Finally I had finished my essay. Oh God thank you so much! >.<
Here we go~~~
Harapan
dan Tekad dalam Mengarungi Kehidupan sebagai Mahasiswa
Mahasiswa, julukan yang masih terasa
baru bagiku. Sadar atau tidak, kini tiba-tiba saja aku telah menjadi seorang
mahasiswa. Mahasiswa yang lebih dari hanya seorang siswa. Mahasiswa yang sudah
seharusnya lebih dewasa dan matang dalam bertindak. Mahasiswa yang sudah
seharusnya lebih bertanggung jawab. Dan mahasiswa yang sudah seharusnya menjadi
bagian dari agen perubahan demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Kini aku adalah seorang mahasiswa, yang seharusnya bisa lebih jeli dalam memandang dan memahami kehidupan. Kenyataan bahwa kehidupan itu kompleks, penuh dengan tantangan dan rintangan. Tidak mudah memang, tapi itulah yang harus aku hadapi. Mau tidak mau aku harus siap untuk mengarungi kehidupan ini.
Harapan dan tekad adalah dua hal yang sangat penting. Ibarat senjata yang digunakan dalam pertempuran. Harapan dan tekad menjadi sumber kekuatan untuk mengarungi kehidupan. Dan mahasiswa sebagai subjek sudah seharusnya memiliki harapan dan tekad sebagai tonggak semangat atas apa yang ingin diraih dan diperjuangkan.
Sebagai mahasiswa akupun memiliki harapan dan tekad dalam mengarungi kehidupan ini. Harapan utamaku yaitu bisa berprestasi, membahagiakan dan tidak mengecewakan orang tua. Sebanyak apapun aku bertemu dan mengenal individu baru, sebanyak apapun individu baru itu akhirnya menjadi temanku bahkan sahabatku, tetap orang tualah yang paling banyak berkorban untukku. Selama 18 tahun pengorbanan yang telah dilakukan orang tua untukku, hingga saat ini aku bahkan belum bisa membalas sedikitpun dari pengorbanan itu. Oleh karena itu, aku akan berusaha memegang teguh amanat yang telah diberikan orang tua kepadaku, untuk kuliah, belajar dan menuntut ilmu. Itulah tekadku. Karena aku adalah seorang mahasiswa yang harus bisa bertanggung jawab terutama pada diri sendiri. Karena aku adalah seorang mahasiswa yang harus bisa bertanggung jawab atas amanat yang telah aku terima. Karena di dalam amanat itulah tersimpan harapan orang tua terhadapku. Dan karena aku tidak ingin membuat pengorbanan yang selama ini telah dilakukan orang tua untukku sia-sia.
Seperti halnya senjata yang digenggam, harapan dan tekad juga akan aku genggam sebagai keyakinan bahwa dengan tekad ini kelak harapan-harapanku itu bisa terwujud.
That's all.
Yeaaaaaah~~~! Yipeee~~~!
Clap~ Clap~ Clap~ xD
(Sa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar