sungguh menjijikan!
Duniaku, duniamu
Kau hanya melihat dari sisimu sendiri
Kau tidak mengenalku
Dan kau tidak pernah benar-benar melihat
Karena kau memang tidak ingin melihat
Tidak akan pernah!


Kau memang sangat-sangat luar biasa!!
Selamat atas tinta emasmu itu!!

One more....
I hate people know nothing about me, but talk about me!!

Semoga itu jadi kalimat terakhir dari gue untuk lo...

Kamis, 09 September 2010

Takbir Night

Can you hear? Now is Takbir Night. Every Muslim wait it. It is very special, because tomorrow is Idul Fitri Day.

Suasana malam takbir memang ramai. Termasuk suasana di tempat tinggal gue. Gema takbir terdengar dimana-mana. Belum lagi bunyi letupan-letupan petasan dan kembang api. Bisa dibayangkan suasana begitu meriah. Semua orang bersuka cita, kecuali gue.......

This night, I feel so lonely. Do you know? Now I'm alone. My mom is sleeping.,My dad is in the mosque and my brothers, they have their own affairs.

How about me? I Just sit in front of my comp in one of room in my home. Since two years ago, I spent the Takbir night with this. Lonely.....

I spent the night with my own.

Ehm, this is my hands art last year in Takbir night....


19 September 2009

Gema takbir berkumandang
di penghujung Ramadhan
Pilu kurasakan
meninggalkan segala kenikmatan
menuju kemenangan
Tuhan beri lagi aku kesempatan
di masa yang akan datang

Happy Idul Fitri Day 1430 H
Minalaizin walfaizin mohon maaf lahir batin

Anisa

Sama seperti tahun kemarin, tahun sekarang gue juga ngerasa sedih. Gue masih sangat ingat, 19 September 2009, malam itu gue benar-benar merasa takut. Hati gue engga tenang. Akhirnya gue masuk kamar. Gue berbaring di bawah selimut dengan suasana kamar gue yang redup karena hanya diterangi dengan lampu belajar gue. Disaat itulah gue semakin merasa meinding. Ya, gue takut meninggalkan bulan Ramadhan. Dan gue hanya bisa menulis.

Drizzlesweet :))

Senin, 06 September 2010

Look at This !!

Still remember? About............. ehm, Snowflake!?

Yup, udah hampir satu bulan dan..... itu benar-benar jadi saingan gue! *O_o"
Nghaha.... Enggak lah! Gila aja, masa gue saingan ama kucing???

Kucing malang yang sekarang malah jadi kucing manja, nglunjak, autis, anarkis, and dahsyat banget frontalnya!! itu, gue kasih nama Snowflake. Tapi berhubung tuh nama kepanjangan alias boros huruf and terlalu bagus, so yang tadinya gue manggil dia Cino (*dan ternyata masih kebagusan juga)

Sebenarnya dia punya banyak nama. Nih gue jelasin asal muasal nama Cino

Snowflake - senoflake - senoplek - cenoplek - cnoplek - Ceno - Cino

*Mimpi apa ya gue semalam, ngasih nama kucing aja ribet! Akhirnya gue putusin buat manggil dia dengan

EMPOSHH......! EMPOSHH......!

Lain gue, lain kakak gue. Kakak gue malah ngasih nama Cemenk.
Nah yang lebih ajaib, bapak and ibu gue. Mereka malah manggilnya "si Bungsu" & "Bocah Cilik"

Hadooh.. Hadooh.. >.<"

Tapi nih yaa, orang-orang rumah kayanya emang udah sayang ma si EMPOSHH, termasuk gue. Dan justru yang buat bapak & kakak-kakak gue suka ma si EMPOSSH, gara-gara emang si EMPOSHH itu kucing autis!! Autis banget!

Ehm, ni da beberapa gambar si EMPOSHH yang gue shoot sendiri :



Gue paling suka ma photo yang ini. Liat deh wajahnya si EMPOSHH, polos banget. Hihihi





Gaya bobonya si EMPOSHH, hahaha telentang!!






Hihihi... udah ah, segitu aja. si EMPOSHH kucing autis!!


"EMPOSHH.....! EMPOSHH.....! sini lo gue cincang! " :P


Drizzlesweet :))

Jumat, 03 September 2010

Bring Me to Fly

Ehmmm....
I miss..... yeah....


That would be a very, very wonderful ....!
Ok. let me tell. After passing a lot of vast ocean with strong winds, then dragging me and we see the sunrise together. Removing shoes and run, run, run! I wear your white coat. Make some videos and take our picture with your camera. Everything is white. And we are tired. I lay facing the sky. You just sit beside me with your camera and I know you take my picture secretly.
I ignore, then I say....

"You like the wind that breathed the fresh air"

And you just smile at me.




