Entah sejak berapa tahun yang lalu, kegiatan aku di malam seperti ini pasti just stay in the bedroom, alone, silent, trun on my mp3 player, and sometimes writing some random words. Aku sendiri engga ngerti kenapa bisa selalu seperti ini. Kebiasaan nyata yang awalnya tidak aku sadari. Ya. Tapi bahkan kali ini rasanya lebih parah. Tahun-tahun sebelumnya, di saat malam seperti ini aku justru merasa takut dan sedih. Setidaknya masih ada suatu perasaan.
Tapi sekarang yang aku rasain benar-benar just flat, datar, biasa aja, nothing special, stay horizontal.
Bahkan sepertinya aku telah mengabaikan bulan Ramadhan. Tidak ada peningkatan ibadah yang aku lakukan selama bulan Ramadhan terkecuali puasa dan shalat tarawih.
Just flat. Kehidupanku, suasana rumah, dan diri aku sendiri ternyata memang sudah banyak berubah. Aku sempat engga sadar kalau besok udah Lebaran. Hahaha... Padahal aku berencana untuk tidak menuliskan apa pun di malam Lebaran. Ya sebagai bentuk ketidak pedulian yang sesungguhnya. Sama seperti saat malam tahun baru kemarin.
Aku pikir besok masih puasa. Masih Ramadhan. Dan sudah berkali-kali aku ingin menulis post tentang ke-flat-an ini tapi tidak juga ada kesempatan. Ya, sebelumnya aku menulis post tentang hal lain. Dan baru malam ini lah aku bisa menulis post ini.
Entah kapan lagi aku bisa menulis post di blog ini. Mungkin aku akan sibuk. Dalam waktu dekat ini aku harus mengurusi kepindahanku ke Bandung. Ya, seharusnya bulan Ramadhan dan Lebaran bisa menjadi event bersama keluarga. Seharusnya si begitu. Karena tahun-tahun berikutnya aku akan mulai menjalani bulan Ramadhan sendiri, tanpa keluarga seperti ini.
Intinya, tidak begitu berkesan. Dan bahkan lebaran tahun ini adalah lebaran yang paling tidak aku nantikan. Aisssh~ aku sendiri tidak tahu kenapa aku bisa seperti ini. Sebagai muslim mungkin aku bisa dibilang tidak menghargai hari raya agamanya sendiri. Apa aku telah berubah menjadi sosok yang tidak bersyukur? Atau aku yang memang tidak bisa membuka mata dan menikmati hidup?
Besok Lebaran, dan aku tidak ingin berkomentar apa-apa. Begitu juga untuk menyapa teman-temanku dengan kata-kata yang biasa orang ucapkan di Idul Fitri Day.
Entahlah, aku merasa miris sendiri.
Entahlah, aku merasa miris sendiri.
(Sa)







