kenapa aku merasa perih, setelah mengingat kembali apa yang selama ini
aku alami. senyum itu, akankah aku bisa merasakannya lagi? ingin
menangis, tapi mata ini terlalu kering hanya untuk mengeluarkan setets
air mata saja. ataukah, aku yang memang terlalu sangsi untuk menangis?
begitu beku sampai-sampai aku tidak mengerti. Perasaan apa ini? Mengapa
dada ini sesak?
Panggung sandiwara yang selama ini aku pijak,
kelak akan aku tinggalkan. Aku tidak menyangka akan merasa begitu beku
saat melangkah untuk meninggalkannya. Pada akhirnya tanpa perlu aku
perintahkan pun, dengan sendirinya waktu yang akan menyeretku jauh. Aku
tidak rindu. Aku hanya tidak menyangka. Dan kini aku mulai merasa asing.
Dingin yang begitu menyengat. Apa semua ini hanya sementara? Hanya
sebuah momen yang umum dirasakan oleh sosok yang labil? Maka aku hanya
perlu tidak mempedulikan perasaan ini, karena perlahan pasti akan
menghilang.
Apapun itu. Bagaimanapun itu. Yang jelas aku mempertanyakan satu hal. Beginikah rasanya mengenang.