.

.

.

.

.

.

.

.

Kamis, 19 Mei 2011

Constellation : Orion

First, I want to say "I can not hate stars. Because God that had create stars." So, I change my sentence, "I do not really like stars"

Right, I don't really like stars. Moreover Sun that also one of stars. The nearest star from earth. I feel weird if there's a guy that love stars but hate Sun -_- Yeah.. inconsistent! You just love the beauty of stars that you can see from a thousand thousand million or maybe billion from earth. Right? Night or day, it just the result from earth rotation. So, if you see the Sun from an asteroid in Andromeda galaxy *maybe, You'll got the Sun same with another stars that you usually see. Just a small luminous point.

Once again, I don't really like stars. But there is one star that I love. Polaris, the North Pole star. But today, I don't want to share about Polaris. One thing that I love from stars is the constellations. I love the constellations philosophy. And today, I want to share about Orion constellation philosophy.

Orion bisa dikatakan sebagai rasi bintang pemburu bersabuk, berpedang dan berparang. Orion memiliki anjing pemburu yang dilambangkan dengan bintang Sirius.

Tiga bintang pada sabuk Orion, Alnitak (zeta Orionid), Alnilam (epsilon Orionid), Mintaka (delta Orionid). Bintang berwarna kemerahan yang membantuk bahu Orion, bintang Betelgeuse (alpha Orionids). Di kanan bawah secara diagonal dari bintang Betelgeuse yaitu bintang Rigel (Beta Orionids) membentuk kaki Orion.

Mitologi Yunani mengisahkan bahwa Orion sang pemburu, tengah jatuh cinta pada Merope putri dari Raja Oenopion. Orion ingin sekali menikahi Merope. Tapi sayangnya, Raja Oenopion tidak merestui Orion untuk menikahi sang putri. Apakah Orion menyerah? Of course not! Dengan berbagai cara Orion terus berusaha untuk memiliki Merope. Dan bahkan sampai menggunakan kekerasan. (Hm.. benar-benar cinta buta rupanya T.T). Terang saja Raja Oenopion tidak bisa berdiam diri melihat perbuatan Orion. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan Dyonisius, Raja Oenopion menyihir Orion yang menyebabkan Orion mengalami tidur panjang. Bahkan kedua matanya pun menjadi buta.

Setelah bangun dari tidur panjangnya, Orion mencari bantuan untuk bisa memulihkan penglihatannya kembali. Ia menemui seorang peramal. Peramal itu memerintahkan Orion untuk melakukan perjalanan ke Timur tempat terbitanya matahari. Sang peramal juga mengatakan bahwa Orion harus membiarkan matanya disinari sinar matahari. Sinar matahari akan mengembalikan penglihatannya.

Orion melakukan semua yang diperintahkan sang peramal. Penglihatannya pun kembali. Akhirnya Orion hidup di Kreta dan menjadi seorang pemburu yang gagah. Dewi Artemis pun jatuh cinta pada Orion. Namun tragis, karena pada akhirnya sang Dewi justru membunuh Orion.

*Hm.. Tragic story x(


Yep, that's all the Orion constellation philosophy

:) Happy Sharing!!

Regards!


D.F.


Reference : Langitselatan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar