.

.

.

.

.

.

.

.

Jumat, 31 Oktober 2014

Antagonist

Hai! Selamat pagi menjelang subuh..

Aku bingung. Masih saja menjadi sosok bingung yang ambigu. Dan ujian kemarin itu fix banget neraka jahanam!! HATE.

Dan suasana hati aku kembali tidak baik. Ditambah lagi dengan why she is so selfish, huh?? Sumpah ya aku bingung kalau sebel atau ga suka sama seseorang itu aku harus gimana. Yang aku lakuin ya udah cenderung keep silent aja sambil ketawa maksa, antara terkesan cuek atau takjub!? Ini seperti gunung es. Yup, yang padahal sebenernya di dalam kepala ini aku nge-judgement dia habis-habisan bahkan sampai dia itu menjadi sosok yang BENAR-BENAR RENDAH! di mata aku.

Jahat ya? Iya? hei tapi kan aku ga ngapa-ngapain dia, ga nyelakain dia, huft!
Haha.. Whatever lah. Aku kan antagonist. Sudah sejak dari dulu selalu antagonist haha..
Sosok antagonist sudah biasa menyandang title 'jahat', not a nice and fun person, guy number 3, and unlucky.

(Sa)
      

Rabu, 29 Oktober 2014

Selamat malam menjelang pukul 11.00 WIB

Oh my God! Ternyata udah malem banget. Sumpah engga kerasa -_- kenapa ya sekarang ini gue beneran ngerasa 24 jam itu pendek banget, bentar banget! Yang dari pagi subuh gue bangun, terus siap-siap buat ngampus, dan di kampus riweuh! seriweuh-riweuhnya! pabelieut segala macem, barulah bisa mulai bernafas lega setelah kegiatan di kampus selesai alias bisa pulang ke kosan. Tapi bisa bernafas lega bukan berarti bebas damai dalam arti sebenarnya, karena ke-pabelieutan pun harus berlanjut terjadi di kosan. Mulai dari tugas kuliah yang seabrek, sampe jadwal ujian yang dari jaman nenek moyang engga selesai-selesai juga. Setiap minggu ada aja mata kuliah yang ujian. Dari post tes praktikum, tes unit, tes kinerja, uts teori, uts praktikum, dan seperti tidak ada akhirnya. Ujian matkul yang satu selesai, eh ujian matkul yang lain mengantri. Oh my God -_- 

Minggu ini aja gue harus menghadapi 3 ujian matkul, setelah minggu-minggu sebelumnya juga selalu ada matkul yang ujian. Dan minggu depan masih ada 2 matkul lagi yang mengantri ujian, haha.. Mangkanya sekarang ini gue lagi suka sama kata-kata, "tenang setelah hari ini masih ada hari esok." Itu tuh  maksud sebenarnya kaya gini, "tenang ujian hari ini sudah terlewati, tapi masih ada ujian hari esok x'D" hohoho... 

Mungkin karena terlalu banyak pressure kaya gini, eh jadinya malah kebawa woles. Sebenernya udah biasa juga sih alias udah pernah juga ngalamin pressure yang kaya gini waktu semester 3 dulu. Haha itu juga sumpah semester gila! x'D tapi toh akhirnya terlewati juga. Nah mungkin karena belajar dari pengalaman semester kemarin juga, mangkanya pas sekarang itu malah bawaannya jadi woles. Ya hadapi aja gitu, ada ujian hadapi, ada tugas ya kerjain. Yang bikin stress itu biasanya ya karena dikejar deadline nya itu. Tugas numpuk seabrek, udah gitu deadline nya deket-deketan, jadi kan bingung mau ngerjain yang mana dulu. Ujung-ujungnya mau ga mau ya harus begadang. Ok malem-malem begadang ngerjain tugas, padahal besoknya ada ujian x'D wkwkwk. Mantep deh tambah bikin stress. Tapi sekali lagi, yaudahlah ya woles xP

Haha contohnya aja sekarang, padahal besok ada uts teori fiswan tapi sampe udah malem kaya gini gue belum belajar apa-apa. Sebenernya pertama gue itu bingung mau belajar apa dan kaya gimana. Udah gitu bosen juga, soalnya kalau setiap pas kuliah itu padahal materinya yang udah pernah dipelajari di matkul lain. Cuma karena mungkin karena efek 'bubar klalen'  jadi ya kaya gitu, pas ditanya dosen pada ga bisa jawab. Yang gue inget malah 'iya iya bener, duh ini sebenernya gue inget banget sumpah, gue udah pernah baca di Campbell ada di jilid ini di tentang judul ini, duh gue juga udah pernah bikin catetan tentang itu, ada di buku binder gue di halaman ini'  LOL, ya seperti itulah hal-hal yang justru gue inget, bukan materinya tapi pengalamannya, halaman bukunya, proposisi halamannya, warna-warna catatannya -_-

So, jadi balik lagi, besok ujian fiswan, dan gue bingung. Kalau materi secara umum ya gue ngerti. Intinya mah ini, ini, ini. Tapi kan who knows? soal yang bakal diujikan kaya apa? 
Hahaha.. yaudah, yuk ah belajar! walaupun udah malem, untung nya gue engga ngantuk karena tadi sempet minum sekaleng kopi. Ok, ga ada kata terlambat kan buat belajar? Sejujurnya gue juga bikin postingan ini tujuannya ya supaya gue terstimulus sendiri buat belajar. Toh, kalau emang ga ada hasrat buat belajar, ya ga akan jalan juga belajarnya, jadi ga bermakna gitu. Hehe.. ciee belajar bermakna xD

Eh, tapi ada tujuan lain juga sih. Gue mau keluar dari zona suram, kelam, abu-abu, aura gelap yang selama beberapa hari kemarin itu selalu menaungi diri gue. Oh sh*t! Hurt inside! Sakitnya tuh di dalem! (jleb! ngenes!). LOL. But, I want to move on! move up! Haha.. mangkanya gaya penulisan gue jadi kaya gini. Lebih komunikatif, iya ga sih? udah gitu pake kata 'gue' lagi. Cieee... berasa anak gaul yang terlambat gaul xP. Eiiiitsss... enak aja, dari dulu juga gue suka pake kata 'gue'  ko, coba aja cek postingan gue yang dulu-dulu, yang masih alay wkwk xP *membela diri.

