.

.

.

.

.

.

.

.

Minggu, 23 Maret 2014

kenapa aku merasa perih, setelah mengingat kembali apa yang selama ini aku alami. senyum itu, akankah aku bisa merasakannya lagi? ingin menangis, tapi mata ini terlalu kering hanya untuk mengeluarkan setets air mata saja. ataukah, aku yang memang terlalu sangsi untuk menangis? begitu beku sampai-sampai aku tidak mengerti. Perasaan apa ini? Mengapa dada ini sesak?

Panggung sandiwara yang selama ini aku pijak, kelak akan aku tinggalkan. Aku tidak menyangka akan merasa begitu beku saat melangkah untuk meninggalkannya. Pada akhirnya tanpa perlu aku perintahkan pun, dengan sendirinya waktu yang akan menyeretku jauh. Aku tidak rindu. Aku hanya tidak menyangka. Dan kini aku mulai merasa asing. Dingin yang begitu menyengat. Apa semua ini hanya sementara? Hanya sebuah momen yang umum dirasakan oleh sosok yang labil? Maka aku hanya perlu tidak mempedulikan perasaan ini, karena perlahan pasti akan menghilang.

Apapun itu. Bagaimanapun itu. Yang jelas aku mempertanyakan satu hal. Beginikah rasanya mengenang.