.

.

.

.

.

.

.

.

Rabu, 16 Juli 2014

'D', My Fav Pianist

Oh my God~
Rasanya seperti jantungku berdebar kencang. Apa mungkin aku jatuh cinta? Atau hanya kagum semata? Debaran ini demikian saja muncul saat pertama kali ku dengar dentingan-dentingan pianonya. Tanpa bisa aku kendalikan dan sampai sekarang pun, I'm so melting~ 

Dia memainkan lagu yang sangat aku sukai. Lagu yang sangat menyentuh hatiku, dan membuatku merinding setiap kali mendengarnya. Dan dia memainkannya dengan sangat luar biasa!! Jantung ini pun berdebar sejak dentingan-dentingan pertama itu. 

Bukan lagu ataupun tehnik permainannya, melainkan sosok dirinyalah yang akhirnya membuatku penasaran. Terlebih lagi setelah aku perhatikan, ternyata dia selalu saja memainkan jenis musik seperti 'itu', yang juga menjadi favorit ku. Ya, hal itu membuatku penasaran. Ingin sekali aku bertanya 'why?'. Aku yakin musik itu salah satu media untuk mengalirkan emosi dan perasaan. Dan saat mendengarkannya bermain piano, sesungguhnya aku tidak mau sesumbar mengetahui apa yang dia rasakan. Tapi aku yakin, aku dapat merasakan emosinya. Ya, aku dapat merasakannya.

Aku tahu ini konyol! Apa yang aku tulis dan ceritakan, ini semua benar-benar konyol!! Bahkan aku tidak tahu siapa namanya. Tidak dapat melihat wajahnya dan sosok dirinya dengan jelas. Dia yang berada sangat jauh di sana, tapi aku dengan beraninya mengatakan jatuh cinta? Sesungguhnya ini tidak realistis dan sangat bertentangan dengan idealisme ku. Tapi aku tidak memberontak, melainkan justru membiarkan dan menikmatinya.

Tidak dapat dipungkiri, sejak dulu aku selalu tertarik dengan cowo yang bermain piano. Cowo yang beramain piano itu bukan hanya karena terkesan keren ataupun romantis, melainkan jauh lebih dari itu. Entahlah ini sulit untuk aku jelaskan. Yang pasti, ada nilai lebih tersendiri menurut pandanganku.

Namun, dari sekian aku melihat dan mengetahui, untuk pertama kalinya lah dia yang bermain piano dan berhasil membuat jantungku berdebar. How could it be like this? Oh God~ TT_TT

Yaa, aku menyukainya.
Dia seorang pianist.
Kini dentingan-dentingan pianonya senantiasa mengalun mengisi ruang hidup ku,
menemani keseharianku,
dan aku pun seperti mendambakannya. 


(Sa)