Udah ah! Ntar malah engga belajar-belajar -_-
Semangat pokoknya! Karena engga ada yang nyemangatin, yaudah nyemangatin diri sendiri aja x'D *poor
Sukses! YEAH!

(Sa)

Senin, 27 Oktober 2014

Mahluk Astral

Sering kali aku merasa layaknya aku ini adalah mahluk astral,
transparan, abstrak, tak terlihat atau apapun itu.
Lebih tepatnya bukan 'merasa',
tapi rupanya itu memang kenyataan.
Aku tidak cukup terlihat.

Sepenting itukah?
Seperlu itukah aku untuk terlihat?
Sebutuh itukah untuk terlihat?
Haha..
Betapa itu pertanyaan bodoh.

Just God. Hanya Tuhan yang selalu melihatku.
There is God, that always sees me, notice me.
Maka apalagi yang aku butuhkan?
Ada Tuhan yang menguatkan ku.

(Sa)

Minggu, 26 Oktober 2014

Pretend

Tidak bisa dipungkiri, terkadang kenyataan itu (sangat) pahit.
Aku bodoh. Ya, mungkin.
Nyatanya, selama ini aku tahu.
Sudah sejak saat waktu yang lama aku tahu.
Dan aku terlambat.
Bukan, bukan karena aku terlambat menyadari bahwa aku tahu.
Tapi aku terlambat menyadari, bahwa selama ini aku berpura-pura tidak tahu.

Ya, betapa bodohnya aku.
Kini aku benar-benar meragu, aku tidak lagi berkeyakinan.
Dan aku lelah.

(Sa)

Jumat, 24 Oktober 2014

My Blue Umbrella





If you are the blue umbrella, so, I would be the red umbrella that can heal you. Even, if there is no one that can heal me.

(Sa)

Kamis, 17 Juli 2014

Principle

Hai! Apa yang sedang kamu lakukan?
Terkadang di saat sendiri itu memang kita (*aku) butuhkan dan menjadi saat dimana kita (*aku) benar-benar merasa nyaman. Aku banyak sekali melakukan kesalahan, kecerobohan, kegegabahan, karena sepertinya lidah ku ini telah banyak berkisah kata-kata pada manusia. Iya aku ceroboh. Bahkan di dunia ini manusia bisa menjadi mahluk yang paling tidak bisa dipercaya, bukan? Tidak ada manusia yang benar-benar kita ketahui dirinya 100%. Begitu juga dengan tidak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui diriku 100%. 

Mempercayai orang lain. Sebesar apakah kepercayaan kita pada orang lain? Aku benci menjadi munafik, tapi sepertinya aku sendiri juga cukup munafik. Dari hal kecil saja, sedekat apapun kita pada seseorang, mungkin seorang teman atau bahkan sahabat, pasti ada hal yang kita tidak sukai dari dia. Pasti ada saja hal yang bisa membuat kita tidak nyaman. Bagus kalau langsung ngomong atau komplain ke orangnya, tapi ternyata kalau justru diam-diam dipendam? Ok, itu juga bagus kok, dengan begini maka tidak ada pertikaian dipermukaan. Lalu, sebesar apa hal yang dipendam itu? Haha, ya hanya Tuhan dan orang yang bersangkutan lah yang tahu. 

Dalam suatu hubungan apapun itu, kepercayaan lah yang menjadi pondasi awal. Namun, sayangnya sering kali aku ragu untuk percaya pada orang lain. Aku berkaca dari apa yang aku alami sendiri. YA! Karena aku bukan manusia suci, apalagi setelah hidup selama ini. Mungkin aku juga bukan sosok yang cukup baik, yang selalu berprasangka baik. Dan senantiasa bermanis-manis wajah serta perkataan pada orang lain. 

Ya, aku ini antagonis. Dan selalu antagonis.

Senantiasa bermanis-manis wajah serta perkataan pada orang lain. 
Aku bukan tipe orang seperti itu. Maka sebagai gantinya, aku lebih memilih diam tak berekspresi. 

Jangan mengharapkan apapun dari orang lain.
Prinsip ini lah yang pernah aku pegang dalam menjalani hidup. Jangan mengharapkan apapun dari orang lain. Termasuk saat kita berharap ada orang yang benar-benar bisa dipercaya. 

Dengan prinsip ini lah, aku menjadi bisa berdiri di atas kakiku sendiri. Namun nampaknya kini kaki ku mulai goyah. Hal ini terjadi tanpa aku sadari. Dan setelah menyadarinya membuatku menjadi benci pada diri ini. YA! Aku membenci diriku yang goyah seperti ini. Aku membenci saat dimana ternyata diri ini tergantung pada orang lain. Sungguh aku membencinya!