Look at the picture guys!? Yeah it's a poor dandelion.
But do you know? Dandelion is my favorite.
Because...... It can fly!

Fly, Fly, Fly.
Like a whisper.
Devil or Angle?

It's of to you!!



Drizzlesweet :))

Minggu, 22 Agustus 2010

Changes, Get Up, Go ahead and Shout!

Since three days ago, I felt so annoyed. Oh God! This feeling has often come in my self. And really, my heart is always trembling. What else?

At the night, as usual, I stayed in my bedroom, prepared my books. I had some homework. So I started to open my book, just tried to answer some questions. After that.... Argh! there were some that I could not answer. What this... But I was so curious. I turn on my computer, connected the internet and started browsing. Oh gosh! What viruses are attacking me!!?

I don't know

Quite late et night. My mother was still awake. When I tried to browsing, hm...... maybe there were some devil whispers. Fly, fly, fly and came in my ears. OK, I was tired. I didn't get the answer. So..... yeah, I'm just an ordinary student. I changed the web pages then going to playing games and blogging xD. Just to looked around.

Fuuuih......! I blew these whispers. Damn it! After that I watched TV with my mom until the middle of the night. Gosh! Maybe I didn't blow the whispers far away. Yeah, whatever, but I enjoyed it.

The opening a lengthy, rambling and waste the time.... LOL Yup, to the point ajah Gue punya cerita. Tentang.......... hmm, it just comes in my head. A strange story, yeah I hope no one understand it. Just me!! Let me tell some in Indonesian

Ist Chapter
There is a red nose, from Far Far Away Country. Aku tinggal di Negeri Sang Serikat Tikus-Tikus. Ah, mereka tinggal di saluran air, lorong-lorong bangunan di bukit. Dengan pemimpin mereka bernama Craz yaitu seekor anjing bodoh dan hina.

Sudah belasan tahun aku tinggal bersama keluarga tikus Daz. Suatu hari aku berjalan beriringan bersama Daz di sebuah jalan setapak kecil. Dua meter dari sana tampak aliran air yang saat ini sedang surut. Aku dapat melihat sebuah batu besar yang berdiri kokoh. Ah, padahal biasanya batu itu tidak terlihat. Musim panas kali ini memang dahsyat.

Baru saja aku mengembalikan pandanganku ke jalanan, tiba-tiba saja Daz mengerang. Aku tersentak, kemudian disusul dengan bunyi mengkerik. Ada sebuah dahan pohon yang menghalangi jalan. Daz yang berada lebih depan kini sedang menggerogoti dahan itu. Aneh pikirku, kenapa ia tidak langsung meloncatinya saja. Entahlah, ia terlihat begitu asik. Parutan-parutan kayu kini bertengger di moncongnya.

"Sudah lama aku tidak seperti ini," ucapnya lalu langsung kembali menggerogoti kayu. Aku hanya diam tidak tahu ingin melakukan apa. Hanya melihat saja atau ikut membantu? Ah tapi itu tidak mungkin.

"Pegang ini," Daz melepas dan menyerahkan kacamatanya padaku. Aku langsung meraih dan membersihkannya dari debu kayu. Setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan.

Tidak lama ia telah berhasil membentuk lorong pada dahan itu. Aku cukup takjub melihatnya. Ekornya bergerak-gerak membersihkan parutan kayu yang tersisa di punggungnya.

"Ini," aku mengulurkan tangan mengembalikan kacamatanya.
"Ya terimakasih," ia menyambut tanganku, memakai kacamatanya dan kembali berjalan.
Aku ikut berjalan di sampingnya. "Apa kau selalu memakai itu?" tanyaku.
Sesaat ia tampak heran, namun akhirnya ia sadar dan mengenduskan hidungnya. "Ini? ya begitulah. Setidaknya penglihatanku masih lebih baik dibanding si barbar Craz!"

Tepat sekali aku mendengar nada tinggi di akhir perkataannya. Aku samasekali tidak heran, karen sejak dulu aku tahu Daz sangat membenci Craz Sang Pemimpin.

Aku tidak berniat untuk menanggapi ucapannya. Hal mengenai negeri ini, para tikus, pemerintahan, pemberontak, sekutu dan Craz bukanlah urusanku.

Kami terus berjalan. Suasana sunyi sepi tidak dapat dielakan lagi. Aku bermaksud kembali memulai topik pembicaraan. Namun tiba-tiba saja suasana menjadi pecah. Suara itu berasal dari sisi sebelah kanan kami.

"Heeeeei!! Aku ingin menjadi si Hidung Merah!"

