.

.

.

.

.

.

.

.

Minggu, 20 April 2014

Semangat Berlatih!

I need more practice..
Yup, that's right! Titanium-Pavane violin 2 bikin jari-jari aku keriting, apalagi yang part pizzicatonya belibet sangattt.. hiks.. Sebenernya aku ga begitu suka mainin pizzicato. Karena selain cangkel, aku ngerasa kalau pizzicato itu kurang dapet feel-nya. Yah entahlah.. dengan kata lain aku lebih suka nada-nada yang mengalun, yang bisa didengar (emangnya pizzicato ga bisa? -_-), diingat dan diresapi. 

Mungkin karena itu saat pertama kali denger arransemen Titanium-Pavane violin 2 aku engga begitu antusias. Karena pizzicatonya, yang terasa dominan dan membuatku pusing mendengarnya. Dan aku pun mengabaikan waktu. Malas? mungkin iya, tapi alasan lebih tepatnya adalah aku bingung mau mulai berlatih dari mana. Ditambah lagi aku yang hingga saat ini masih saja buta not balok. Akhirnya yang aku lakukan adalah bernanana ria.. 

Baru kemarin aku benar-benar berlatih Titanium-Pavane violin 2. Dan aku pusing. Begitu banyak kunci yang menggunakan jari kelingking. Untung rambut aku engga ikutan keriting. Ya ampuun.. ternyata sepertinya aku ini memang bermasalah dengan jari kelingking. Kenapa kelingking ini begitu kaku dan sulit untuk digerakan? Ya benar ini memang sering aku alami. Entahlah, aku juga engga ngerti ada apa dengan kelingking ini? Sungguh sulit sekali untuk menggerakannya :(

Tapi aku akan bertekad. Aku enggak boleh putus asa! Aku harus bisa memainkan Titanium-Pavane violin 2. Semalam bahkan aku begadang karena berlatih pizzicato. Aku juga berulang kali mendengarkan sampel musiknya. Membiarkan nada-nada itu mengalir ke dalam otak ku, membiarkannya meresap dan senantiasa membekas dalam ingatan ini.

Bagitu pun pagi ini, aku masih berkutat dengan Titanium-Pavane violin 2. Untung saja semalam aku sudah mengerjakan dan menyelesaikan tugas kuliah (tumben!), jadi hari ini aku bisa lebih fokus berlatih dan belajar Entomologi (semoga beneran belajar Ento).

Yep! Fighting! I can do it! Aku pasti bisaaa! 
Semangat juga buat partner aku! ^^

(Sa)  

Sabtu, 19 April 2014

Keep It Alone

River Flows In You...
Indahnya, mengalun di hari sepagi ini. Dentingan piano yang berhasil menggetarkan hatiku, menciptakan suatu sensasi yang kian melekat, entah menggambarkan kebersamaan, harapan, dan cinta. 

Intinya, di hari sepagi ini aku sudah menjadi ambigu dengan diriku sendiri. Tak apa, sejujurnya aku sangat merindukan nuansa seperi ini. Mendengarkan dentingan piano dan menulis. Aku selalu menyukai dentingan piano karena indahnya, dan begitu menyejukan didengar. Pagi ini harusnya aku pergi latihan biola, tapi aku menyempatkan diri untuk menulis posting ini. Entahlah. Hanya saja aku ingin menulis. Aku ingin kembali bisa membiarkan apa-apa yang aku rasakan mengalir dengan sendirinya melalui tulisan. Karena hanya dengan tulisan aku bisa mengungkapkan semuanya. Hanya dengan tulisan aku bisa benar-benar meluapkan kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan kepedihan yang aku rasakan. Mungkin aku bukanlah tipe orang yang berbagi, atau aku tidak mudah percaya dengan orang lain (?), sehingga aku hanya akan menikmati perasaan-perasaan itu sendiri. Dan ternyata benar-benar sangat menyakitkan jika hanya menyimpan dan memendamnya sendiri. Karena itulah aku menulis. Karena aku tidak cukup berbagi perasaan dengan orang lain. Lebih tepatnya aku tidak membiarkan diriku untuk berbagi perasaan dengan orang lain.

Dan inilah diriku, yang justru tertawa-tawa saat menceritakan kepedihan yang aku alami. 

Hahahaha.. cukup. Baiklah, sepertinya aku harus pergi, karena Spiccatoris telah menanti :)

(Sa)

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian)

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian)

Jumat, 18 April 2014

Birthday, Worth It?

