.

.

.

.

.

.

.

.

Kamis, 17 Juli 2014

Principle

Hai! Apa yang sedang kamu lakukan?
Terkadang di saat sendiri itu memang kita (*aku) butuhkan dan menjadi saat dimana kita (*aku) benar-benar merasa nyaman. Aku banyak sekali melakukan kesalahan, kecerobohan, kegegabahan, karena sepertinya lidah ku ini telah banyak berkisah kata-kata pada manusia. Iya aku ceroboh. Bahkan di dunia ini manusia bisa menjadi mahluk yang paling tidak bisa dipercaya, bukan? Tidak ada manusia yang benar-benar kita ketahui dirinya 100%. Begitu juga dengan tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui diriku 100%. 

Mempercayai orang lain. Sebesar apakah kepercayaan kita pada orang lain? Aku benci menjadi munafik, tapi sepertinya aku sendiri juga cukup munafik. Dari hal kecil saja, sedekat apapun kita pada seseorang, mungkin seorang teman atau bahkan sahabat, pasti ada hal yang kita tidak sukai dari dia. Pasti ada saja hal yang bisa membuat kita tidak nyaman. Bagus kalau langsung ngomong atau komplain ke orangnya, tapi ternyata kalau justru diam-diam dipendam? Ok, itu juga bagus kok, dengan begini maka tidak ada pertikaian dipermukaan. Lalu, sebesar apa hal yang dipendam itu? Haha, ya hanya Tuhan dan orang yang bersangkutan lah yang tahu. 

Dalam suatu hubungan apapun itu, kepercayaan lah yang menjadi pondasi awal. Namun, sayangnya sering kali aku ragu untuk percaya pada orang lain. Aku berkaca dari apa yang aku alami sendiri. YA! Karena aku bukan manusia suci, apalagi setelah hidup selama ini. Mungkin aku juga bukan sosok yang cukup baik, yang selalu berprasangka baik. Dan senantiasa bermanis-manis wajah serta perkataan pada orang lain. 

Ya, aku ini antagonis. Dan selalu antagonis.

Senantiasa bermanis-manis wajah serta perkataan pada orang lain. 
Aku bukan tipe orang seperti itu. Maka sebagai gantinya, aku lebih memilih diam tak berekspresi. 

Jangan mengharapkan apapun dari orang lain.
Prinsip ini lah yang pernah aku pegang dalam menjalani hidup. Jangan mengharapkan apapun dari orang lain. Termasuk saat kita berharap ada orang yang benar-benar bisa dipercaya. 

Dengan prinsip ini lah, aku menjadi bisa berdiri di atas kakiku sendiri. Namun nampaknya kini kaki ku mulai goyah. Hal ini terjadi tanpa aku sadari. Dan setelah menyadarinya membuatku menjadi benci pada diri ini. YA! Aku membenci diriku yang goyah seperti ini. Aku membenci saat dimana ternyata diri ini tergantung pada orang lain. Sungguh aku membencinya!

Jangan percaya pada siapapun.
Membacanya saja terasa kalimat ini begitu kejam. Adakah yang benar-benar bisa melakukannya?
Tidak ada?
Atau haruskah ku ganti pertanyaannya menjadi,
bisakah aku melakukannya?

(Sa)

Rabu, 16 Juli 2014

'D', My Fav Pianist

Oh my God~
Rasanya seperti jantungku berdebar kencang. Apa mungkin aku jatuh cinta? Atau hanya kagum semata? Debaran ini demikian saja muncul saat pertama kali ku dengar dentingan-dentingan pianonya. Tanpa bisa aku kendalikan dan sampai sekarang pun, I'm so melting~ 

Dia memainkan lagu yang sangat aku sukai. Lagu yang sangat menyentuh hatiku, dan membuatku merinding setiap kali mendengarnya. Dan dia memainkannya dengan sangat luar biasa!! Jantung ini pun berdebar sejak dentingan-dentingan pertama itu. 

Bukan lagu ataupun tehnik permainannya, melainkan sosok dirinyalah yang akhirnya membuatku penasaran. Terlebih lagi setelah aku perhatikan, ternyata dia selalu saja memainkan jenis musik seperti 'itu', yang juga menjadi favorit ku. Ya, hal itu membuatku penasaran. Ingin sekali aku bertanya 'why?'. Aku yakin musik itu salah satu media untuk mengalirkan emosi dan perasaan. Dan saat mendengarkannya bermain piano, sesungguhnya aku tidak mau sesumbar mengetahui apa yang dia rasakan. Tapi aku yakin, aku dapat merasakan emosinya. Ya, aku dapat merasakannya.