Jangan percaya pada siapapun.
Membacanya saja terasa kalimat ini begitu kejam. Adakah yang benar-benar bisa melakukannya?
Tidak ada?
Atau haruskah ku ganti pertanyaannya menjadi,
bisakah aku melakukannya?

(Sa)

Rabu, 16 Juli 2014

'D', My Fav Pianist

Oh my God~
Rasanya seperti jantungku berdebar kencang. Apa mungkin aku jatuh cinta? Atau hanya kagum semata? Debaran ini demikian saja muncul saat pertama kali ku dengar dentingan-dentingan pianonya. Tanpa bisa aku kendalikan dan sampai sekarang pun, I'm so melting~ 

Dia memainkan lagu yang sangat aku sukai. Lagu yang sangat menyentuh hatiku, dan membuatku merinding setiap kali mendengarnya. Dan dia memainkannya dengan sangat luar biasa!! Jantung ini pun berdebar sejak dentingan-dentingan pertama itu. 

Bukan lagu ataupun tehnik permainannya, melainkan sosok dirinyalah yang akhirnya membuatku penasaran. Terlebih lagi setelah aku perhatikan, ternyata dia selalu saja memainkan jenis musik seperti 'itu', yang juga menjadi favorit ku. Ya, hal itu membuatku penasaran. Ingin sekali aku bertanya 'why?'. Aku yakin musik itu salah satu media untuk mengalirkan emosi dan perasaan. Dan saat mendengarkannya bermain piano, sesungguhnya aku tidak mau sesumbar mengetahui apa yang dia rasakan. Tapi aku yakin, aku dapat merasakan emosinya. Ya, aku dapat merasakannya.

Aku tahu ini konyol! Apa yang aku tulis dan ceritakan, ini semua benar-benar konyol!! Bahkan aku tidak tahu siapa namanya. Tidak dapat melihat wajahnya dan sosok dirinya dengan jelas. Dia yang berada sangat jauh di sana, tapi aku dengan beraninya mengatakan jatuh cinta? Sesungguhnya ini tidak realistis dan sangat bertentangan dengan idealisme ku. Tapi aku tidak memberontak, melainkan justru membiarkan dan menikmatinya.

Tidak dapat dipungkiri, sejak dulu aku selalu tertarik dengan cowo yang bermain piano. Cowo yang beramain piano itu bukan hanya karena terkesan keren ataupun romantis, melainkan jauh lebih dari itu. Entahlah ini sulit untuk aku jelaskan. Yang pasti, ada nilai lebih tersendiri menurut pandanganku.

Namun, dari sekian aku melihat dan mengetahui, untuk pertama kalinya lah dia yang bermain piano dan berhasil membuat jantungku berdebar. How could it be like this? Oh God~ TT_TT

Yaa, aku menyukainya.
Dia seorang pianist.
Kini dentingan-dentingan pianonya senantiasa mengalun mengisi ruang hidup ku,
menemani keseharianku,
dan aku pun seperti mendambakannya. 


(Sa)

Sabtu, 05 Juli 2014

I'm Nothing

I'm feeling so sad . . .


Nothing special. Yaa.. sepertinya memang tidak ada yang spesial dari diriku ini. Mungkin aku hanya sosok yang membosankan, tidak berkesan, yang tidak lama juga pasti akan dilupakan, atau bahkan justru sudah dilupakan? Hahahha.. 

Ya seperti ini lah rasanya. It feels like I'm nothing.

Aku tidak banyak bicara. Ya aku tau itu. Aku tidak banyak bertingkah. Aku juga menyadari itu. Factually, i'm not a center of attention. I can not be a center of attention. Karena itu, aku pun tidak mengharapkan perhatian dari banyak orang. Ya sama sekali tidak! Tapi yang aku butuhkan hanyalah satu dua orang yang benar-benar peduli dan memperhatikanku.

Apakah itu berlebihan?
Lalu apakah aku terlalu tak nyata?
Hingga sebegitu tidak terlihatnyakah diriku ini?

(Sa)

The 2nd Ramadhan In Bandung

Now is Ramadhan..
Ya, ini adalah Ramadhan ke dua yang aku lalui sebagai anak kosan. Artinya, saat berbuka puasa dan sahur tidak lagi bersama keluarga. Alias sendirian... SENdirian... SENDIRIAN..!! *LOL. Untungnya aku ini bukanlah sosok yang rempong perihal makanan. Aku engga milih2 makanan. Di lidah aku semua makanan itu enak! Ya asalkan belum basi, aku nya emang doyan dan halal aja makanannya, pasti aku makan. Mangkanya, walaupun saat buka dan sahur sendirian yaudah deh aku mah woles aja.. Setiap buka pasti pake air putih, banter-banter teh manis anget ngedadak bikin itu juga. Kalau pas sahur..(?) haha sebenernya ini nih, aku males banget buat makan sahur. Tapi aku selalu bangun di jam-jam sahur. Tapi ya itu males makan. Jadi ya seringnya pas sahur juga aku cuma minum air putih aja (*Ohmaygad!! x'D). Hahaha.. kalau ortu di rumah tau pola makan aku kaya gini pasti aku udah diomelin habis-habisan. Tapi untungnya engga tau :P

Meskipun aku sendirian... SENdirian... SENDIRIAN..!! di kosan, tapi aku engga terlalu excited pulang ke rumah juga. Habis di rumah itu menurut aku malah lebih gaje, ngebosenin dan beneran engga ada gawe. And NO TV!! Okesip engga jauh beda kaya di kosan. TV di rumah ceritanya dirombak atau apalah jadi dipasang parabola gitu, yang nyiarin channel-channel di Arab Saudi. Kebayangkan channel yang ada di TV rumah itu semuanya nayangin kajian-kajian islami, murrotal, shalat berjamaah di Ka'bah atau mesjid dan lain sebagainya. Dan how about me? Yup! aku lebih milih mantengin laptop seharian ketimbang nonton TV kalau begitu. 