Kemarin adalah ultah Roan dan Yuufa, sekarang mereka genap 1 tahun. Kangen deh, pengen banget ketemu mereka, peluk mereka, cium mereka, dan udah pasti mereka akan meraung-raung (?) melepaskan diri dari kuu. Hiks sedihnyaa.. Iya kan, itu tandanya mereka merasa asing dengan aku. Mau gimana lagi, sekarang aku tinggal berjauhan dengan mereka. Aku engga bisa ketemu mereka tiap hari. Aku engga bisa ngelihat mereka bobo dengan lucunya. Aku engga bisa selfie bareng mereka juga. Intinya begitu banyak momen yang terlewat antara aku dengan mereka, sediih.. 

Terkadang aku merindukan saat-saat dimana aku hanya berada bersama kucing-kucing ku seperti dulu. Disaat aku jatuh cinta, sedih, kecewa, marah, sakit, aku akan duduk menyendiri di belakang rumah bersama kucing-kucing ku sambil mendengarkan musik-musik instrumen kesukaanku. Dan disaat aku tidak sanggup lagi menampung perasaan ini, aku akan menceritakannya pada mereka, bahkan menangis dihadapan mereka, meluapkan segala perasaan ini. Mereka ibaratkan malaikat, jiwa-jiwa kecil yang suci, yang aku percaya untuk mendengarkan segala keluh kesah ku.

Roan, Yuufa, selamat ulang tahun! Bahkan sepertinya hanya aku yang mengingat hari ulang tahun kalian. Tapi kalian tidak perlu bersedih, aku akan senantiasa mengingat hari kelahiran kalian, karena bertepatan dengan sehari setelah ulang tahunku hehhehe.. Jangan khawatir, kita sama, begitu juga dengan hari ultah ku, tidak ada seorang pun orang rumah yang mengingatnya, dan aku sudah melaluinya sejak saat yang lama, entahlah tepatnya kapan, mungkin sejak saat aku kelas 1 SD. Jadi jangan bersedih, lain kali kita akan merayakan ulang tahun bersama, ya?  

Andai saja bisa, sebenarnya ingin sekali tahun ini kita berulang tahun bersama, karena rasanya tidak adil bagi kalian. Aku merasa sangat terharu di hari ultahku tahun ini. Sungguh. Untuk pertama kalinya dalam sejarah ulang tahunku, ada orang lain yang mengingatnya. Aku memang tidak mencantumkan hari ultah di jejaring sosial, karena aku ingin mengetahui adakah yang benar-benar memperhatikanku? Aku tidak butuh yang hanya sekadar ucapan, melainkan adalah perhatian, kepedulian dan ketulusan. Karena bahkan aku tidak mendapatkan itu dari keluargaku di hari ultahku. Dan begitulah, ternyata tidak ada seseorang yang cukup memperhatikanku, baik itu keluarga maupun teman dekatku, (mungkin sebenarnya, ternyata kami tidak benar-benar dekat?), padahal aku senantiasa mengingat ultah mereka. 

Aku pun tumbuh menjadi sosok yang tidak mengenal istilah hari ulang tahun. Aku tidak lagi mengucapkan selamat jika ada teman yang berulang tahun, karena aku juga tidak membutuhkan ucapan darinya. Setiap hari ulang tahun, aku selalu melaluinya sendiri. Tanpa teman, tanpa ucapan, tanpa kue dan hadiah. Aku hanya berdiam diri di kamar, merenung, mendengarkan instrumen musik, menulis, dan menangis entah sebenarnya apa yang aku tangisi. Karena begitu banyak hal yang membuat hatiku perih.

Entahlah. Miris memang. Aku tidak mengerti. Yang pasti, hal itu membuatku tumbuh menjadi sosok yang dingin. Aku tidak ingin diperbudak dengan perasaan-perasaan itu. Aku pun mengabaikannya. Menganggap semua itu tidaklah berarti. Dengan demikian lah aku merasa kuat. Ya tentu saja, bagaimana tidak, bahkan aku bisa mengabaikan perasaan ku sendiri. Betapa aku ini adalah sosok yang kuat, bukan?