Kami berdua menoleh dan kami mendapati dua orang tikus. Tikus yang satu bertubuh besar dan yang satunya lagi, tikus yang tadi berteriak bertubuh lebih kecil. Tikus yang lebih besar itu mencoba menyeret tikus yang lebih kecil dari atas batu yang tidak kalah besar dari batu yang tadi aku lihat. Sekonyong-konyong ia menyeretnya namun tikus bertubuh kecil itu samasekali tidak bangkit.

"Enyah kau! Ayo ikut! Angkat kakimu!" Tikus bertubuh besar itu mulai memanas. Sedangkan tikus bertubuh kecil itu hanya diam menunduk. Sesekali hidungnya bergerak seperti balon.

"Kau tidak elaknya dari para mahluk manja itu! Kau seperti batu!!"

Aku sangat yakin dengan apa yang aku dengar. Sangat tidak harmonis. Tikus bertubuh besar itu lekas menghilang di tengah semak belukar. Sedangkan Daz, sedari tadi ia tidak membuka mulut. Seperti tidak peduli Daz kembali melangkahkan kaki. Aku menoleh, tikus bertubuh kecil itu masih berdiri di atas batu. Apa yang ada di pikirannya, ia terlihat seperti hendak melawan dunia.

"Ya benar! Aku adalah batu!! Batu yang keras!! Sangat keras bahkan melebihi intan!"

Daz menoleh dan melihatku yang masih berada di tempat.
"Lekaslah!"
Aku sontak tersadar dan langsung mengambil langkah mengikutinya. Aku sempat ragu dan mengkhawatirkan tikus bertubuh kecil itu. Namun........... Ah, sudahlah!

Setelah beberapa langkah, aku kemblai mendengarnya. Meski samar-samar karena jarak yang tidak sedekat tadi, tapi aku masih bisa mendengarnya. Triakan itu, dengan sangat jelas!

"Dengarlah aku! Aku ingin menjadi sang pembawa kedamaian dari sebrang!!"

Dan aku yakin, Daz juga mendengarnya.


***

Ya, itu cerita gue. Aneh. Semoga cuma gue yang ngerti
Drizzlesweet :))

Senin, 16 Agustus 2010

Snowflakes

Uum... satu lagi yang gue suka, sangat suka!

Sama seperti hujan, gue suka salju yang merupakan hasil dari siklus air. Tapi bedanya....? Udah pasti bedalah. Prosesnya yang lebih panajng dan rumit. Tapi andai saja kita tahu, sebenarnya salju itu indah. Indah banget.

Gue pengen banget benar-benar merasakan salju (bukan es). Salju itu unik. Tiap-tiap butirnya, bagaikan sidik jari pada manusia, berbeda satu sama lain. Coba bayangkan! Berjuta-juta butir putih itu turun, menyelimuti tiap-tiap atap rumah, ranting-ranting pohon, bebatuan. Namun sayangnya, jarang sekali diantara kita yang mengetahui keindahan itu.

Memang sayang ya... Setahu gue, saat air berubah menjadi es di dalam awan, terjadi reaksi (atau apalah) antar elektron-elektron, sehingga terjadilah gerakan. Es di dalam awan saling bergesekan sehingga membentuk segi enam dan segi delapan. Sama seperti hujan, ketika awan itu telah jenuh maka butir-butir salju pun jatuh. Dan setelah jatuh, kemudian tidak lama akan pecah. Bahkan sebelum sempat sampai ke tanah. Malangnya....


Kadang kita menutup mata dengan apa yang ada di hadapan kita. Kita tidak mengetahui bahwa ada sisi istimewa pada sesuatu yang berada di depan mata. Sebaliknya, kita justru membuka mata lebar-lebar demi melihat apa yang tidak terjangkau oleh kita, meski memang terlihat indah. Sangat indah bahkan. Namun kita tidak tahu bahwa sesuatu yang jauh itu sebenarnya adalah titik panas yang justru dapat membakar dan menghanguskan.

*********----*********----*********

Oh iya! satu lagi, tentang judul post ini "Snowflakes"
Sebelumnya, gue ingin ngebahas sedikit tentang.... Reinkarnasi *oke ga nyambung!

Yup! Reinkarnasi, ada orang yang percaya banget. Tapi ada juga orang yang bilang... ahh bulshit!
gue sendiri? fifty-fifty kali. *loooh?!

Reinkarnasi, sesuatu yang memang sulit gue terima. Gue masih berfikir dengan logika. Tapi sepertinya .. gue merasakan kejadian reinkarnasi itu. Ya benar!! Reinkarnasi!

Kucing gue dulu, sekarang kembali dengan reinkarnasinya... *Oh Gosh!!
Dulu gue punya kucing. Gue kasih nama Pussy. Engga lama, eh dia mati. Yaudah.... Lah sekarang, tepat benget hari ini. Gue pulang sekolah, capee banget! Eh engga tahunya di rumah gue ada kucing kecil. Lucu banget. Mirip kaya si Pussy. So, gue ambil asumsi bahwa, Si Pussy kembali! Dia berreinkarnasi! Hehe...

