.
.
.
.
Senin, 22 Maret 2010
Story of Pencil
Ceritaku memang tak cukup berarti… dan, ya sudahlah.. aku terlalau takut untuk mengungkapnya.. entah sampai kapan aku bisa menyimpan ini semua… akan selalu kusimpan ceritaku dalam “Pena dan Pensil”. Ya, itulah ceritaku… cerita tentangku… aku berharap ceritaku akan terus berlanjut… menjadi kisah yang mungkin hanya tersurat dalam “Pena dan Pensil”…..
"Pena" by Pencil
Pensil tetap seperti yang dulu, hanya saja sedikit lebih rapuh
walaupun pensil masih tetap bersama pena
Kini pena telah menemukan sehelai kertas
kertas yang lembut namun tak rapuh
dengan pena seakan-akan menciptakan goresan-goresan bermakna
walaupun pensil masih tetap bersama pena
Kini pena telah menemukan sehelai kertas
kertas yang lembut namun tak rapuh
dengan pena seakan-akan menciptakan goresan-goresan bermakna
Minggu, 14 Maret 2010
Pena dan Pensil
Ini adalah sebuah kisah
Kisah sederhana dari sesuatu yang biasa
Pena dan Pensil
dua buah benda yang serupa
Pena dan Pensil
Memiliki banyak kesamaan
Pena dan Pensil
Selalu didapati bersama
Pena dan Pensil
Digunakan dalam hal yang sama
Pena dan Pensil
Juga mempunyai tujuan yang sama
Namun,
Dibalik itu semua...........
Pena dan Pensil
Terselip kepahitan di dalam kisahnya
Pena dan Pensil
Tidak akan pernah bisa bersatu
Pena dan Pensil
Bukan untuk saling melengkapi tapi saling mengganti
Pena dan Pensil
Tidak bisa terus bersama
Pensil akan rapuh dan bahkan habis
tidak sekokoh Pena yang tetap bertahan dalam kesulitan
bahkan disaat-saat terakhirnya
masih bisa memperlihatkan sosok yang tegap
Pena dan Pensil
tidak bisa saling membantu
Pena dan Pensil
tidak saling membutuhkan
Pensil membutuhkan sosok lain saat melakukan kesalahan
saat tumpul dan rapuh
atau bahkan disaat patah, kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam dirinya
Dan Penapun demikian....
Pena dan Pensil
Sebuah kisah sederhana yang tak sempurna
Pena dan Pensil
Hanya cerita rapuh yang tersurat
Pena dan Pensil
Keinginan yang besar namun tak tercapai
Pena dan Pensil
Hanya bisa diungkapkan dalam goresan
Pena dan Pensil......
Pensil telah menulis sejarah kisahnya....
Kisah sederhana dari sesuatu yang biasa
Pena dan Pensil
dua buah benda yang serupa
Pena dan Pensil
Memiliki banyak kesamaan
Pena dan Pensil
Selalu didapati bersama
Pena dan Pensil
Digunakan dalam hal yang sama
Pena dan Pensil
Juga mempunyai tujuan yang sama
Namun,
Dibalik itu semua...........
Pena dan Pensil
Terselip kepahitan di dalam kisahnya
Pena dan Pensil
Tidak akan pernah bisa bersatu
Pena dan Pensil
Bukan untuk saling melengkapi tapi saling mengganti
Pena dan Pensil
Tidak bisa terus bersama
Pensil akan rapuh dan bahkan habis
tidak sekokoh Pena yang tetap bertahan dalam kesulitan
bahkan disaat-saat terakhirnya
masih bisa memperlihatkan sosok yang tegap
Pena dan Pensil
tidak bisa saling membantu
Pena dan Pensil
tidak saling membutuhkan
Pensil membutuhkan sosok lain saat melakukan kesalahan
saat tumpul dan rapuh
atau bahkan disaat patah, kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam dirinya
Dan Penapun demikian....
Pena dan Pensil
Sebuah kisah sederhana yang tak sempurna
Pena dan Pensil
Hanya cerita rapuh yang tersurat
Pena dan Pensil
Keinginan yang besar namun tak tercapai
Pena dan Pensil
Hanya bisa diungkapkan dalam goresan
Pena dan Pensil......
Pensil telah menulis sejarah kisahnya....
Sabtu, 13 Maret 2010
Berawal Dari Teng.. Teng.. Teng.. Gedubrak…!!!
Ini cerita gaje yang ga sengeja gaje dan ga da maksud gaje gara2 temen aku yang gaje bikin tulisan gaje, hoaaaamh.. jadi tambah gaje…
Terserah mw dibaca tow enggak.. ^^
aaaaaaaaaaaaaaarRgggghH.. giLaaK..!!!!
*
Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng…. Eiiiits…!!
Haduuuuuh kelamaan tw.. Capek nih klo mesti 12 X
Jadi yg diatas di x2 ja ea…
Ok. Replay….
Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng….] x2
Tepat pukul 12.00 malam, aku terbangun oleh suara merdu jam dindingku :s (Lebih mirip suara Lonceng alias tiang listrik yang kena timpuk gergaji besi). *Focus, Memang sudah usang, namun jam itu merupakan barang antic peninggalan dari bangunan tua ini yang dulunya adalah kantor pegadaian, mengatasi masalah tanpa masalah (ga nyambung). Tapi karena udah Terlanjur Cinta.. ( ehh wouw!! Itu sinetron yang dulu tayang d SCTV bukan sih??). Hah?! Bukaaaaan….!! Itu judul film anecdot yang tayang di DotdoTv :p (gaje)
OK, lanjut…!
Bangunan ini dulunya merupakan kantor pegadaian saat zaman penjajahan Belanda, namun karena sudah terlanju cinta.. (Eeiiiiiiits.!! Sekarang aku tw, itu sinetron yang dibintangi Mama Lourent pasti…). Duuuuh…! Ganggu aja sih.. Jelas bukanlah, Sinetron yang dibintangi Mama Lourent judulnya “Kejebur Cinta” :p (gaje kuadrat)
Udah-udah.. mau lanjut lagi nih….
1… 2…. 3… action…!!!!
Memang sudah usang, namun jam itu peninggalan bangunan ni yang dulunya kantor pegadaian. Hahaha.. emank sih banyak yang bilang serem, tapi…. Karena udah terlanjur cint… (Stoooooop…!! Kali ini pasti bener!). Grr..Grrr..grr.. (itu… itu.. pasti….. ) *hening
(Haahhaha… lupa ehh.. :D)
Huwaaaaaaaaa…….!!!!! Gilaak…! “Ok, To Be Continued”
Pezzzzzzt….!!
(loh.. loh.. ko mati?)
Pezzzzzzt….!!
(Ayo lanjutin lagi donk…)
Ogah, capek tw..!!!
(Please.. Janji ga motong lagi deeh..)
Bener janji…??
(Yups..!! Janjiiiiiiiiiiiiii…..!)
Mmm…. OK.! Kita ulang ea… (Horeeeee..!!)
Tepat pukul 12.00 malam, aku terbangun oleh suara merdu jam dindingku.. Memang sudah usang, namun jam itu merupakan barang antic peninggalan dari bangunan tua ini yang dulunya adalah kantor pegadaian, tapi karena udah terlanjur cinta ma ni bangunan, jadi hapie-hapie aja deeph. Rumahku Istanaku.. :D
Plok.. Plok.. Plok…
(Terus-terus? Lanjutin lagi ceritanya..)
Yupzzz….!!
Malam itu sungguh larut. Suasana hening tak dapat dielakan lagi, dan ketika aku membuka mataku, akupun tidur lagi. Hahaha...
Sekian.
(BOINK….!!! Segitu doank lanjutannya…?!)
Ya ealah… masih jam 12 malam gituuu… Ngantuk tw..!!!!!!
(GUBRAK…!!!!)
-THE END-
Nb : Buat tmen qu yg ngerasa Gaje, ups.!! Sorry ya…^^
Hahaha.. (ketawa idiot)
Terserah mw dibaca tow enggak.. ^^
aaaaaaaaaaaaaaarRgggghH.. giLaaK..!!!!
*
Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng…. Eiiiits…!!
Haduuuuuh kelamaan tw.. Capek nih klo mesti 12 X
Jadi yg diatas di x2 ja ea…
Ok. Replay….
Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng.. Teng….] x2
Tepat pukul 12.00 malam, aku terbangun oleh suara merdu jam dindingku :s (Lebih mirip suara Lonceng alias tiang listrik yang kena timpuk gergaji besi). *Focus, Memang sudah usang, namun jam itu merupakan barang antic peninggalan dari bangunan tua ini yang dulunya adalah kantor pegadaian, mengatasi masalah tanpa masalah (ga nyambung). Tapi karena udah Terlanjur Cinta.. ( ehh wouw!! Itu sinetron yang dulu tayang d SCTV bukan sih??). Hah?! Bukaaaaan….!! Itu judul film anecdot yang tayang di DotdoTv :p (gaje)
OK, lanjut…!
