Yup, that's right! Titanium-Pavane violin 2 bikin jari-jari aku keriting, apalagi yang part pizzicatonya belibet sangattt.. hiks.. Sebenernya aku ga begitu suka mainin pizzicato. Karena selain cangkel, aku ngerasa kalau pizzicato itu kurang dapet feel-nya. Yah entahlah.. dengan kata lain aku lebih suka nada-nada yang mengalun, yang bisa didengar (emangnya pizzicato ga bisa? -_-), diingat dan diresapi.
Mungkin karena itu saat pertama kali denger arransemen Titanium-Pavane violin 2 aku engga begitu antusias. Karena pizzicatonya, yang terasa dominan dan membuatku pusing mendengarnya. Dan aku pun mengabaikan waktu. Malas? mungkin iya, tapi alasan lebih tepatnya adalah aku bingung mau mulai berlatih dari mana. Ditambah lagi aku yang hingga saat ini masih saja buta not balok. Akhirnya yang aku lakukan adalah bernanana ria..
Baru kemarin aku benar-benar berlatih Titanium-Pavane violin 2. Dan aku pusing. Begitu banyak kunci yang menggunakan jari kelingking. Untung rambut aku engga ikutan keriting. Ya ampuun.. ternyata sepertinya aku ini memang bermasalah dengan jari kelingking. Kenapa kelingking ini begitu kaku dan sulit untuk digerakan? Ya benar ini memang sering aku alami. Entahlah, aku juga engga ngerti ada apa dengan kelingking ini? Sungguh sulit sekali untuk menggerakannya :(
Tapi aku akan bertekad. Aku enggak boleh putus asa! Aku harus bisa memainkan Titanium-Pavane violin 2. Semalam bahkan aku begadang karena berlatih pizzicato. Aku juga berulang kali mendengarkan sampel musiknya. Membiarkan nada-nada itu mengalir ke dalam otak ku, membiarkannya meresap dan senantiasa membekas dalam ingatan ini.
Bagitu pun pagi ini, aku masih berkutat dengan Titanium-Pavane violin 2. Untung saja semalam aku sudah mengerjakan dan menyelesaikan tugas kuliah (tumben!), jadi hari ini aku bisa lebih fokus berlatih dan belajar Entomologi (semoga beneran belajar Ento).
Yep! Fighting! I can do it! Aku pasti bisaaa!
Semangat juga buat partner aku! ^^
(Sa)