Ternyata itu kucing ibu gue yang nemuin, terus bilangnya mau dirawat ajah. Setelah gue sempet main, main, main, main dan main sama itu kucing, so gue ambil keputusan buat ngasih nama, "Snowflake"

Ok Snowflake! Wellcome!!
hoho....



Drizzlesweet :))

Kamis, 12 Agustus 2010

Harmonica

Dia berdiri tepat di tengah deburan ombak, menyaksikan langit yang mulai membentuk lengkung jingga. Seorang lagi, pria tampak dari kejauhan berlari-lari kecil menghampiri sang gadis yang kini mulai mengangkat kedua tangannya hendak memainkan sebuah harmonica.

Melodi mengalun indah. Beradu dengan ombak yang pecah. Angin yang menyapu helaian rambut hitam itu, ikut membawa untaian demi untaian nada. Tepat membawanya pada seorang pria yang kini hanya berjarak 6 meter dari sang gadis. Langkah kaki yang tadinya berlari, perlahan menjadi langkah capat. Kemudian melambat, melambat, dan melambat, hingga akhirnya berhenti pada jarak yang hanya tersisa satu langkah.

Pria itu menatap sang gadis dari sudut pandang yang memang sempurna. Ia dapat melihat raut wajah yang ikut menjingga, kini memejamkan mata. Seakan gadis yang berada di hadapannya itu sedang terlelap. Namun tentu saja tidak, Sang gadis terus memainkan harmonicanya. Begitu menghayati atau bahkan ia ingin ikut terhempas angin bersama tiap-tiap alunannya.

Waktu jeda. Selama beberapa menit, tidak ada yang bicara. Pria it mengalihkan pandangannya pada panorama yang sudah sangat biasa. Namun entah mengapa kini terasa begitu luar biasa. Ada sesuatu yang terasa familiar.

Suasana dingin. Keduanya tampak menjadi siluet dari kejauhan. Pria itu menaruh kedua tangannya diatas pagar pembatas yang terbuat dari kayu. Meski sang gadis terlihat masih terhanyut dalam dunia hitam-putihnya sendiri, tapi ia yakin gadis itu menyadari keberadaannya.

Sampai pada akhirnya gadis itu berhenti memainkan harmonica. Dan dugaannya itu memang tepat. Tanpa menoleh, gadis itu berkata,

"Dia sangat menyukai ini," digenggamnya erat harmonica itu dengan kedua tangan.


***

"Dia sangat menyukai ini"

Gadis itu menyadari, kini pria yang berdiri disampingnya sedang menatapnya lekat. Tanpa menghiraukan ia pun lanjut berkata,

"Apakah aku tidak mengetahui apa-apa yang kau ketahui?"

Pria itu hanya tersenyum hambar. Tepat ia dapat melihat senyum itu. Entah pria itu ingin menjawab pertanyaannya atau tidak, yang jelas kini ia merasa bodoh telah bertanya seperti itu.

"Sudah, lupakan saja," sahutnya cepat.

Masih dengan posisinya, pria itu akhirnya angkat bicara,


"Tidak"

Pria itu menjawab pendek. Hanya dengan satu kata. Tentu saja gadis itu tidak puas dengan jawaban yang hanya satu tarikan nafas.

"Tidak? Hanya seperti itukah? Sederhana sekali," gadis itu menunduk menatap harmonica yang digenggamnya. Pandangannya seperti menerawang. Ia meraba dan memperhatikan setiap ditailnya.

"Harmonica ini, sudah lebih dari sepuluh tahun," Ia mengangkat kepala dan membiarkan sinar jingga kembali mendarat di wajahnya.

"Malam itu, aku tidak bisa tidur. Sedangkan orang tuaku, sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Aku memutuskan untuk pergi ke halaman depan. Entah untuk berdiam diri, memberi makan ikan atau sekedar melihat bintang. Tepat ketika itulah, seorang anak laki-laki, berbaring di atas rumput. Aku sempat panik karena mengira dia pingsan atau sakit. Tapi ternyata begitu aku mendekat, dia langsung bangkit. Dia bangkit dan mengajakku ke teras depan rumah. Aku berkata padanya aku tidak bisa tidur. Dan ternyata dia juga berkata padaku bahwa dia juga tidak bisa tidur. Kami berdua pun tertawa dan saling bercerita. Entahlah. Saat itu, aku merasa begitu nyaman. Aku benar-benar merasa ketenangan. Andai saja setiap hari begini, pikirku pada waktu itu. Setelah saling bercerita, dia mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Harmonica ini. Tentu pada waktu itu aku tidak tahu benda ini adalah harmonica. Dia memegang harmonica ini dengan kedua tangannya, dan mulai memainkan sebuah lagu. Lagu yang sampai sekarang, aku sudah dewasa, masih terngiang-ngiang di kepalaku. Dia begitu mahir. Sampai pada akhirnya, aku pun terlelap."

