at 21:30 PM
Tepat! Malam ini gue hanya bisa berbincang dengan kesunyian yang mengisi setiap sudut ruang. Gue marah, kesal, bingung, menyesal, sedih dan bahagia?? ya setidaknya gue berbahagia karena gue masih bisa bernafas.
Something wrong!! Sejak awal, gue benar-benar merasa tidak biasa. Perasaan gue seperti berkata, berusaha mengungkapkan sesuatu. Keanehan. Pagi itu gue bertemu dengan seseorang. Orang yang udah sering gue lihat. Bahkan gue sudah mengenal kebiasaannya setiap pagi. Namun entah mengapa, gue justru merasakan sesuatu yang tidak pernah gue rasa sebelumnya. Pertemuan-pertemuan sebelum pagi itu. Layaknyai angin yang melihat hujan membasahi helaian-helaian daun.
Setelah gue tiba, seperti biasa gue berjalan seorang diri. Melewati ruang demi ruang yang tampak sepi. Entah apa yang membawa gue sejauh ini. Gue terus melangkah menelusuri bangunan berlantai dua itu. Dari bawah gue dapat melihat salah satu ruangan dengan pintu yang terbuka. Itu ruangan yang gue tuju. Langkah kaki gue tiba di barisan anak tangga yang berujung di samping ruangan itu. Gue mulai melangkahkan kaki, perlahan, menaiki satu demi satu anak tangga. Gue selalu merasakan sesuatu yang misterius setiap pagi gue melewati barisan anak tangga itu. Gelap dan sepi. Namun entah apa justru gue suka. Dan tepat ketika itu lah gue merasa ada seseorang ikut mengambil langkah. Gue menoleh ke belakang. Dan gue pun bertemu pandang dengan orang itu. Tak ada yang bicara, lalu kami berpisah di ujung barisan anak tangga itu. Untuk beberapa saat, gue merasa ada sesuatu yang kembali.
Sama seperti sebelumnya, gue merasa begitu ....... entahlah, sulit untuk diungkapkan. Bukan karena telah bertemu kedua orang tadi. Lebih jauh dari itu, perasaan gue itu bagaikan firasat. Sesuatu yang nampaknya tidak menyenangkan. Dan benar saja, perlahan tapi pasti akhirnya gue ditujukan pada suatu kenyataan pahit.
Malam ini, di tengah tekanan hiruk-pikuk dunia luar, gue harus benar-benar menyadari sesuatu. Kenyataan itu. Sungguh saat itu, gue bagaikan mati rasa. Tidak dapat merasakan apapun meski hanya bisikan angin. Gue bagai debu yang terhantam tetesan air. Gue benci, sesuatu yang kembali menyeret paksa, menampakan kaki di dinding langit, dan akhirnya terjatuh begitu saja.
"Sumpa! Gue engga ngerti dengan hidup gue. Bilangnya yang namanya kebetulan itu engga ada. Semua yang terjadi dalam hidup adalah pilihan yang kita ambil. Benarkah? Gue engga pernah memilih seperti ini, tapi mengapa justru ini yang terjadi? Sesuatu yang tidak gue harapkan dan inginkan, justru itu lah yang menjadi kenyataan"
Lalu apa yang gue lakukan?
Ya malam ini gue hanya merenung. Merenung bersama "Renungan". "Renungan" yang mengisahkan nada. Dan akhirnya membentuk goresan.
Ketika waktu mengantarkan cintaApakah
aku putuskan memilih dirimu?
Setitik rasa itu
Menetes dan semakin parah
Kau seperti nyanyian dalam hatiku yang
memanggil rinduku padamuHarusnya
kau seperti udara yang ku helaNamun nyatanya kau tidak pernah ada
Dan semoga kau benar takan pernah ada
Dan ku mengerti sekarang
Ternyata kitatidak
menyatu
Di dalam kasih yang suci
Akuputuskan kau bukanlah cinta terakhir
Dalam "Renungan" pun gue menulis,
"Seseorang melangkah menelusuri jalanan berbatu
Indah
Aku tidak bisa mengatakannya indah
Harusnya hujan tidak turun
karena ini mempersulit langkahnya
Setidaknya hujan tidak membasahi
Jalanan berbatu yang sama
Yang dulu pernah dilaluinya
"Ia menyukai hujan
Hujan yang bersenandung
Memecah keheningan dengan sorakan dedaunan
Menetes, mengalir, menembus endapan debu
Hingga akhirnya melewati ruang langit
Dan kembali menjadi hujan
"Ia terbang bersama angin
Hendak lari dari takdirnya
Andai saja bisa
Lebih baik menjadi air langit
Yang pasti akan jatuh
Tanpa ada pilihan
"Dinamika kehidupan
Lagi-lagi ia terbentur untaian Ira Kusa
Keresahan yang menyelimuti salah satu untaiannya
Mereka saling berbisik bagai duri
Menciptakan batu penghujam
Dan tanpa sadar memuntahkan embun
Di teriknya mentari
"Ia berusaha mengalun bagai melodi
Menjadikan saat-saat layaknya musim gugur
Biarkanlah Ira Kusa itu tumbuh
Merebah dinding yang rapuh
Ia telah kembali melangkah dalam hujan
Dan aku?
Akan ikut bersamanya menembus waktu
drizzlesweet
cihiyy nisa fallin in lopelpoe hohoho
BalasHapus