.

.

.

.

.

.

.

.

Jumat, 23 November 2012

Gray Day

My day turn to gray.
Now. Alone. On this 4th floor. Cold. Hungry. Cloudy. Rain. Rumble. Tired. Silent. Confused. Nothing to do. Random. Individual. 
And my head will explode. This affairs. This fever. This connection.
So stupid.
Unreliable. 
And my day turn to gray. I just wanna stay at my room and sleep. 

Selasa, 13 November 2012

The Connection Please~~~

Hari ini padahal aku libur enggak ada mata kuliah, tapi rupanya hari ini pun aku belum memiliki kesempatan untuk just stay at kostan. Yoa! Tugas mata kuliah Filsafat Sains yang beneran bikin otak aku jungkir balik. Jujur menurut aku mata kuliah terberat adalah Filsafat Sains. Itu lebih berat bahkan dari Matematika dan Fisika Umum. Oh God~~~~

Di mata kuliah Filsafat Sains ini aku seperti harus benar-benar membuka otak dan pikiran. Ibaratnya aku disuruh melihat apa yang selama ini tidak aku lihat, tidak terlihat. Berpikir radikal, menyeluruh, analitis, kritis, kreatif dan begitulah.

Hidup ini penuh dengan tantangan, rintangan, cobaan dan godaan.  Aku akui, memang salah aku sendiri yang tidak bisa menahan godaan. Alih-alih ingin mengerjakan tugas, yang aku lakukan justru bermain game online, download mp3, download video, download software dan blablabla~~~~
So, akhirnya disaat aku telah meneguhkan hati untuk mengerjakan tugas karena deadline-nya juga yang tinggal 7 hari lagi, namun, yang terjadi adalah quota modem aku habis!  T_T

And next, aku enggak bisa mengerjakan tugas ini hanya dengan berbekal info dan pengetahuan dangkal yang ada di kepalakuaku. Aku butuh membaca, agar mendaapatkan  info dan pengetahuan lebih. Jadilah hari ini aku bela-belain berkelana ke wilayah kampus biar bisa wifi-an gratis. Seperti biasa tempat kesukaanku yaitu di Masjid Al-Furqon, ya walaupun jaraknya dari kosan aku lebih jauh ketimbang jarak JICA - kosan, tapi aku lebih nyaman. Cz, disini aku enggak perlu bertemu dengan siapapun itu anak FPMIPA.

Setelah godaan, kini yang melanda adalah cobaan. Please~~~~ the connection >.< padahal biasanya lancar tapi sekarang jadi ogah-ogahan gini. Nunggu loading page lama banget, jadi deh aku malah buka blog terus nulis post ini.

Pokonya aku harus bisa menyelesaikan tugas ini paling enggak Minggu udah beres!

Dan untungnya disaat seperti ini aku ditemani dengan Stay Away-nya Standing Egg yang bisa bikin hati dan pikiran aku adem. I love the song so much!! xD

Guys wish me luck! Thx.

(Sa)

Sabtu, 10 November 2012

And This's My Essay

L.O.L. 
Finally I had finished my essay. Oh God thank you so much!  >.<
Here we go~~~


Harapan dan Tekad dalam Mengarungi Kehidupan sebagai Mahasiswa

Mahasiswa, julukan yang masih terasa baru bagiku. Sadar atau tidak, kini tiba-tiba saja aku telah menjadi seorang mahasiswa. Mahasiswa yang lebih dari hanya seorang siswa. Mahasiswa yang sudah seharusnya lebih dewasa dan matang dalam bertindak. Mahasiswa yang sudah seharusnya lebih bertanggung jawab. Dan mahasiswa yang sudah seharusnya menjadi bagian dari agen perubahan demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Kini aku adalah seorang mahasiswa, yang seharusnya bisa lebih jeli dalam memandang dan memahami kehidupan. Kenyataan bahwa kehidupan itu kompleks, penuh dengan tantangan dan rintangan. Tidak mudah memang, tapi itulah yang harus aku hadapi. Mau tidak mau aku harus siap untuk mengarungi kehidupan ini.

Harapan dan tekad adalah dua hal yang sangat penting. Ibarat senjata yang digunakan dalam pertempuran. Harapan dan tekad menjadi sumber kekuatan untuk mengarungi kehidupan. Dan mahasiswa sebagai subjek sudah seharusnya memiliki harapan dan tekad sebagai tonggak semangat atas apa yang ingin diraih dan diperjuangkan.