Bangunan ini dulunya merupakan kantor pegadaian saat zaman penjajahan Belanda, namun karena sudah terlanju cinta.. (Eeiiiiiiits.!! Sekarang aku tw, itu sinetron yang dibintangi Mama Lourent pasti…). Duuuuh…! Ganggu aja sih.. Jelas bukanlah, Sinetron yang dibintangi Mama Lourent judulnya “Kejebur Cinta” :p (gaje kuadrat)
Udah-udah.. mau lanjut lagi nih….
1… 2…. 3… action…!!!!
Memang sudah usang, namun jam itu peninggalan bangunan ni yang dulunya kantor pegadaian. Hahaha.. emank sih banyak yang bilang serem, tapi…. Karena udah terlanjur cint… (Stoooooop…!! Kali ini pasti bener!). Grr..Grrr..grr.. (itu… itu.. pasti….. ) *hening
(Haahhaha… lupa ehh.. :D)
Huwaaaaaaaaa…….!!!!! Gilaak…! “Ok, To Be Continued”
Pezzzzzzt….!!
(loh.. loh.. ko mati?)
Pezzzzzzt….!!
(Ayo lanjutin lagi donk…)
Ogah, capek tw..!!!
(Please.. Janji ga motong lagi deeh..)
Bener janji…??
(Yups..!! Janjiiiiiiiiiiiiii…..!)
Mmm…. OK.! Kita ulang ea… (Horeeeee..!!)
Tepat pukul 12.00 malam, aku terbangun oleh suara merdu jam dindingku.. Memang sudah usang, namun jam itu merupakan barang antic peninggalan dari bangunan tua ini yang dulunya adalah kantor pegadaian, tapi karena udah terlanjur cinta ma ni bangunan, jadi hapie-hapie aja deeph. Rumahku Istanaku.. :D
Plok.. Plok.. Plok…
(Terus-terus? Lanjutin lagi ceritanya..)
Yupzzz….!!
Malam itu sungguh larut. Suasana hening tak dapat dielakan lagi, dan ketika aku membuka mataku, akupun tidur lagi. Hahaha...
Sekian.
(BOINK….!!! Segitu doank lanjutannya…?!)
Ya ealah… masih jam 12 malam gituuu… Ngantuk tw..!!!!!!
(GUBRAK…!!!!)
-THE END-
Nb : Buat tmen qu yg ngerasa Gaje, ups.!! Sorry ya…^^
Hahaha.. (ketawa idiot)
Rabu, 10 Maret 2010
Jorendra Herfian Veolina Sereffa
-...-
Before, I want to explain about the name that I used in my English task story. I took name Jorendra from this story. I don't know why, but maybe I like the name "Jorendra"
I wrote this story in Indonesian, my friend really like this story and she asked to me why I didn't create the part 2. I really want to create the next part , but it is too difficult to explain. So, it's just my short story....
thanks...
-...-
Pagi itu, matahari nampak malas.
Hamparan rumput yang luas dan angin sepoi-sepoi menciptakan nyanyian nan merdu.
Seorang anak laki-laki sedang berbaring memejamkan mata
sambil mersakan kehangatan rumput-rumput yang saling berbisik.
"Jo....! Jo...!"
Seorang anak perempuan melambaikan tangannya dan langsung berlari mendekat.
Anak laki-laki itu hanya bisa mendengar dan merasakan kehadiran sahabatny.
"Jo maaf tadi aku...."
"Ssst.... Jangan bicara, dengarlah suara itu."
"Jo?"
Dengan heran, anak parempuan itu langsung berbaring di samping sahabtnya.
"Benar, suara yang merdu."
"Ve, apa yang kau dengar?"
"Bodoh, hanya suara angin"
Ve terbangun dan langsung tertawa.
"Hahaha.. Kau terlalu banyak berimajinasi Jo."
"Sudah jangan tertawa! Kau ini payah." Jo duduk disamping Ve.
"Ya ya.. Baiklah aku tidak tertawa. Jo kenapa kau mengajakku kesini?