Ia diam sejenak mengambil nafas. Sedangkan pria itu, tidak ada tanda-tanda darinya untuk membuka mulut dan ikut bicara. Membisu, dengan setia mendengarkan perkataan sang gadis. Apakah benar begitu? Entahlah... dia jelas terlihat diam, meski... mungkin hati dan pikirannya berkata. Menerawang kembali memorinya.

Gadis itu kembali menarik nafas. Ia merenggangkan genggamannya. Harmonica itu terbuat dari logam dengan perpaduan warna perak dan merah hati. Pada sisi pinggirnya terdapat ukiran-ukiran not balok dan bunga ume yang semakin memperindah tampilannya. Di salah satu ujungnya juga terdapat sebuah lingkaran yang menghubungkan pada rantai panjang yang terbuat dari emas putih. Dan pada rantai itu, terdapat sebuah bandul liontin berbentuk butiran salju dengan warna senada.

Ditatapnya harmonica itu lekat. "Aku masih sangat ingat," lanjutnya dengan raut wajah berbinar. Diam sejenak, dan akhirnya kembali membuka mulut, lirih,


"When I was just a little girl, I asked my mother, "What will I be? Will I be pretty? Will I be rich?" Here's what she said to me. "Que sera, sera. Whatever will be, will be. The future's not ours to see. Que sera, sera. What will be, will be"

Gadis itu tersenyum pucat, "Benarkan?" Ia menoleh pada pria yang kini raut wajahnya juga berubah menjadi jingga.

"Apa yang kau cari?"

***

"Apa yang kau cari?" tanya pria itu. Dingin. Di pandangnya gadis itu yang hanya memakai piyama dan syal merah, tampak menikmati angin yang kini menutup sebagian wajahnya dengan helaian rambut.

Gadis itu masih tersenyum. I mengangkat kedua tangan dan mengalungkan harmonica itu di lehernya. "Aku seperti bermimpi. Atau bahkan, aku memang benar bermimpi. Mimpi yang tidak lagi ku ingat. Dan ketika aku terbangun, hanya harmonica ini yang tersisa, menggantung di leherku,"

"Kau hanya tidak memperhatikan apa-apa yang seharusnya sudah menjadi bagian dalam dirimu" ucap pria itu lalu terhembus angin.


"Entahlah... aku mencari sesuatu yang tidak aku ketahui. Maukah kau membantuku?"

"Buka matamu. Kau hanya perlu benar-benar melihatnya, apa yang kau temui selama ini"

"Ah.. ya, kau benar. Mungkin selama ini aku menutup mataku. Hanya melihat bayangan hiatm-putih pada sisiku sendiri"

"Kau belum melihat warna yang sesungguhnya. Kau hanya belum"

"Aku kira aku telah mengetahiu semuanya. Aku lebih tahu daripada dia. Tapi ternyata aku salah. Dialah yang jauh mengetahuiku, dan justru dia juga yang bersembunyi di belakangku"


Pria itu ragu sejenak. Entah, sepertinya ia ikut terseret arus. Tanpa ia sadari, dan tidak pernah terlintas di benaknya. Perkataan gadis itu, membuatnya kalah telak.

"Sosok yang baik"

"Bahkan aku tidak pernah tahu alasannya menyukai petang dan morning glory,"
gadis itu menengadah menatap langit yang mulai gelap. "Tapi aku berusaha untuk tidak menyesal"

Udara mulai terasa dingin, meski suasana dingin telah merebah sejak awal. Pria itu memasukan kedua telapak tangannya ke dalam saku celana jeans yang dikenakannya,"Ya, kau tidak perlu menyesal"

Ada sesuatu yang sangat dirindukannya. Sama seperti saatnya yang mana ia berjalan di tengah salju. Kemudian beberapa ekor angsa gunung menghalangi langkahnya pada jalanan setapak yang mulai terselimuti salju. Hanya pikirannya saja. Pria itu mengangkat sebelah tangan dan membenarkan posisi kacamatanya,"Esok, benar aku akan meninggalkan tempat ini"

"Lagi"


Suaranya parau. Gadis itu kini mengubah posisinya. Ia berdiri menghadap pria itu. Meski tidak berdaya menatap wajahnya yang memutih bertatahkan sepasang bola mata biru gelap, gadis itu berusaha untuk tetap tegap dan melangkah mendekat. Ia melepaskan syal merahnya lalu berjinjit dan melilitkannya pada leher pria itu dengan gerakan lemah,

"Kau kedinginan,"ucapnya hampir berbisik.


Pria itu tidak bergerak, meski ia tahu gadis yang ada di hadapannya ini jauh lebih merasa kedinginan. Mata gadis itu yang bersinar, seakan-akan ia senang melakukannya.

Gadis itu membalikan badannya dan mulai menjauh. Satu langkah. Dua langkah. Pria itu tetap berdiri di tempat. Sulit sekali beginya untuk membuka mulut meski hanya mengeluarkan satu patah kata. Tiga langkah. Empat langkah. Lima langkah. Enam langkah...


"Ve!!"

Gadis itu berhenti. Ia membalikan badan dan kembali mengenggam harmonicanya,

"Harmonica ini... aku akan menyimpannya baik-baik. Harusnya aku tahu lebih awal. Lagu yang indah Jo, terimakasih,"
gadis itu tersenyum samar dengan seluruh sisa tenaganya. Ia pun kembali melangkah.

"London Eye!! Aku akan menunggumu di London Eye!" Pria itu setengah berteriak.

Sang gadis menoleh. raut wajahnya mulai gelap,

"Ya! London Eye. Jangan kecewakan aku lagi Jo"

"Percayalah padaku"


Gadis itu terus melangkah. Dan keduanya hilang di tengah hamparan bintang. Menanti dan menggiring mereka pada London Eye. Hanya waktu.

London Eye




Drizzlesweet :))

Senin, 09 Agustus 2010

Under The Rain

Drizzle, or whatever about rain. Can you see it? What a wonderful sky! Give some wet spots on to our face. Just feel it, and I love rain!

Rain gives me a beautiful song that can makes me calm. Rain is mysterious, yeah! and I can find it. It's so mysterious.



smile under the rain :))

drizzle sweet greetings!

Kamis, 05 Agustus 2010

Last Night

Wednesday, 4th August 2010
at 21:30 PM


Tepat! Malam ini gue hanya bisa berbincang dengan kesunyian yang mengisi setiap sudut ruang. Gue marah, kesal, bingung, menyesal, sedih dan bahagia?? ya setidaknya gue berbahagia karena gue masih bisa bernafas.

Something wrong!! Sejak awal, gue benar-benar merasa tidak biasa. Perasaan gue seperti berkata, berusaha mengungkapkan sesuatu. Keanehan. Pagi itu gue bertemu dengan seseorang. Orang yang udah sering gue lihat. Bahkan gue sudah mengenal kebiasaannya setiap pagi. Namun entah mengapa, gue justru merasakan sesuatu yang tidak pernah gue rasa sebelumnya. Pertemuan-pertemuan sebelum pagi itu. Layaknyai angin yang melihat hujan membasahi helaian-helaian daun.

Setelah gue tiba, seperti biasa gue berjalan seorang diri. Melewati ruang demi ruang yang tampak sepi. Entah apa yang membawa gue sejauh ini. Gue terus melangkah menelusuri bangunan berlantai dua itu. Dari bawah gue dapat melihat salah satu ruangan dengan pintu yang terbuka. Itu ruangan yang gue tuju. Langkah kaki gue tiba di barisan anak tangga yang berujung di samping ruangan itu. Gue mulai melangkahkan kaki, perlahan, menaiki satu demi satu anak tangga. Gue selalu merasakan sesuatu yang misterius setiap pagi gue melewati barisan anak tangga itu. Gelap dan sepi. Namun entah apa justru gue suka. Dan tepat ketika itu lah gue merasa ada seseorang ikut mengambil langkah. Gue menoleh ke belakang. Dan gue pun bertemu pandang dengan orang itu. Tak ada yang bicara, lalu kami berpisah di ujung barisan anak tangga itu. Untuk beberapa saat, gue merasa ada sesuatu yang kembali.

Sama seperti sebelumnya, gue merasa begitu ....... entahlah, sulit untuk diungkapkan. Bukan karena telah bertemu kedua orang tadi. Lebih jauh dari itu, perasaan gue itu bagaikan firasat. Sesuatu yang nampaknya tidak menyenangkan. Dan benar saja, perlahan tapi pasti akhirnya gue ditujukan pada suatu kenyataan pahit.

Malam ini, di tengah tekanan hiruk-pikuk dunia luar, gue harus benar-benar menyadari sesuatu. Kenyataan itu. Sungguh saat itu, gue bagaikan mati rasa. Tidak dapat merasakan apapun meski hanya bisikan angin. Gue bagai debu yang terhantam tetesan air. Gue benci, sesuatu yang kembali menyeret paksa, menampakan kaki di dinding langit, dan akhirnya terjatuh begitu saja.