Dan di rumah juga, aku selalu bingung mau ngapain? alias engga ada yang excited buat dikerjain. Serasa engga punya temen. Tapi emang aku mah sebenernya engga punya temen main di rumah sih. Mangkanya seringnya juga kalau mau pulang aku kontek-kontekan dulu sama temen-temen SMA aku yang sekarang di Solo, Yogya dan ITB, mereka pada pulang juga engga? Nah baru deh kita bisa main, reunian. Tapi kalau ternyata mereka engga pulang? Sip, ini mah beneran aku yang cuma bisa ngegaje, soalnya di rumah juga seringnya aku malah tetep sendirian... SENdirian... SENDIRIAN..!! Why? It's because di saat aku pulang ke rumah itu tandanya aku libur alias engga ada kuliah, tapi toh orang-orang rumah kan engga ikutan libur jugaa~!!! jadi ya tetep aja mereka pada pergi keluar sedangkan aku nya yang sendirian... SENdirian... SENDIRIAN..!! deh di rumah -___- 

Dan oh iya! Di rumah itu aku engga bisa main biola T_T hiks.. ini yang bikin sedih juga. Mangkanya kalau di rumah aku selalu kangen Resonansi. Kangen latihan bareng, makan bareng, ngegaje (?) bareng. Pokoknya kangen mereka semua~! Jujur ini juga sih yang sering kali menjadi alasan buat aku cepet-cepet balik ke Bandung kalau lagi di rumah. Ya, biar bisa cepet-cepet ngumpul bareng lagi sama mereka, kakak-kakak dan temen-temen Resonansi >_<

Mangkanya kadang aku galau, kenapa aku lebih betah di kosan, di Bandung dari pada di rumah???
Dan jujur, sering kali di rumah itu aku justru lebih merasa stress dan frustasi. 

Tapi enaknya di rumah itu, bisa makan enak sepuasnya sampe kenyang. Mau nasi goreng tinggal bikin. Mau makan apa bisa bikin. Terus engga mikirin nyuci baju, nyetrika baju juga, dan bisa main-main sama kucing aku Roan, Jejen dan Yuufa hehehe :3

(Sa) 

Jumat, 04 Juli 2014

My SCM Playlist

Setelah postingan sebelumnya yang sempat ngebahas tentang musik-musik instrumental various artists k-drama ost, so bisa lihat sendiri kan? (oke, ini pertanyaan yang ga perlu, aneh dan ambigu :3 *abaikan~) SCM music player di blog ini akhirnya aku rombak hahhha.. Playlist yang ada jadinya musik-musik instrumental semua. Yaa memang sih perlu sedikit bersusah payah untuk nyari link nya di youtube, tapi toh ketemu juga kann? hehehe.. padahal masih ada lagi musik-musik instrumental yang mau aku masukin ke playlist tapi aku engga bisa nemuin link nya di youtube T__T. Yahh.. seadanya dulu aja kali yaa.. 

Sekarang di playlist SCM ini juga udah ada The Bali Story instrumental piano yang jadi favorit aku, yang udah dibahas di postingan sebelumnya juga, sampe-sampe aku kasih link downloadnya segala, tapi sekarang mah ga usah di download deh kalau mau dengerin, cukup play di SCM aja hehhehe.. 

Enjoy~
*blog ini jadi bernuansa suram~ kelam~ haha~ O__O

(Sa)

Kamis, 03 Juli 2014

My Fav Playlist


Playlist yang ada di Winamp, itu semua adalah musik-musik instrumental various artists dari beberapa original soundtrack k-drama. Rupanya seleraku tidak berubah masih tetap suka mendengar musik-musik seperti ini. Bahkan musik-musik itu senantiasa berputar nyaris 24 jam dimana ada aku di kosan. Dan musik-musik itu semuanya terdengar menyesakkan. Beberapa temanku juga mengkomplain jenis musik yang aku sukai ini. Ada yang bilang membosankan, bikin ngantuk atau apalah. Bahkan ada juga yang berkomentar suasana kamar kosan aku jadi suram gara-gara alunan musik-musik itu. 

Hahahha.. bagaimana ya? tapi aku justru sangat menyukai musik seperti itu. Ya.. seakan-akan mewakilkan ungkapan perasaan . . . . .

Selain itu, karena mendengarkan musik-musik dari various artists ini jugalah yang menjadi awal dari impianku bermain biola. Ingin sekali bisa masuk ke dalam suatu orkes yang memainkan genre musik seperti itu. Ingin sekali bisa memainkan melodi-melodi itu dan hanyut terbawa alunannya.

Ini dia dua diantaranya yang paling menjadi favoritku. Suka banget!! serasa hati ini tersayat-sayat tiap kali mendengarkannya T_T hiks~
1. The Bali Story - merupakan instrumental piano dari k-drama Memories in Bali
2. Tears In Minuet - dari k-drama You Who Came from the Star
Oh ya siapa tahu ada yang mau coba dengerin juga bisa didownload di sini yaa hehhhehe.. ^^ 

(Sa)

Minggu, 20 April 2014

Semangat Berlatih!