"Tak apa, aku hanya ingin berada disini. Ve, aku teringat seseorang pernah berkata padaku."
"Seseorang? Apa yang dia katakan?"
"Dia berkata,'Kesenangan, kesedihan, kebahagiaan, bahkan kepahitan yang dirasakan
banyak orang, Sesungguhnya perasaan apa itu? Alangkah senang bisa merasakannya
bersama-sama dengan orang disamping kita.'Pernahkah kau merasakan itu Ve?"
"Entahlah, aku harap dugaanku benar Jo." Dengan ragu-ragu Ve berkata,
"Seseorang belum pernah mersakan sakitnya terjatuh,
karena dia belum pernah mencapai puncak yang tinggi. Apakah menurutmu hal ini lebih baik Jo?
Menurutku ini jauh lebih menyakitkan. Hanya bisa merasakan dan berharap mencapai puncak.
Tanpa bisa bergerak sedikitpun, meski telah melangkahkan kaki."
"Ya, kau benar. Hal ini lebih menyakitkan. Ve, apakah itu yang sedang kau rasakan saat ini?"
"Aku mengerti perasaan orang itu Jo. Dia ingin sekali merasakan keindahan yang dirasakan orang lain. Menanti dan terus menanti. Dia membutuhkan genggaman tangan seseorang,
tidak, lebih tepat dia menunggunya."
"Apakah benar begitu? Baiklah Ve." Jo menggenggam tangan Ve.
"Jo..?"
"Ve, jangan khawatir, mulai saat ini aku akan menggenggam tanganmu. Kita sama-sama berjuang ya!"
"Jo.." Ve menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya, " Terimakasih."
Hati ve terpukul. Ia memaksakan segaris senyum yang pahit. Dalam hati ve berkata.
'Jo, kau salah. Bukan itu Jo. Apa aku berkata terlalu tinggi? Sehingga kau tidak mengerti.'
Before, I want to explain about the name that I used in my English task story. I took name Jorendra from this story. I don't know why, but maybe I like the name "Jorendra"
I wrote this story in Indonesian, my friend really like this story and she asked to me why I didn't create the part 2. I really want to create the next part , but it is too difficult to explain. So, it's just my short story....
thanks...
-...-
Pagi itu, matahari nampak malas.
Hamparan rumput yang luas dan angin sepoi-sepoi menciptakan nyanyian nan merdu.
Seorang anak laki-laki sedang berbaring memejamkan mata
sambil mersakan kehangatan rumput-rumput yang saling berbisik.
"Jo....! Jo...!"
Seorang anak perempuan melambaikan tangannya dan langsung berlari mendekat.
Anak laki-laki itu hanya bisa mendengar dan merasakan kehadiran sahabatny.
"Jo maaf tadi aku...."
"Ssst.... Jangan bicara, dengarlah suara itu."
"Jo?"
Dengan heran, anak parempuan itu langsung berbaring di samping sahabtnya.
"Benar, suara yang merdu."
"Ve, apa yang kau dengar?"
"Bodoh, hanya suara angin"
Ve terbangun dan langsung tertawa.
"Hahaha.. Kau terlalu banyak berimajinasi Jo."
"Sudah jangan tertawa! Kau ini payah." Jo duduk disamping Ve.
"Ya ya.. Baiklah aku tidak tertawa. Jo kenapa kau mengajakku kesini?
"Tak apa, aku hanya ingin berada disini. Ve, aku teringat seseorang pernah berkata padaku."
"Seseorang? Apa yang dia katakan?"
"Dia berkata,'Kesenangan, kesedihan, kebahagiaan, bahkan kepahitan yang dirasakan
banyak orang, Sesungguhnya perasaan apa itu? Alangkah senang bisa merasakannya
bersama-sama dengan orang disamping kita.'Pernahkah kau merasakan itu Ve?"
"Entahlah, aku harap dugaanku benar Jo." Dengan ragu-ragu Ve berkata,
"Seseorang belum pernah mersakan sakitnya terjatuh,
karena dia belum pernah mencapai puncak yang tinggi. Apakah menurutmu hal ini lebih baik Jo?
Menurutku ini jauh lebih menyakitkan. Hanya bisa merasakan dan berharap mencapai puncak.
Tanpa bisa bergerak sedikitpun, meski telah melangkahkan kaki."
"Ya, kau benar. Hal ini lebih menyakitkan. Ve, apakah itu yang sedang kau rasakan saat ini?"