Namun rupanya, aku bukanlah sosok yang kuat seperti apa yang aku rasa. Ya, hati ku, nyatanya hati ini rapuh. Meskipun aku merasa telah menjadi seseorang termunafik di dunia karena telah begitu banyak mengorbankan perasaan, tapi rupanya itu tidaklah cukup untuk tidak menghadirkan kepedihan di hati ini. Ternyata aku iri. Melihat teman-teman yang mendapatkan kejutan dan hadiah di hari ulang tahun mereka. Dan yang lebih parah adalah ketika temanku berulang tahun dan aku melihat dia mendapatkan hadiah boneka yang besar dari kakaknya. Ya Tuhan, demi apapun sungguh aku merasa begitu pedih menyaksikannya. Saat itu yang aku lakukan hanya terdiam, lantas tersenyum. Sekali lagi aku berusaha untuk mengabaikan apa yang aku rasakan. Betapa perasaan ini begitu mengganggu. Jangan mengharapkan apapun! Aku tidak boleh mengharapkan apapun! Biarlah, hal itu memang bukan milik ku dan tidak akan pernah terjadi pada ku. 

Tidak ada kehidupan yang sempurna. Ya, benar. Anggaplah aku yang ternyata memang kurang bersyukur. Sudah garis Langit, aku yang terlahir di tengah-tengah keluarga ini. 

Walaubagaimanapun, di hari ultahku tahun ini, aku merasa begitu bahagia dan bersyukur. Karena aku memiliki keluarga lain yang memperhatikanku. Meskipun mungkin bagi orang lain, apa yang keluargaku lakukan adalah hal yang biasa dan wajar dilakukan di hari ultah seseorang, tapi bagi aku tidak. Bagi aku ini semua, yang mereka lakukan adalah suatu hal yang sangat berkesan dan berarti, untuk pertama kalinya terjadi di hari ultahku. Sungguh membuatku terharu, aku tidak akan melupakannya. Kenangan indah, ukiran sejarah dalam kehidupanku. Terima kasih. Terima kasih banyak. Mungkin mereka tidak akan pernah tahu betapa hal sederhana yang mereka lakukan, mampu menorehkan kenangan yang begitu dalam di hatiku, dan aku sangat berterima kasih akan hal itu, atas semuanya.  

Terima kasih banyak.
I love Resonansi
I love airing
I love my family 

(Sa)

Minggu, 06 April 2014

I think I'm Change

Laper bangeeeet, tapi karena harus berhemat jadilah makan apa aja yang tersedia di kosan tercinta ckckck~ dan karena kemarin-kemarin aku sempet beli roti tawar, kebetulan masih ada selai strawberry, so sarapan aku pagi ini adalah roti tawar pake selai strawberry hehe.. 

Ok! Nonsense! Hal di atas itu nonsense. Ngapain coba aku cerita-cerita segala tentang sarapan? yang bahkan bukan dengan hidangan spesial. Hohoho.. Itu karena aku bingung mau cerita apa lagi. Padahal sebenarnya ada banyak hal lain yang aku rasakan, tapi aku justru bingung menceritakannya. Gimana dan mulai dari mana. 

Kalau diperhatiin juga, dari tahun ke tahun blog ini semakin sepi posting. Yang berarti menandakan semakin jarang juga aku cerita-cerita di blog ini. Aneh. Ya, aku sendiri heran. Karena seringnya itu setiap kali aku udah buka blog dan memulai entry baru, aku justru diam, bengong, bingung mau posting apa. Padahal sebelumnya, saat aku masih SMA, postingan yang aku tulis bisa sangat-sangat panjang. Aku menceritakan banyak hal, segalanya, dari yang emergency sampai yang nonsense sama sekali. Tapi ya aku engga peduli. Aku hanya terus menceritakannya saja, apa yang terjadi padaku dan apa yang aku rasakan. Dan melakukan itu sungguh membuat aku lega. Haaah~~ Tapi sekarang? Mau yang emergency ataupun nonsense sekali pun, semuanya engga lagi aku ceritakan. Cish! Kenapa ya aku jadi begini? :( hiks asa jadi sedih jadinya. Diri aku udah berubah. Bahkan engga lagi jujur dengan diri sendiri :( Padahal aku merasakan kesenangan, kesedihan, kesakitan, kepahitan, kekecewaan, ketakutan, tapi semuanya itu engga lagi aku ceritakan bahkan pada diriku sendiri :( hiks hiks hiks hiks. 