I need more practice..
Yup, that's right! Titanium-Pavane violin 2 bikin jari-jari aku keriting, apalagi yang part pizzicatonya belibet sangattt.. hiks.. Sebenernya aku ga begitu suka mainin pizzicato. Karena selain cangkel, aku ngerasa kalau pizzicato itu kurang dapet feel-nya. Yah entahlah.. dengan kata lain aku lebih suka nada-nada yang mengalun, yang bisa didengar (emangnya pizzicato ga bisa? -_-), diingat dan diresapi. 

Mungkin karena itu saat pertama kali denger arransemen Titanium-Pavane violin 2 aku engga begitu antusias. Karena pizzicatonya, yang terasa dominan dan membuatku pusing mendengarnya. Dan aku pun mengabaikan waktu. Malas? mungkin iya, tapi alasan lebih tepatnya adalah aku bingung mau mulai berlatih dari mana. Ditambah lagi aku yang hingga saat ini masih saja buta not balok. Akhirnya yang aku lakukan adalah bernanana ria.. 

Baru kemarin aku benar-benar berlatih Titanium-Pavane violin 2. Dan aku pusing. Begitu banyak kunci yang menggunakan jari kelingking. Untung rambut aku engga ikutan keriting. Ya ampuun.. ternyata sepertinya aku ini memang bermasalah dengan jari kelingking. Kenapa kelingking ini begitu kaku dan sulit untuk digerakan? Ya benar ini memang sering aku alami. Entahlah, aku juga engga ngerti ada apa dengan kelingking ini? Sungguh sulit sekali untuk menggerakannya :(

Tapi aku akan bertekad. Aku enggak boleh putus asa! Aku harus bisa memainkan Titanium-Pavane violin 2. Semalam bahkan aku begadang karena berlatih pizzicato. Aku juga berulang kali mendengarkan sampel musiknya. Membiarkan nada-nada itu mengalir ke dalam otak ku, membiarkannya meresap dan senantiasa membekas dalam ingatan ini.

Bagitu pun pagi ini, aku masih berkutat dengan Titanium-Pavane violin 2. Untung saja semalam aku sudah mengerjakan dan menyelesaikan tugas kuliah (tumben!), jadi hari ini aku bisa lebih fokus berlatih dan belajar Entomologi (semoga beneran belajar Ento).

Yep! Fighting! I can do it! Aku pasti bisaaa! 
Semangat juga buat partner aku! ^^

(Sa)  

Sabtu, 19 April 2014

Keep It Alone

River Flows In You...
Indahnya, mengalun di hari sepagi ini. Dentingan piano yang berhasil menggetarkan hatiku, menciptakan suatu sensasi yang kian melekat, entah menggambarkan kebersamaan, harapan, dan cinta. 

Intinya, di hari sepagi ini aku sudah menjadi ambigu dengan diriku sendiri. Tak apa, sejujurnya aku sangat merindukan nuansa seperi ini. Mendengarkan dentingan piano dan menulis. Aku selalu menyukai dentingan piano karena indahnya, dan begitu menyejukan didengar. Pagi ini harusnya aku pergi latihan biola, tapi aku menyempatkan diri untuk menulis posting ini. Entahlah. Hanya saja aku ingin menulis. Aku ingin kembali bisa membiarkan apa-apa yang aku rasakan mengalir dengan sendirinya melalui tulisan. Karena hanya dengan tulisan aku bisa mengungkapkan semuanya. Hanya dengan tulisan aku bisa benar-benar meluapkan kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, kemarahan, dan kepedihan yang aku rasakan. Mungkin aku bukanlah tipe orang yang berbagi, atau aku tidak mudah percaya dengan orang lain (?), sehingga aku hanya akan menikmati perasaan-perasaan itu sendiri. Dan ternyata benar-benar sangat menyakitkan jika hanya menyimpan dan memendamnya sendiri. Karena itulah aku menulis. Karena aku tidak cukup berbagi perasaan dengan orang lain. Lebih tepatnya aku tidak membiarkan diriku untuk berbagi perasaan dengan orang lain.

Dan inilah diriku, yang justru tertawa-tawa saat menceritakan kepedihan yang aku alami. 

Hahahaha.. cukup. Baiklah, sepertinya aku harus pergi, karena Spiccatoris telah menanti :)

(Sa)

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian)

Idealis Penyelaras (saya tipe kepribadian)

Jumat, 18 April 2014

Birthday, Worth It?

Kemarin adalah ultah Roan dan Yuufa, sekarang mereka genap 1 tahun. Kangen deh, pengen banget ketemu mereka, peluk mereka, cium mereka, dan udah pasti mereka akan meraung-raung (?) melepaskan diri dari kuu. Hiks sedihnyaa.. Iya kan, itu tandanya mereka merasa asing dengan aku. Mau gimana lagi, sekarang aku tinggal berjauhan dengan mereka. Aku engga bisa ketemu mereka tiap hari. Aku engga bisa ngelihat mereka bobo dengan lucunya. Aku engga bisa selfie bareng mereka juga. Intinya begitu banyak momen yang terlewat antara aku dengan mereka, sediih.. 

Terkadang aku merindukan saat-saat dimana aku hanya berada bersama kucing-kucing ku seperti dulu. Disaat aku jatuh cinta, sedih, kecewa, marah, sakit, aku akan duduk menyendiri di belakang rumah bersama kucing-kucing ku sambil mendengarkan musik-musik instrumen kesukaanku. Dan disaat aku tidak sanggup lagi menampung perasaan ini, aku akan menceritakannya pada mereka, bahkan menangis dihadapan mereka, meluapkan segala perasaan ini. Mereka ibaratkan malaikat, jiwa-jiwa kecil yang suci, yang aku percaya untuk mendengarkan segala keluh kesah ku.

Roan, Yuufa, selamat ulang tahun! Bahkan sepertinya hanya aku yang mengingat hari ulang tahun kalian. Tapi kalian tidak perlu bersedih, aku akan senantiasa mengingat hari kelahiran kalian, karena bertepatan dengan sehari setelah ulang tahunku hehhehe.. Jangan khawatir, kita sama, begitu juga dengan hari ultah ku, tidak ada seorang pun orang rumah yang mengingatnya, dan aku sudah melaluinya sejak saat yang lama, entahlah tepatnya kapan, mungkin sejak saat aku kelas 1 SD. Jadi jangan bersedih, lain kali kita akan merayakan ulang tahun bersama, ya?  

Andai saja bisa, sebenarnya ingin sekali tahun ini kita berulang tahun bersama, karena rasanya tidak adil bagi kalian. Aku merasa sangat terharu di hari ultahku tahun ini. Sungguh. Untuk pertama kalinya dalam sejarah ulang tahunku, ada orang lain yang mengingatnya. Aku memang tidak mencantumkan hari ultah di jejaring sosial, karena aku ingin mengetahui adakah yang benar-benar memperhatikanku? Aku tidak butuh yang hanya sekadar ucapan, melainkan adalah perhatian, kepedulian dan ketulusan. Karena bahkan aku tidak mendapatkan itu dari keluargaku di hari ultahku. Dan begitulah, ternyata tidak ada seseorang yang cukup memperhatikanku, baik itu keluarga maupun teman dekatku, (mungkin sebenarnya, ternyata kami tidak benar-benar dekat?), padahal aku senantiasa mengingat ultah mereka. 

Aku pun tumbuh menjadi sosok yang tidak mengenal istilah hari ulang tahun. Aku tidak lagi mengucapkan selamat jika ada teman yang berulang tahun, karena aku juga tidak membutuhkan ucapan darinya. Setiap hari ulang tahun, aku selalu melaluinya sendiri. Tanpa teman, tanpa ucapan, tanpa kue dan hadiah. Aku hanya berdiam diri di kamar, merenung, mendengarkan instrumen musik, menulis, dan menangis entah sebenarnya apa yang aku tangisi. Karena begitu banyak hal yang membuat hatiku perih.

Entahlah. Miris memang. Aku tidak mengerti. Yang pasti, hal itu membuatku tumbuh menjadi sosok yang dingin. Aku tidak ingin diperbudak dengan perasaan-perasaan itu. Aku pun mengabaikannya. Menganggap semua itu tidaklah berarti. Dengan demikian lah aku merasa kuat. Ya tentu saja, bagaimana tidak, bahkan aku bisa mengabaikan perasaan ku sendiri. Betapa aku ini adalah sosok yang kuat, bukan?

Namun rupanya, aku bukanlah sosok yang kuat seperti apa yang aku rasa. Ya, hati ku, nyatanya hati ini rapuh. Meskipun aku merasa telah menjadi seseorang termunafik di dunia karena telah begitu banyak mengorbankan perasaan, tapi rupanya itu tidaklah cukup untuk tidak menghadirkan kepedihan di hati ini. Ternyata aku iri. Melihat teman-teman yang mendapatkan kejutan dan hadiah di hari ulang tahun mereka. Dan yang lebih parah adalah ketika temanku berulang tahun dan aku melihat dia mendapatkan hadiah boneka yang besar dari kakaknya. Ya Tuhan, demi apapun sungguh aku merasa begitu pedih menyaksikannya. Saat itu yang aku lakukan hanya terdiam, lantas tersenyum. Sekali lagi aku berusaha untuk mengabaikan apa yang aku rasakan. Betapa perasaan ini begitu mengganggu. Jangan mengharapkan apapun! Aku tidak boleh mengharapkan apapun! Biarlah, hal itu memang bukan milik ku dan tidak akan pernah terjadi pada ku. 

Tidak ada kehidupan yang sempurna. Ya, benar. Anggaplah aku yang ternyata memang kurang bersyukur. Sudah garis Langit, aku yang terlahir di tengah-tengah keluarga ini. 

Walaubagaimanapun, di hari ultahku tahun ini, aku merasa begitu bahagia dan bersyukur. Karena aku memiliki keluarga lain yang memperhatikanku. Meskipun mungkin bagi orang lain, apa yang keluargaku lakukan adalah hal yang biasa dan wajar dilakukan di hari ultah seseorang, tapi bagi aku tidak. Bagi aku ini semua, yang mereka lakukan adalah suatu hal yang sangat berkesan dan berarti, untuk pertama kalinya terjadi di hari ultahku. Sungguh membuatku terharu, aku tidak akan melupakannya. Kenangan indah, ukiran sejarah dalam kehidupanku. Terima kasih. Terima kasih banyak. Mungkin mereka tidak akan pernah tahu betapa hal sederhana yang mereka lakukan, mampu menorehkan kenangan yang begitu dalam di hatiku, dan aku sangat berterima kasih akan hal itu, atas semuanya.  

Terima kasih banyak.
I love Resonansi
I love airing
I love my family 

(Sa)

Minggu, 06 April 2014

I think I'm Change

Laper bangeeeet, tapi karena harus berhemat jadilah makan apa aja yang tersedia di kosan tercinta ckckck~ dan karena kemarin-kemarin aku sempet beli roti tawar, kebetulan masih ada selai strawberry, so sarapan aku pagi ini adalah roti tawar pake selai strawberry hehe.. 

Ok! Nonsense! Hal di atas itu nonsense. Ngapain coba aku cerita-cerita segala tentang sarapan? yang bahkan bukan dengan hidangan spesial. Hohoho.. Itu karena aku bingung mau cerita apa lagi. Padahal sebenarnya ada banyak hal lain yang aku rasakan, tapi aku justru bingung menceritakannya. Gimana dan mulai dari mana. 

Kalau diperhatiin juga, dari tahun ke tahun blog ini semakin sepi posting. Yang berarti menandakan semakin jarang juga aku cerita-cerita di blog ini. Aneh. Ya, aku sendiri heran. Karena seringnya itu setiap kali aku udah buka blog dan memulai entry baru, aku justru diam, bengong, bingung mau posting apa. Padahal sebelumnya, saat aku masih SMA, postingan yang aku tulis bisa sangat-sangat panjang. Aku menceritakan banyak hal, segalanya, dari yang emergency sampai yang nonsense sama sekali. Tapi ya aku engga peduli. Aku hanya terus menceritakannya saja, apa yang terjadi padaku dan apa yang aku rasakan. Dan melakukan itu sungguh membuat aku lega. Haaah~~ Tapi sekarang? Mau yang emergency ataupun nonsense sekali pun, semuanya engga lagi aku ceritakan. Cish! Kenapa ya aku jadi begini? :( hiks asa jadi sedih jadinya. Diri aku udah berubah. Bahkan engga lagi jujur dengan diri sendiri :( Padahal aku merasakan kesenangan, kesedihan, kesakitan, kepahitan, kekecewaan, ketakutan, tapi semuanya itu engga lagi aku ceritakan bahkan pada diriku sendiri :( hiks hiks hiks hiks. 

Awal aku membuat blog ini juga aku engga peduli apakah akan ada yang membaca atau tidak. Tapi lebih tepat sebenarnya aku engga butuh pembaca. Postingan-postingan di blog ini juga tentang kehidupan aku, cerita-cerita aku, perasaan aku, dan karena waktu itu aku tidak cukup punya teman untuk berbagi (*ihh kasian banget ya?) jadilah aku membuat blog ini dan menceritakan banyak hal di blog ini. So, yaudah blog ini ya hanya tempat, rumah aku untuk meluapkan apa yang aku rasakan. Dan dengan demikian aku merasa jujur karena sudah meluapkan segala kepenatan, itu membuatku lega. 

But, now? Rumah ini seperti sudah lama ditinggalkan pemiliknya. Alias, blog ini udah sepi dari postingan. Aku engga lagi cerita-cerita atau mewek-mewek segala macemnya seperti apa yang biasa anak cewe lakuin. Padahal banyak kisah yang terjadi padakuuu, dari yang manis pahit sampai yang asem kecut, but tetap aja, there is not new entry!!!!! Ihhh... ko kenapa aku jadi kaya giniii?? >_< sebel sendiri jadinya kaan..  

Apakah seseorang itu, semakin dewasa maka semakin tidak jujur?

Bisa jadi, bisa jadi. 
Dan sebenernya juga, awal aku menulis posting ini itu penuh dengan paksaan dalam diri. Mangkanya postingan ini diawali dengan hal gaje. Karena tetap, seperti ada suara yang begitu dalam, yang mengatakan (*atau lebih tepatnya memaksa)

"Tulis! Tulis! Tulis! Tulis sesuatu! Pokoknya harus menulis sesuatu! Apapun itu!"

Iya benar, seperti itu lah suaranya. Suara yang terus menyuruhku untuk menulis. Dan aku lumayan tidak menyangka tulisan ini bisa sudah sepanjang ini. Prutku pun semakin berteriak kelaparan. Dan benar saja aku sudah semakin lapar. Gara-gara menulis ini aku jadi mngabaikan roti tawar dan selai strawberry yang terletak tepat di samping ku. Sesekali aku melirik mereka, ingin segera membuat dan melahap roti untuk menyumpal perut yang terus saja berteriak. Tapi nampaknya aku terlalu teguh (?) untuk menulis ini, menyelesaikan postingan ini. 

Oke! Begitulah kronologisnya (?) 
Hari ini Minggu. Coba ada TV, aku berharap bisa menonton kartun. Tapi sayang di sini tidak ada TV, lagi pula walaupun ada, aku tidak yakin masih ada stasiun TV yang menayangkan film kartun di hari minggu. Ya, memang sekarang ini banyak hal yang berubah dan itu menyebalkan. Karena tidak ada TV dan tidak bisa nonton kartun, ya harusnya aku mengerjakan tugas, iya ga sih? 
Hahahaha.. 

Baiklah. Hari Minggu ini akan jadi hari minggu yang menyenangkan, karena banyak hal menyenangkan yang bisa aku lakukan. :D  

Smile! ^_^

Titik Jenuh

Diri aku ini memang aneh. Ada yang salah, tapi aku sendiri tidak tahu hal apa itu. Fiyuuuuh~~ sekarang aku seolah kehilangan banyak hasrat, terutama untuik kuliah. Mata kuliah yang gaje, tugas-tugas yang juga gaje. Bahkan hingga hari ini pun aku belum mengerjakan tugas, padahal deadline nya juga hari ini. Parah! Gimana yaa.. bukannya aku sibuk (tapi mungkin sok sibuk), aku sama sekali engga sibuk, tapi karena memang tidak berhasrat, tidak ada keinginan untuk mengerjakan. Bahkan yang lebih parah, kesenangan untuk belajar pun seakan lenyap. Ya, mungkin itu yang akhirnya membuatku enggan mengrjakan tugas, karena keinginan untuk belajarnya pun entah sedang kemana. Oh my God.. why? what's wrong? Kondisi seperti ini sungguh menyebalkan, karena pada akhirnya aku justru seperti mendapatkan tekanan. Apa mungkin aku sedang berada di titik kejenuhan? Hah! Kenapa tahun kedua itu selalau membuat aku jenuh? 

aaaaaaaaaaarrgh~~~!!!!! pengen teriaaaaaaak~~!! Ini sungguh menyebalkaaaan!!