"Aku mengerti perasaan orang itu Jo. Dia ingin sekali merasakan keindahan yang dirasakan orang lain. Menanti dan terus menanti. Dia membutuhkan genggaman tangan seseorang,
tidak, lebih tepat dia menunggunya."
"Apakah benar begitu? Baiklah Ve." Jo menggenggam tangan Ve.
"Jo..?"
"Ve, jangan khawatir, mulai saat ini aku akan menggenggam tanganmu. Kita sama-sama berjuang ya!"
"Jo.." Ve menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya, " Terimakasih."
Hati ve terpukul. Ia memaksakan segaris senyum yang pahit. Dalam hati ve berkata.
'Jo, kau salah. Bukan itu Jo. Apa aku berkata terlalu tinggi? Sehingga kau tidak mengerti.'
Senin, 08 Maret 2010
Huaaaaw...!!!!!! My Love Story ><"
"English task"
because that, I wrote this story
ha ha.. OK guys! be relax! just fictitious.. :D
-....-
When I was in the 8th grade, I was falling in love with someone. He’s name is Jorendra Herfian but I call him Jo. Jo was my classmate. Initially I did not have any feelings with him, but after I saw, I thought he was different with the other boys. He not only handsome but also hardworking, simple and smart. Since then that I began to love him.
over time, I didn’t know why he and I had not close to each other. This unusual. I get along with many friends and so does Jo. Is it because I love him? I was too embarrassed to say how I feel. But why he was being awkward to me? But we often together. We ware classmate, often involved in a group, we also belonged in the same biology club. So much, that we spent together, but it didn’t change the distance we felt.
A year passed, we went up to the 9th grade. Of course we ware not classmate anymore. we also had not followed the biology club again. I so seldom meet him. If I met him, we did not talk much to each other. I was the girl who is not easy to express feelings. Including to my best friend, I did not tell the feeling that I feel.
Several months later
One morning, I walked towards the school gates. I didn’t realize that Jo was walking towards the gate right next to. Then he greeted me.
“Hello Nisa!”
”Oh hi! ”
“How are you?”
“I’m fine thanks”
“I think.. I rarely see you again”
“Really?”
“Yes of course! Do you go to the March?”
“What are you talking about? I’m not an alien. Hahaha…”
“Hahaha.. I know. I’m just trying to start the day with smile”
“Yeah, and I think you succeed”
So we talked each other all the way to class. Since then, I didn’t know why but I think I often met with Jo. Besides that, sometimes Jo came to my classroom on break time. Maybe, because that Jo and I ware pretty close. We even sometimes studied together for exams.
On Saturday. It was rainy, I couldn’t go home. After school, I went to the bookshop. And when I wanted to go home, rain came down very heavily. I did not bring an umbrella. I sat in a chair on the porch shop, waiting for the rain to stop. Long enough. I was so tired. Suddenly someone out of the door of the shop, and I know him. He was Jo. I did not think, Jo also in the bookshop. I didn’t see him. Finally, Jo and I waited for the rain to stop.
The rain had stopped. I would go home. But Jo took me to a place. He wanted to talk with me. We arrived at a place not far from the store. The place was pretty quiet. Then Jo told me.
“I'm sorry, maybe you're surprised that I asked you here, I do not want to waste another chance because maybe we'll be busy with our activities respectively. Nisa, I love you. you are the first girl that I love. I've always loved you but I just can say it now. In high school later, maybe I can not see you anymore, I can not see you again. Maybe you're confused, that's okay, you do not have to answer. I just want to express my feelings. I was glad to have memories with you. Well, now we are struggling together for exams.”
Oh my god! What should I do? I didn’t believe. Jo also loved me. You ware right Jo, I couldn’t give an answer. I’m sorry. But I also loved you.
Several months later
I've graduated from junior high school. I go to senior high school 2 Cirebon. And how about Jo? Once again Jo was right. He and his family moved out of town. I can not see and meet with Jo again. But I was glad to have memories with him, just as Jo felt.
because that, I wrote this story
ha ha.. OK guys! be relax! just fictitious.. :D
-....-
When I was in the 8th grade, I was falling in love with someone. He’s name is Jorendra Herfian but I call him Jo. Jo was my classmate. Initially I did not have any feelings with him, but after I saw, I thought he was different with the other boys. He not only handsome but also hardworking, simple and smart. Since then that I began to love him.
over time, I didn’t know why he and I had not close to each other. This unusual. I get along with many friends and so does Jo. Is it because I love him? I was too embarrassed to say how I feel. But why he was being awkward to me? But we often together. We ware classmate, often involved in a group, we also belonged in the same biology club. So much, that we spent together, but it didn’t change the distance we felt.