"Sumpa! Gue engga ngerti dengan hidup gue. Bilangnya yang namanya kebetulan itu engga ada. Semua yang terjadi dalam hidup adalah pilihan yang kita ambil. Benarkah? Gue engga pernah memilih seperti ini, tapi mengapa justru ini yang terjadi? Sesuatu yang tidak gue harapkan dan inginkan, justru itu lah yang menjadi kenyataan"


Lalu apa yang gue lakukan?
Ya malam ini gue hanya merenung. Merenung bersama "Renungan". "Renungan" yang mengisahkan nada. Dan akhirnya membentuk goresan.

Ketika waktu mengantarkan cinta

Apakah


aku putuskan memilih dirimu?
Setitik rasa itu
Menetes dan semakin parah


Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
memanggil rinduku padamu


Harusnya


kau seperti udara yang ku hela

Namun nyatanya kau tidak pernah ada
Dan semoga kau benar takan pernah ada


Dan ku mengerti sekarang
Ternyata kita


tidak


menyatu
Di dalam kasih yang suci
Aku


putuskan kau bukanlah cinta terakhir


Dalam "Renungan" pun gue menulis,

"Seseorang melangkah menelusuri jalanan berbatu
Indah
Aku tidak bisa mengatakannya indah
Harusnya hujan tidak turun
karena ini mempersulit langkahnya
Setidaknya hujan tidak membasahi
Jalanan berbatu yang sama
Yang dulu pernah dilaluinya

"Ia menyukai hujan
Hujan yang bersenandung
Memecah keheningan dengan sorakan dedaunan
Menetes, mengalir, menembus endapan debu
Hingga akhirnya melewati ruang langit
Dan kembali menjadi hujan

"Ia terbang bersama angin
Hendak lari dari takdirnya
Andai saja bisa
Lebih baik menjadi air langit
Yang pasti akan jatuh
Tanpa ada pilihan

"Dinamika kehidupan
Lagi-lagi ia terbentur untaian Ira Kusa
Keresahan yang menyelimuti salah satu untaiannya
Mereka saling berbisik bagai duri
Menciptakan batu penghujam
Dan tanpa sadar memuntahkan embun
Di teriknya mentari

"Ia berusaha mengalun bagai melodi
Menjadikan saat-saat layaknya musim gugur
Biarkanlah Ira Kusa itu tumbuh
Merebah dinding yang rapuh
Ia telah kembali melangkah dalam hujan
Dan aku?
Akan ikut bersamanya menembus waktu


drizzlesweet

Senin, 02 Agustus 2010

Orange Sky

“Sayang, ada apa? Ah.. ya ya tunggu sebentar!.. Hallo, sayang mama sedang sibuk. Sebentar lagi acara fashion show dimulai. Maaf ya sayang nanti mama akan menelponmu dagh! Love you!”

Tuuuuuut……

Sera mendengus kesal. Ia belum sempat mengucapkan satu patah kata pun, tapi wanita di seberang sana sudah memutuskan hubungan telepon. Mamanya selalu berkata seperti itu. Namun hingga malam tiba atau bahkan keesokan harinya ia terbangun, tetap tidak ada panggilan masuk di ponselnya.

Sera kembali memandang layar ponsel dan menekan beberapa digit angka.
“Halo pah---”
Suara Sera terhenti. Hanya terdengar nada sibuk. Sera menatap ponselnya tidak percaya. Padahal ia sudah kembali tinggal di Indonesia, tapi mengapa kedua orang tuanya belum juga bisa meluangkan waktu untuknya. Entahlah seharusnya Sera sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.

Tidak ingin berlarut-larut, akhirnya Sera kembali melangkahkan kaki menuju komplek perumahan tempat ia tinggal seorang diri di Jakarta. Aneh memang, dulu saat ia masih kanak-kanak, rumah itu terlihat begitu damai, penuh kasih sayang dan canda tawa bahagia. 10 tahun sudah Sera meninggalkan rumah itu dan tinggal di Italia bersama kakek dan neneknya. Sekarang begitu ia kembali, ia sungguh tidak bisa percaya dengan bangunan yang sudah ia anggap seperti istananya sendiri. Ia sangat merindukannya. Ia berharap dapat menemukan kembali masa-masa indahnya dulu. Namun kini istana itu hanya sunyi dan sepi. Hanya ruang kosong. Setahun yang lalu ia kembali. Dan setahun yang lalu juga lah kedua orang tuanya meninggalkan rumah itu dan tinggal di Bali. Sera tetap bertahan meski ia merasa kepulangannya ini hanya sia-sia. Ia rela bertahan demi sesuatu yang sangat ia sayangi.

Langkah kakinya berhenti di sebuah taman yang tidak begitu ramai. Entah mengapa Sera menjadi tidak bersemangat untuk pulang. Ia memutuskan duduk di sebuah bangku panjang yang berada tepat di bawah pohon cemara. Sera menengokan kepala memperhatikan sekelilingnya sejenak. Hembusan angin bertiup cukup kencang terlebih lagi ia merasa sedang tidak enak badan. Sera membenarkan posisi topinya dan merapatkan syal bermotif garis-garis merah yang melilit di lehernya. Tiba-tiba terdengar bunyi nyaring. Ia merogoh tas selempangannya mencari sumber dari bunyi itu.

“Halo?”
“Kau sudah pulang?” Suara pria di seberang sana terdengar lembut.
“Sudah, tapi aku sedang tidak di rumah”
“Kau ada di mana?”
“Aku…. Di taman dekat kampus. Kau---“
“Tunggu aku di sana” Pria itu memutus hubungan telepon.

Sera memandangi ponselnya lalu menaruhnya kembali di dalam tas. Kenapa dia? Buru-buru sekali
Hari yang indah memang. Namun tidak seindah yang dibayangkan. Sera baru saja keluar dari ruangan yang kali ini justru membuat kepalanya berdenyut. Dan mungkin ia bisa sedikit bernafas lega karena tidak lagi berada di sana. Sambil menunggu, Sera pun memutuskan untuk membaca sebuah buku karya Naele Donald Walsch yang kemarin baru dibelinya.

“Nona Cavelly!”

Sera menoleh. Dilihatnya seorang pria yang sudah tidak asing lagi. Pria itu berderi di depan mobil spot berwarna hitam lalu melangkah mendekati Sera. Rambutnya sedikit berantakan tertiup angin. Kini wajah tampannya menyimpulkan seulas senyum melihat Sera yang sedang duduk di salah satu bangku taman.

“Ka Dava!” Sera bangkit dan melambaikan tangan memberi isyarat. “Sudah ku katakan, jangan panggil aku seperti itu!” meski suaranya terdengar ketus tapi ia tidak bisa menyembunyikan perasaan hatinya yang kini menjadi tenang..

Pria itu tersenyum riang mengelus kepala Sera hingga membuatnya menunduk
“Aah kaka hentikan!” Sera berusaha menurunkan tangan pria itu.
“Aku bebas memanggilmu apapun yang aku mau mengerti?” Pria itu duduk di bangku taman disusul Sera yang kini berada di sampingnya.
"Ka Dava ada apa mencariku?"
Pria itu menoleh, memandang Sera yang sibuk menaruh bukunya di dalam tas. Lalu pria itu mengangkat sebelah tangannya dan sontak Sera balas memandangnya. Pria itu menyentuh wajah Sera dengan lembut.

"Kau pucat"
Sera hanya terdiam dan tetap memandang pria itu.
"Sera, wajahmu pucat!"
"Oh" Sera mengalihkan pandangannya, "Iya, sepertinya aku tidak begitu enak badan, untung kaka cepat datang. Tapi aku tidak apa-apa"
Pria itu menurunkan tangannya.
"Mm, kaka, ada apa mencariku?" Sera kembali mengulang pertanyaannya.

Pria itu tidak langsung menjawab. Raut wajahnya seperti berpikir “Hmm ada apa ya? Mungkin aku hanya ingin melihatmu” terselip senyum jahil di wajahnya.
“Ah haha, benarkah?” Sera balas menatap pria itu heran dengan kening berkerut. Padahal tadi sepertinya ia sangat terburu-buru saat berbicara dengan Sera di telepon.
“Bagaimana kalau kaka mentraktirku? atau kita jalan-jalan saja?”
“Kenapa? Perasaanmu sedang tidak baik?” Pria itu menyandarkan punggungnya di bangku dan memandang langit.
“Entahlah” Suara Sera nyaris tidak terdengar. “Mm mungkin aku terlalu jenuh berada di rumah,” Ia menoleh dan menyadari kini pria itu sedang menatapnya. Tatapan yang begitu dalam hingga membuat Sera tidak sanggup untuk membalas.

“Kaka, jangan menatapku seperti itu,” Kini suaranya terdengar lirih.
"Padahal kau tadi bilang sedang tidak enak badan sekarang kau justru ingin jalan-jalan?"
“Kalau kaka tidak mau ya sudah” Sahut Sera cepat.

Pria itu mengalihkan pandangannya dan tersenyum puas melihat Sera yang kini menekuk wajah.
“Kau tahu? Langit jingga adalah yang paling indah”
“Apa?” Sera kembali menoleh. Ia tidak begitu menangkap perkataan yang tadi diucapkan pria itu. Namun pria itu hanya membalasnya dengan senyuman. Dan tiba-tiba saja telapak tangan Sera menjadi hangat.
“Ayo kita pergi!”