Aku tahu ini konyol! Apa yang aku tulis dan ceritakan, ini semua benar-benar konyol!! Bahkan aku tidak tahu siapa namanya. Tidak dapat melihat wajahnya dan sosok dirinya dengan jelas. Dia yang berada sangat jauh di sana, tapi aku dengan beraninya mengatakan jatuh cinta? Sesungguhnya ini tidak realistis dan sangat bertentangan dengan idealisme ku. Tapi aku tidak memberontak, melainkan justru membiarkan dan menikmatinya.

Tidak dapat dipungkiri, sejak dulu aku selalu tertarik dengan cowo yang bermain piano. Cowo yang beramain piano itu bukan hanya karena terkesan keren ataupun romantis, melainkan jauh lebih dari itu. Entahlah ini sulit untuk aku jelaskan. Yang pasti, ada nilai lebih tersendiri menurut pandanganku.

Namun, dari sekian aku melihat dan mengetahui, untuk pertama kalinya lah dia yang bermain piano dan berhasil membuat jantungku berdebar. How could it be like this? Oh God~ TT_TT

Yaa, aku menyukainya.
Dia seorang pianist.
Kini dentingan-dentingan pianonya senantiasa mengalun mengisi ruang hidup ku,
menemani keseharianku,
dan aku pun seperti mendambakannya. 


(Sa)

Sabtu, 05 Juli 2014

I'm Nothing

I'm feeling so sad . . .


Nothing special. Yaa.. sepertinya memang tidak ada yang spesial dari diriku ini. Mungkin aku hanya sosok yang membosankan, tidak berkesan, yang tidak lama juga pasti akan dilupakan, atau bahkan justru sudah dilupakan? Hahahha.. 

Ya seperti ini lah rasanya. It feels like I'm nothing.

Aku tidak banyak bicara. Ya aku tau itu. Aku tidak banyak bertingkah. Aku juga menyadari itu. Factually, i'm not a center of attention. I can not be a center of attention. Karena itu, aku pun tidak mengharapkan perhatian dari banyak orang. Ya sama sekali tidak! Tapi yang aku butuhkan hanyalah satu dua orang yang benar-benar peduli dan memperhatikanku.

Apakah itu berlebihan?
Lalu apakah aku terlalu tak nyata?
Hingga sebegitu tidak terlihatnyakah diriku ini?

(Sa)

The 2nd Ramadhan In Bandung

Now is Ramadhan..
Ya, ini adalah Ramadhan ke dua yang aku lalui sebagai anak kosan. Artinya, saat berbuka puasa dan sahur tidak lagi bersama keluarga. Alias sendirian... SENdirian... SENDIRIAN..!! *LOL. Untungnya aku ini bukanlah sosok yang rempong perihal makanan. Aku engga milih2 makanan. Di lidah aku semua makanan itu enak! Ya asalkan belum basi, aku nya emang doyan dan halal aja makanannya, pasti aku makan. Mangkanya, walaupun saat buka dan sahur sendirian yaudah deh aku mah woles aja.. Setiap buka pasti pake air putih, banter-banter teh manis anget ngedadak bikin itu juga. Kalau pas sahur..(?) haha sebenernya ini nih, aku males banget buat makan sahur. Tapi aku selalu bangun di jam-jam sahur. Tapi ya itu males makan. Jadi ya seringnya pas sahur juga aku cuma minum air putih aja (*Ohmaygad!! x'D). Hahaha.. kalau ortu di rumah tau pola makan aku kaya gini pasti aku udah diomelin habis-habisan. Tapi untungnya engga tau :P

Meskipun aku sendirian... SENdirian... SENDIRIAN..!! di kosan, tapi aku engga terlalu excited pulang ke rumah juga. Habis di rumah itu menurut aku malah lebih gaje, ngebosenin dan beneran engga ada gawe. And NO TV!! Okesip engga jauh beda kaya di kosan. TV di rumah ceritanya dirombak atau apalah jadi dipasang parabola gitu, yang nyiarin channel-channel di Arab Saudi. Kebayangkan channel yang ada di TV rumah itu semuanya nayangin kajian-kajian islami, murrotal, shalat berjamaah di Ka'bah atau mesjid dan lain sebagainya. Dan how about me? Yup! aku lebih milih mantengin laptop seharian ketimbang nonton TV kalau begitu. 

Dan di rumah juga, aku selalu bingung mau ngapain? alias engga ada yang excited buat dikerjain. Serasa engga punya temen. Tapi emang aku mah sebenernya engga punya temen main di rumah sih. Mangkanya seringnya juga kalau mau pulang aku kontek-kontekan dulu sama temen-temen SMA aku yang sekarang di Solo, Yogya dan ITB, mereka pada pulang juga engga? Nah baru deh kita bisa main, reunian. Tapi kalau ternyata mereka engga pulang? Sip, ini mah beneran aku yang cuma bisa ngegaje, soalnya di rumah juga seringnya aku malah tetep sendirian... SENdirian... SENDIRIAN..!! Why? It's because di saat aku pulang ke rumah itu tandanya aku libur alias engga ada kuliah, tapi toh orang-orang rumah kan engga ikutan libur jugaa~!!! jadi ya tetep aja mereka pada pergi keluar sedangkan aku nya yang sendirian... SENdirian... SENDIRIAN..!! deh di rumah -___- 

Dan oh iya! Di rumah itu aku engga bisa main biola T_T hiks.. ini yang bikin sedih juga. Mangkanya kalau di rumah aku selalu kangen Resonansi. Kangen latihan bareng, makan bareng, ngegaje (?) bareng. Pokoknya kangen mereka semua~! Jujur ini juga sih yang sering kali menjadi alasan buat aku cepet-cepet balik ke Bandung kalau lagi di rumah. Ya, biar bisa cepet-cepet ngumpul bareng lagi sama mereka, kakak-kakak dan temen-temen Resonansi >_<

Mangkanya kadang aku galau, kenapa aku lebih betah di kosan, di Bandung dari pada di rumah???
Dan jujur, sering kali di rumah itu aku justru lebih merasa stress dan frustasi. 

Tapi enaknya di rumah itu, bisa makan enak sepuasnya sampe kenyang. Mau nasi goreng tinggal bikin. Mau makan apa bisa bikin. Terus engga mikirin nyuci baju, nyetrika baju juga, dan bisa main-main sama kucing aku Roan, Jejen dan Yuufa hehehe :3

(Sa) 

Jumat, 04 Juli 2014

My SCM Playlist

Setelah postingan sebelumnya yang sempat ngebahas tentang musik-musik instrumental various artists k-drama ost, so bisa lihat sendiri kan? (oke, ini pertanyaan yang ga perlu, aneh dan ambigu :3 *abaikan~) SCM music player di blog ini akhirnya aku rombak hahhha.. Playlist yang ada jadinya musik-musik instrumental semua. Yaa memang sih perlu sedikit bersusah payah untuk nyari link nya di youtube, tapi toh ketemu juga kann? hehehe.. padahal masih ada lagi musik-musik instrumental yang mau aku masukin ke playlist tapi aku engga bisa nemuin link nya di youtube T__T. Yahh.. seadanya dulu aja kali yaa.. 

Sekarang di playlist SCM ini juga udah ada The Bali Story instrumental piano yang jadi favorit aku, yang udah dibahas di postingan sebelumnya juga, sampe-sampe aku kasih link downloadnya segala, tapi sekarang mah ga usah di download deh kalau mau dengerin, cukup play di SCM aja hehhehe.. 

Enjoy~
*blog ini jadi bernuansa suram~ kelam~ haha~ O__O

(Sa)

Kamis, 03 Juli 2014

My Fav Playlist


Playlist yang ada di Winamp, itu semua adalah musik-musik instrumental various artists dari beberapa original soundtrack k-drama. Rupanya seleraku tidak berubah masih tetap suka mendengar musik-musik seperti ini. Bahkan musik-musik itu senantiasa berputar nyaris 24 jam dimana ada aku di kosan. Dan musik-musik itu semuanya terdengar menyesakkan. Beberapa temanku juga mengkomplain jenis musik yang aku sukai ini. Ada yang bilang membosankan, bikin ngantuk atau apalah. Bahkan ada juga yang berkomentar suasana kamar kosan aku jadi suram gara-gara alunan musik-musik itu. 

Hahahha.. bagaimana ya? tapi aku justru sangat menyukai musik seperti itu. Ya.. seakan-akan mewakilkan ungkapan perasaan . . . . .

Selain itu, karena mendengarkan musik-musik dari various artists ini jugalah yang menjadi awal dari impianku bermain biola. Ingin sekali bisa masuk ke dalam suatu orkes yang memainkan genre musik seperti itu. Ingin sekali bisa memainkan melodi-melodi itu dan hanyut terbawa alunannya.

Ini dia dua diantaranya yang paling menjadi favoritku. Suka banget!! serasa hati ini tersayat-sayat tiap kali mendengarkannya T_T hiks~
1. The Bali Story - merupakan instrumental piano dari k-drama Memories in Bali
2. Tears In Minuet - dari k-drama You Who Came from the Star
Oh ya siapa tahu ada yang mau coba dengerin juga bisa didownload di sini yaa hehhhehe.. ^^ 

(Sa)