Awal aku membuat blog ini juga aku engga peduli apakah akan ada yang membaca atau tidak. Tapi lebih tepat sebenarnya aku engga butuh pembaca. Postingan-postingan di blog ini juga tentang kehidupan aku, cerita-cerita aku, perasaan aku, dan karena waktu itu aku tidak cukup punya teman untuk berbagi (*ihh kasian banget ya?) jadilah aku membuat blog ini dan menceritakan banyak hal di blog ini. So, yaudah blog ini ya hanya tempat, rumah aku untuk meluapkan apa yang aku rasakan. Dan dengan demikian aku merasa jujur karena sudah meluapkan segala kepenatan, itu membuatku lega. 

But, now? Rumah ini seperti sudah lama ditinggalkan pemiliknya. Alias, blog ini udah sepi dari postingan. Aku engga lagi cerita-cerita atau mewek-mewek segala macemnya seperti apa yang biasa anak cewe lakuin. Padahal banyak kisah yang terjadi padakuuu, dari yang manis pahit sampai yang asem kecut, but tetap aja, there is not new entry!!!!! Ihhh... ko kenapa aku jadi kaya giniii?? >_< sebel sendiri jadinya kaan..  

Apakah seseorang itu, semakin dewasa maka semakin tidak jujur?

Bisa jadi, bisa jadi. 
Dan sebenernya juga, awal aku menulis posting ini itu penuh dengan paksaan dalam diri. Mangkanya postingan ini diawali dengan hal gaje. Karena tetap, seperti ada suara yang begitu dalam, yang mengatakan (*atau lebih tepatnya memaksa)

"Tulis! Tulis! Tulis! Tulis sesuatu! Pokoknya harus menulis sesuatu! Apapun itu!"

Iya benar, seperti itu lah suaranya. Suara yang terus menyuruhku untuk menulis. Dan aku lumayan tidak menyangka tulisan ini bisa sudah sepanjang ini. Prutku pun semakin berteriak kelaparan. Dan benar saja aku sudah semakin lapar. Gara-gara menulis ini aku jadi mngabaikan roti tawar dan selai strawberry yang terletak tepat di samping ku. Sesekali aku melirik mereka, ingin segera membuat dan melahap roti untuk menyumpal perut yang terus saja berteriak. Tapi nampaknya aku terlalu teguh (?) untuk menulis ini, menyelesaikan postingan ini. 

Oke! Begitulah kronologisnya (?) 
Hari ini Minggu. Coba ada TV, aku berharap bisa menonton kartun. Tapi sayang di sini tidak ada TV, lagi pula walaupun ada, aku tidak yakin masih ada stasiun TV yang menayangkan film kartun di hari minggu. Ya, memang sekarang ini banyak hal yang berubah dan itu menyebalkan. Karena tidak ada TV dan tidak bisa nonton kartun, ya harusnya aku mengerjakan tugas, iya ga sih? 
Hahahaha.. 

Baiklah. Hari Minggu ini akan jadi hari minggu yang menyenangkan, karena banyak hal menyenangkan yang bisa aku lakukan. :D  

Smile! ^_^

Titik Jenuh

Diri aku ini memang aneh. Ada yang salah, tapi aku sendiri tidak tahu hal apa itu. Fiyuuuuh~~ sekarang aku seolah kehilangan banyak hasrat, terutama untuik kuliah. Mata kuliah yang gaje, tugas-tugas yang juga gaje. Bahkan hingga hari ini pun aku belum mengerjakan tugas, padahal deadline nya juga hari ini. Parah! Gimana yaa.. bukannya aku sibuk (tapi mungkin sok sibuk), aku sama sekali engga sibuk, tapi karena memang tidak berhasrat, tidak ada keinginan untuk mengerjakan. Bahkan yang lebih parah, kesenangan untuk belajar pun seakan lenyap. Ya, mungkin itu yang akhirnya membuatku enggan mengrjakan tugas, karena keinginan untuk belajarnya pun entah sedang kemana. Oh my God.. why? what's wrong? Kondisi seperti ini sungguh menyebalkan, karena pada akhirnya aku justru seperti mendapatkan tekanan. Apa mungkin aku sedang berada di titik kejenuhan? Hah! Kenapa tahun kedua itu selalau membuat aku jenuh? 

aaaaaaaaaaarrgh~~~!!!!! pengen teriaaaaaaak~~!! Ini sungguh menyebalkaaaan!!