Minggu, 30 Maret 2014

I'm a blogger

Sebenernya akhir-akhir ini aku bingung ngurusin blog. Yup! karena saking banyaknya, bahkan lebih dari 5 lapak yang aku punya. Cish.. ya ampuun parah banget sih aku ini, punya lapak sebanyak itu buat apa ajaa? Mangkanya aku pun jadi kelimpungan. Kemarin-kemarin juga aku mutusin buat nengok blog-blog aku, dan masalahnya adalah, saking terlalu lamanya engga diurus alias dibuka, aku jadi lupa email dan password apa yang aku pake. LOL. Dan yang paling bikin pusing adalah waktu mau nemuin blog aku yang ngebahas tentang Chen. Udah email dan passwordnya aku lupa, ditambah alamat blogspotnya juga aku lupa!! Sumpah parah bangeeet~ akhirnya aku ingat-ingat aja di sana pernah posting apa, terus aku coba search di google, hahaha konyol banget, tapi untung akhirnya ketemu. Dan setelah ketemu, ternyata masalah belum berakhir. Aku engga bisa log in! Beneran lupa banget emailnya apa, sampe segala macem email yang aku punya aku coba dan tidak ada yang membuahkan hasil. Oke, stuck bangeeet!! Nyesel juga kenapa bikin blog tapi pake email yang lain. Dan karena memang terlalu berharga (mereun) posting-posting yang ada di sana (yaiyalah, kan tentang Chen) akhirnya aku tidak berputus asa. Yup! terus coba lagi. Coba lagi. Coba lagi. Dan yippe!! akhirnya aku bisa log in =D hehehe.. Faktanya, ternyata email yang aku pake di blog itu bukan yang dari yahoomail, tapi gmail -_- cish! ampun banget deh keterlaluannya aku ini, emang aku ini punya satu alamat di gmail dan rupanya aku jadiin email buat bikin blog.

OKE. Masalah pun terselesaikan. Sekarang aku pun memutuskan buat ngebenerin semua blog yang aku punya. Alias ngedelete. Eitss, tapi tenang dulu, engga semua blog aku hapus lah. Gila aja kalau semuanya, yaa walaupun kebanyakan tulisan-tulisan aku di blog itu nonsense tapi cukup layak lah buat jadi ukiran tinta(?) sejarah dan perjalanan hidupku (*eaaa... mulai lebay)

Intinya mah, aku kerepotan ngurusin banyak blog. Jadi ada blog yang aku hapus, tapi postingannya aku copy dulu ke blog yang akan survive alias blog ini.

So sekarang aku cuma punya dua blog di blogger Drizzle Sweet dan Sparks Fly
dan di tumblr ada Just WordsDelipictNisa Chepmunk dan HappyChenChen

ya ampuun, ko aku punya banyak banget tumblr yaa..? -_- haha apalagi engga kebayangkan waktu itu aku punya blog di blogger sampe empat dan dengan email yang berbeda, yaa gimana aku ga kewalahan -_-
tapi kalau tumblr mah engga bikin aku repot, cz semuanya emailnya sama, jadi sekali log in ya otomatis bisa log in ke semuanya juga hehe...

Yah begitulah kronologisnya.. mengapa tiba-tiba di blog ini banyak postingan-postingan baru yang rasa-rasanya nonsense alias gaje. Dan untuk sekarang, blog atau tumblr yang eksis aku urus yaitu masih tetep blog legendaris ini Drizzle Sweet dan Just Words

OK. That's all.. Thx.
(Sa)

Minggu, 23 Maret 2014

Neomu Neomu Kyeopta Namja

kkk~ saat seseorang ngejewer kupingnya sendiri. yaa~ pabo namja yaa~ !
temo, saranghanda~ 




kenapa aku merasa perih, setelah mengingat kembali apa yang selama ini aku alami. senyum itu, akankah aku bisa merasakannya lagi? ingin menangis, tapi mata ini terlalu kering hanya untuk mengeluarkan setets air mata saja. ataukah, aku yang memang terlalu sangsi untuk menangis? begitu beku sampai-sampai aku tidak mengerti. Perasaan apa ini? Mengapa dada ini sesak?

Panggung sandiwara yang selama ini aku pijak, kelak akan aku tinggalkan. Aku tidak menyangka akan merasa begitu beku saat melangkah untuk meninggalkannya. Pada akhirnya tanpa perlu aku perintahkan pun, dengan sendirinya waktu yang akan menyeretku jauh. Aku tidak rindu. Aku hanya tidak menyangka. Dan kini aku mulai merasa asing. Dingin yang begitu menyengat. Apa semua ini hanya sementara? Hanya sebuah momen yang umum dirasakan oleh sosok yang labil? Maka aku hanya perlu tidak mempedulikan perasaan ini, karena perlahan pasti akan menghilang.

Apapun itu. Bagaimanapun itu. Yang jelas aku mempertanyakan satu hal. Beginikah rasanya mengenang.