A year passed, we went up to the 9th grade. Of course we ware not classmate anymore. we also had not followed the biology club again. I so seldom meet him. If I met him, we did not talk much to each other. I was the girl who is not easy to express feelings. Including to my best friend, I did not tell the feeling that I feel.
Several months later
One morning, I walked towards the school gates. I didn’t realize that Jo was walking towards the gate right next to. Then he greeted me.
“Hello Nisa!”
”Oh hi! ”
“How are you?”
“I’m fine thanks”
“I think.. I rarely see you again”
“Really?”
“Yes of course! Do you go to the March?”
“What are you talking about? I’m not an alien. Hahaha…”
“Hahaha.. I know. I’m just trying to start the day with smile”
“Yeah, and I think you succeed”
So we talked each other all the way to class. Since then, I didn’t know why but I think I often met with Jo. Besides that, sometimes Jo came to my classroom on break time. Maybe, because that Jo and I ware pretty close. We even sometimes studied together for exams.
On Saturday. It was rainy, I couldn’t go home. After school, I went to the bookshop. And when I wanted to go home, rain came down very heavily. I did not bring an umbrella. I sat in a chair on the porch shop, waiting for the rain to stop. Long enough. I was so tired. Suddenly someone out of the door of the shop, and I know him. He was Jo. I did not think, Jo also in the bookshop. I didn’t see him. Finally, Jo and I waited for the rain to stop.
The rain had stopped. I would go home. But Jo took me to a place. He wanted to talk with me. We arrived at a place not far from the store. The place was pretty quiet. Then Jo told me.
“I'm sorry, maybe you're surprised that I asked you here, I do not want to waste another chance because maybe we'll be busy with our activities respectively. Nisa, I love you. you are the first girl that I love. I've always loved you but I just can say it now. In high school later, maybe I can not see you anymore, I can not see you again. Maybe you're confused, that's okay, you do not have to answer. I just want to express my feelings. I was glad to have memories with you. Well, now we are struggling together for exams.”
Oh my god! What should I do? I didn’t believe. Jo also loved me. You ware right Jo, I couldn’t give an answer. I’m sorry. But I also loved you.
Several months later
I've graduated from junior high school. I go to senior high school 2 Cirebon. And how about Jo? Once again Jo was right. He and his family moved out of town. I can not see and meet with Jo again. But I was glad to have memories with him, just as Jo felt.
MUSE Endlessly
Guys! ini salah satu lagu MUSE favorite gue. Lagu ini benar-benar menggambarkan perasaan gue =>>
There's a part in me you'll never know
The only thing I'll never show
Hopelessly I'll love you endlessly
Hopelessly I'll give you everything
But I won't give you up
I won't let you down
and I won't leave you falling
If the moment ever comes
It's plain to see it's trying to speak
Cherished dreams forever a sleep
Hopelessly I'll love you endlessly
Hopelessly I'll give you everything
But I won't give you up
I won't let you down
and I won't leave you falling
if the moment ever comes
Hopelessly I'll love you endlessly
Hopelessly I'll give you everything
But I won't give you up
I won't let you down
and I won't leave you falling
but the moment never comes
There's a part in me you'll never know
The only thing I'll never show
Hopelessly I'll love you endlessly
Hopelessly I'll give you everything
But I won't give you up
I won't let you down
and I won't leave you falling
If the moment ever comes
It's plain to see it's trying to speak
Cherished dreams forever a sleep
Hopelessly I'll love you endlessly
Hopelessly I'll give you everything
But I won't give you up
I won't let you down
and I won't leave you falling
if the moment ever comes
Hopelessly I'll love you endlessly
Hopelessly I'll give you everything
But I won't give you up
I won't let you down
and I won't leave you falling
but the moment never comes
Minggu, 07 Maret 2010
Hello..!! This is My New Blog!! xoxo
yeaaaah....!!!! baru jadi blog ny...^^
mudah2 an.. dapet inspirasi lg buat nulis2 :D
mudah2 an.. dapet inspirasi lg buat nulis2 :D
Langganan:
Postingan (Atom)