Goodbye Day by Ulala Session, Ost. Bridal Mask
Haruharunan tto nunmul samkigo
Gaseumane nimoseub jiumyeo sara
Day by day, I swallow my tears again
I thought I could keep living on if I erased you from my heart
Naemameul da jueodo bujokhan sarang
Mogi meeo deoneun bureuji mothae
Even if I have given all my heart, it’s not enough for this love
My throat is so clogged up that I can’t call you out anymore
Mame sangcheoga deo keojyeoman gago
Jiuryeogo aesseodo jiul sun eobseo
The scars of my heart are growing bigger
Though I try to erase them, I can’t
Geuriun ni moseubi eonjena maemdora
Naui dununsogen niga beeo jakkuman chaolla
Your face that I long for, always lingers around me
You keep entering and filling up my eyes
Goodbye day sarangi ganeyo
Uri hamkke bonaen chueogmajeo da gajyeoganeyo
Goodbye day sigana meomchwojyo
Geudael bonaenmami joedoeeo deo apeuji anhke
Saranghaneun sarama
Goodbye day, the day my love left me
All of our memories together are being taken away
Goodbye day, time please stop
So my heart that let you go can become ashes so it won’t hurt anymore
Dear person, whom I love
Niga saenggakna neul gaseumeun ttwigo
Mameun beolsseo negero dallyeoganeunde
I think of you so my heart is always racing
My heart is already running toward you
Geuriun nieolgureun eonjena maemdora
Naui dununsogen niga beeo jakkuman chaolla
Your face that I long for, always lingers around me
You keep entering and filling up my eyes
Goodbye day sarangi ganeyo
Uri hamkke bonaen chueogmajeo da gajyeoganeyo
Goodbye day sigana meomchwojyo
Geudael bonaenmami joedoeeo deo apeuji ahnke
Goodbye day, the day my love left me
All of our memories together are being taken away
Goodbye day, time please stop
So my heart that let you go can become ashes so it won’t hurt anymore
Naega sarangi mojalla geudael bonaego ureoyo
Gaseum apeun sarang dasineun geudae hajimarayo
My love isn’t enough so it lets you go and cries
Don’t ever be in this painful love again
Nunmuri nae apeul garigo geudael bonaen mami joedoeeo deo apeugo apeunnal
Tears block my vision
My heart that let you go becomes ashes so it hurts even more
Goodbye day sarangi ganeyo
Uri hamkke bonaen chueogmajeo da gajyeoganeyo
Saranghaneun sarama
Uri ibyeolhaneun nal
Goodbye day, the day my love left me
All of our memories together are being taken away
Dear person, whom I love
The day we separate
Lagu berjudul 'Goodbye Day' ini merupakan salah satu ost Bridal Mask. Ada yang udah nonton Bridal Mask? Kalau belum sangat aku rekomendasikan untuk nonton ya!
Aku suka banget sama lagu ini. Saat pertama kali mendengarnya rasanya hati ini tersayat perih-perih gimana gitu tapi bikin ketagihan. Akhirnya aku langsung kepo searching tentang soundtrack Bridal Mask yang satu ini, dan ternyata judulnya 'Goodbye Day' oleh Ulala Session. Aku juga langsung cari link downloadnya dan searching lirik beserta terjemahannya. Finally ketemu! Setelah aku baca liriknya, ternyata makna lagu ini juga dalem banget, sedih banget, menyayat banget. Ya harusnya dari judul awalnya aja 'Goodbye Day' harus udah ketebak ya ini lagunya pasti sedih.
Iya sedih banget. Sedih banget. Sedih banget pokoknya.
Tidak hanya perasaan sedih, aku juga merasakan sakit saat mendengarkan lagu ini, bahkan saat sebelum aku mengerti makna liriknya. Karena berbeda ya antara perasaan sedih dengan sakit. Dan lagu ini sukses bikin aku sakit.
Iya sakit. Sakit. Sakit banget.
Silahkan yang penasaran mau denger lagu ini sesakit apa, download dan kepo sendiri aja. Selamat merasakan sakit!
(Sa)
.
.
.
.
Minggu, 24 April 2016
Kamis, 21 April 2016
Apalah Arti Ucapan 'Selamat Ultah'
17 April 2016
Sorry telat. Happy birthday ya. Semoga kedepannya diberi kemudahan dalam mencapai semua cita2. Dan semoga bisa membahagiakan orangtua. Dan dengan bertambahnya usia semoga bertambah juga ilmu, rezekinya. Mudah2an lulus kuliah tepat waktu ya. AmiinAamiin.
Ya, itu adalah ucapan selamat ultah terpanjang yang aku dapatkan di tahun ini. Dan yang lebih parahnya lagi, ucapan tersebut aku dapatkan dari seseorang yang sangat di luar ekspektasi aku. Entahlah bagaimana perasaan aku. Entah terharu atau miris.
Sejak awal, merayakan ulang tahun bukanlah suatu hal yang penting bagiku. Aku sama sekali belum pernah merayakan hari ulang tahun. Keluargaku sendiri saja entah apakah pernah mengingat hari ulang tahunku atau tidak. Dari situlah akhirnya aku cenderung menyembunyikan tanggal ulang tahunku. Aku tidak mencantumkannya di media sosial atau dimana pun. Jangankan mendapat hadiah atau kado ulang tahun, ada yang memberikan ucapan selamat saja itu sudah keajaiban. Keajaiban bahwa ternyata ada orang yang tahu dan mengingat tanggal ulang tahunku.