Sebagai mahasiswa akupun memiliki harapan dan tekad dalam mengarungi kehidupan ini. Harapan utamaku yaitu bisa berprestasi, membahagiakan dan tidak mengecewakan orang tua. Sebanyak apapun aku bertemu dan mengenal individu baru, sebanyak apapun individu baru itu akhirnya menjadi temanku bahkan sahabatku, tetap orang tualah yang paling banyak berkorban untukku. Selama 18 tahun pengorbanan yang telah dilakukan orang tua untukku, hingga saat ini aku bahkan belum bisa membalas sedikitpun dari pengorbanan itu. Oleh karena itu, aku akan berusaha memegang teguh amanat yang telah diberikan orang tua kepadaku, untuk kuliah, belajar dan menuntut ilmu. Itulah tekadku. Karena aku adalah seorang mahasiswa yang harus bisa bertanggung jawab terutama pada diri sendiri. Karena aku adalah seorang mahasiswa yang harus bisa bertanggung jawab atas amanat yang telah aku terima. Karena di dalam amanat itulah tersimpan harapan orang tua terhadapku. Dan karena aku tidak ingin membuat pengorbanan yang selama ini telah dilakukan orang tua untukku sia-sia.

Seperti halnya senjata yang digenggam, harapan dan tekad juga akan aku genggam sebagai keyakinan bahwa dengan tekad ini kelak harapan-harapanku itu bisa terwujud.



That's all.
Yeaaaaaah~~~! Yipeee~~~!
Clap~ Clap~ Clap~ xD


(Sa)

Rabu, 07 November 2012

Hope and Determination


Harapan dan tekad dalam mengarungi kehidupan sebagai mahasiswa. 

Tugas menulis essay yang akhirnya bikin aku pusing juga. Aaaaargh!!! ~~~~
Oke! Aku memang suka nulis. Nulis di blog, di note atau hanya sekedar nulis gaje, tapi kalau udah disuruh nulis kaya gini, aku pasti Stuck!!! Blank!!! Slow motion~~ LOL.

Salah satu yang paling aku enggak suka, yup! disuruh-suruh nulis. Mungkin ini bisa jadi bentuk pemberontakan aku, refleksi diri aku yang sangat menghargai kebebasan. Ya! aku tidak begitu suka dengan sesuatu yang mengikat. Aku akan menulis jika aku ingin menulis. Aku akan menulis hal yang memang ingin aku tulis. Aku akan menulis jika itu memang muncul dari dalam diri aku sendiri.

But....... masih saja ada tugas menulis!!!! Aaaaaargh!! Aku bingung. Aku blank. Aku speechless. LOL. Enggak tahu mau nulis apa. Enggak tahu mesti mulai dari mana. Enggak tahu!! Harapan? Tekad? LOL. Masih tetap stay at the blank on. Once again LOL.

Apa sih harapan aku sebagai mahasiswa? Ya udah pasti bisa kuliah dengan lancar, bisa lulus cepat, dengan hasil IPK yang membahagiakan, bisa dapat beasiswa. Aku enggak peduli meski ada yang mengatakan harapan aku itu standar banget. What's your problem guy? I don't care.

Ok enough! Untuk saat ini. Harapan-harapan itu, agar aku bisa mengurangi beban yang ditanggung ortu, aku bisa cepat lulus, cepat mendapatkan pekerjaan dan bisa membantu ortu, juga orang-orang di sekelilingku yang memang membutuhkan. Intinya, aku ingin tidak lagi membebankan ortu. Tapi aku enggak mau munafik juga. Untuk saat ini aku memang belum mampu untuk berdiri sendiri. Dan aku tidak mau memaksakan diri. Oleh karena itu, yang bisa aku lakukan saat ini adalah berusaha untuk memegang amanat yang ortu berikan ke aku, untuk kuliah, untuk belajar, untuk menuntut ilmu, agar kelak aku bisa memetik buah yang manis dari ilmu itu. Aku akan berusaha dengan keras untuk menjalankan amanat itu, untuk tidak mengecewakan ortu, setidaknya bisa membuat ortu tersenyum. Aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik, agar harapan-harapan itu menjadi kenyataan. Tidak hanya harapan-harapan yang aku tulis saja, tapi masih banyak harapan yang hingga saat ini masih tersimpan di otakku, harapan yang tidak aku tuliskan. Ya! semua harapan itu kelak pasti akan tercapai!

Dan tekad aku adalah membuat harapan-harapan itu menjadi kenyataan.
Sesederhana itu.

Sayangnya tidak sesederhana itu, mempresentasikan apa yang terkandung dalam tulisan ini untuk menjadi sebuah essay T.T

The last one, L.O.L.


(Sa)