Yea, that is a miracle.
Aku tidak memerlukan ucapan selamat dari banyak orang. Itu sama sekali tidak perlu. Tidak aku butuhkan. Oleh karena itu aku tidak mau kalau hari ulang tahunku di-share di grup atau forum. Jika ingin mengucapkan selamat, ya ucapkan langsung saja padaku, baik itu melalui personal chating, sms ataupun telfon. Tidak perlu share dan mengucapkannya di grup, memicu banyak orang yang akhirnya barulah ikut-ikutan mengucapkan selamat.
Yea, that is a miracle.
Aku tidak memerlukan ucapan selamat dari banyak orang. Itu sama sekali tidak perlu. Tidak aku butuhkan. Oleh karena itu aku tidak mau kalau hari ulang tahunku di-share di grup atau forum. Jika ingin mengucapkan selamat, ya ucapkan langsung saja padaku, baik itu melalui personal chating, sms ataupun telfon. Tidak perlu share dan mengucapkannya di grup, memicu banyak orang yang akhirnya barulah ikut-ikutan mengucapkan selamat.
Yang hanya sekedar ikut-ikutan.
Jika seseorang itu benar perhatian pada kita dan kita adalah sosok yang penting bagi dia, maka dia akan tahu dan mengingat banyak hal tentang kita. Begitu juga dengan hari ulang tahun. Bukan karena ikut-ikutan, tapi karena memang memperhatikan. Mengapa aku bisa mengatakan hal demikian? Karena diri aku sendiri pun seperti itu.
Aku sendiri bukanlah sosok yang sering mengucapkan selamat ulang tahun pada orang lain. Jika aku mengucapkan selamat ulang tahun, memberi hadiah dan juga membuat kejutan, itu semua karena aku benar-benar memperhatikan orang itu. Ya, mereka adalah sosok yang aku pedulikan. Sosok-sosok istimewa yang aku sayangi dan berarti bagi aku.
Oleh karena itu, aku sendiri pun tidak butuh ucapan selamat ulang tahun dari banyak orang yang hanya sekedar ikut-ikutan. Yang aku harapkan adalah sosok yang memang benar-benar memperhatikanku. Meski hanya ada satu orang dari sekian juta orang yang menghuni bumi, itu sama sekali bukan masalah. Justru itulah yang membuatnya istimewa.
Begitu juga dengan orang-orang yang mengingat hari ulang tahunku. Karena pada dasarnya hanya orang-orang tertentu sajalah yang tahu kapan aku ulang tahun. Maka, mereka yang mengingatnya adalah mereka yang istimewa. Aku pun sangat menghargai dan mensyukurinya, karena menandakan bahwa di dunia ini ternyata ada sosok yang benar-benar memperhatikan aku.
Meskipun hanya tiga orang dari sekian juta orang yang menghuni bumi.
Ya, tahun ini ada tiga orang yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku, dan aku sangat mensyukuri itu. Mereka masih sosok-sosok yang sama yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku di tahun kemarin. Kecuali satu orang, the last one.
- Pertama : kaka tingkat sejurusanku yang cantik, teman sekaligus sosok guru yang mengajariku bermain biola.
- Kedua : sahabatku yang ganteng(?) menyeramkan, sosok yang sangat bertentangan dengan ku karena dia adalah tipe cowo yang mudah luluh, mangkanya kita berdua nyaman banget murni just sahabatan. temen main biola juga, jago banget, tapi sayangnya sama sekali ga berbakat buat ngajarin. sebenernya sosok yang sangat tidak peka sekali, mangkanya aku excited dia bisa ingat ultah aku, sampai sekarang pun aku masih excited hehe.
- Dan yang ketiga : sosok yang memberi ku ucapan selamat terpanjang itu.
Dia sosok yang sangat di luar ekspektasiku. Entahlah, mungkin aku merasa terharu tidak menyangka, tapi di sisi lain aku juga merasa miris. Teman-teman sekelasku saja tidak ada yang mengingat hari ulang tahunku. Teman sejurusan pun sama. Bahkan teman-teman terdekatku sendiri saja, G-KA, tidak ada yang mengingatnya. Dan sama halnya demikian dengan keluargaku.
Bahkan aku sendiri tidak yakin dia adalah sosok yang istimewa.
Di situlah aku merasa sangat terharu dan miris.
Miris dan terharuu..
Di situlah aku merasa sangat terharu dan miris.
Miris dan terharuu..
Well, bagaimana pun, terima kasih..
Dia cowo pertama yang pernah memberiku kado, saat itu di usiaku yang ke-20 tahun, dan sejauh ini dia juga lah satu-satunya cowo yang pernah memberiku kado ulang tahun.
(Sa)
Dia cowo pertama yang pernah memberiku kado, saat itu di usiaku yang ke-20 tahun, dan sejauh ini dia juga lah satu-satunya cowo yang pernah memberiku kado ulang tahun.
(Sa)
Langganan:
Postingan (Atom)