.

.

.

.

.

.

.

.

Kamis, 24 Juni 2010

A Dreamer But Not Just Dream

Engga kerasa, udah satu tahun berlalu. Kehidupan gue setahun belakangan ini sungguh berbeda. Engga bisa gue sangka. Ya, kehidupan gue yang sesungguhnya. Menjadi penentu bagi diri gue sendiri. Sekali lagi gue ucapin thanks to Allah. Gue akhirnya bisa mengerti tentang kehidupan. I belong to Allah, I still life so I have a lot of problem. But I'm sure that Allah loves me. Setelah setahun ini gue bisa merasakan kasih sayang Allah sesungguhnya. Gue yakin, sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Dan gue benar-benar merasakan itu.

Mimpi. gue ingin mejadi seorang pemimpi. Gue engga boleh takut untuk bermimpi. Gue harus terus bermimpi. Mimpi adalah awal dari motivasi. Gue akan berusaha meraih mimpi itu. Allah ada bersama gue. Allah akan menuntun gue, memberikan jejak-jejak menuju mimpi itu.

Rabu, 16 Juni 2010

Tuesday, 05.01.10, 23:20

Udara yang menerpa tubuhku ringan
dibawah alunan melodi yang senantiasa merangkul tubuhku
ku taruh sesuatu diatas kepalaku saat terlelap
entah mengapa, itu membuatku nyaman

di tengah malam ini aku terhanyut
berusaha mencari duniaku sendiri
Pikiranku penuh dengan hal-hal konyol
sungguh membuatku muak!

ku dengar kembali alunan yang sangat pahit
benar-benar menyeret paksa tubuhku
alunan yang sangat sulit untuk diungkapkan
namun sangat menusuk!
memberikan rasa sakit atau bahkan kegembiraan

sendu air bergema
ku temukan saat yang damai
tak berkesan

"In The Middle Of Summer"
rasanya aku mendengar kalimat itu
kata-kata yang sekejap saja menghilang

kini aku kembali ke duniaku
seperti terseret arus yang kuat
namun aku tidak berusaha bangkit
arus itu memberi sesuatu dalam hatiku
yang selalu membuat tubuhku bergetar

hasrat yang bisa muncul denga tiba-tiba
hasrat untuk terhanyut dalam alunan mengungkapkan rasa
dan aku pun lelah

Tuesday, 05.01.10, 23:20

Senin, 14 Juni 2010

Pena.. Hate oR Love ??!

I love books, I love libraries, I love drawing, I love reading, I love classic, I love music, I love Muse, I love chocolate, I love ice cream, I love lollipop, I love lotus, I love autumn, I love snow, I love photography, I love Italy, I love clouds, I love rain, I love red, I love fireworks, I love games, I love anime, I love cartoon, I love dreams, I love peace, I love stories, I love writing, I love pencil, and I HATE PENA, don't I??

Happines is a Choice

Selama ini gue engga sadar kalau hidup gue ini just FLAT!!
Tapi gue bersyukur, GOD ngasih petunjuk pada gue. Beberapa hari yang lalu gue merasa hampa banget. Terlebih lagi ibu gue pergi ke Jakarta buat menghadiri acara wisuda S1. Gue benar-benar kosong. Apa yang ada pada hidup gue belakangan ini?? Gue tepat banget meneteskan air mata ketika gue baca tulisan-tulisan yang ada di diary gue. Gue baru sadar, sekarang ini hidup gue engga lebih dari hanya sekedar black and white. Gue engga menemukan lagi cerita-cerita di diary gue. JUST EMPTY PAGES!! Jauh dari kehidupan gue yang dulu, penuh kisah dan berwarna. But now, NOTHING!! Engga ada yang perlu dikenang, atau bahkan engga pantas untuk dikenang. GOD, gue sedih banget dengan kenyataan ini. Semua yang gue miliki dulu, sekarang engga berbekas sedikit pun. Hanya kepiluan yang hadir saat gue cuma bisa mengenangnya kembali. Waktu cepat sekali berlalu. Dan memang lebih baik cepat berlalu, kisah yang sepi tanpa arti.

Gue engga mau berlarut-larut. Sudahlah, gue engga perlu ngebutuhin apa yang engga ada. Kehidupan gue yang sebenarnya adalah kehidupan gue saat ini.

Let me tell. This is the time of my life. Now, I want to be a happy girl. Yeaaaah..!! I'm a happy girl.!! Just...

LIFE, DREAMS, AND PEACE. FIGHTING!!!


Thanks God for your kindness..

Minggu, 13 Juni 2010

New Account

Guys!! Haha.. gue baru bikin akun di Twitter. Gilak yaa.. NORAK!! hehe... Enggak apa-apa sih. Sebelumnya gue aktif banget di Facebook, tapi setelah gue tahu ternyata dibalik Facebook itu apa.... Huh! Bikin gue kesel!! Tapi gimana yaaa... Gue belum bisa delete akun facebook, so gue bertekad untuk pasif sama yang namanya FACEBOOK!!!!

Alasan gue belum bisa delete akun Facebook sederhana aja sih. Gue enggak takut bakalan dibilang enggak gaul, gaptek atau apalah, ketinggalan info dari teman-temanlah, aaagh.. I don't care!! So, apa alasan gue sebenarnya????!! JUST SIMPLE..

Gue belum bisa berhenti main game Facebook!!!
Haha.. Gue maniak game emang. Sumpah deh! Bener! Gue ngerasa nyaman kalau main game.

Ya. Final, gue mutusin buat bikin akun Twitter. Gue cuma pake Facebook buat main game. Ok!! Guys.. Ini akun Twitter gue

@nisakomaryah

Terserah sih mau follow atau enggak (Haha.. emangnya penting ya follow?). Enggak!! Enggak penting banget sumpah!!!

Yaudah deh, terserah ajah pokoknya mah. Tapi kalau follow, tenang aja, gue bakal follback kok...



Yup Guys!! Thanks..... :D

Sabtu, 12 Juni 2010

MIND WRITING

Hellow hellow hellow..!! Haha akhirnya gue bisa lnjutin posting gue lagi. Yup!! gue masih punya utang tentang buku MIND WRITING. Nah sekarang, ini baru posting tentang MIND WRITING yang sesungguhnya. Eh, tapi gimana yaa..?? Guys, gue belum selesai baca MIND WRITING, udah hampir dua minggu lebih,(Gilee!! setebel apa sih bukunya?). Enggak, enggak tebel, biasa aja kok, standar suerr! (Lah sih? haha.. so busy right?) No, no, no!! Haaah... gue ketagihan main game tau!! So, gue lebih sering ngegame daripada baca. I'm a gamer, haha..(autis!!)

Ok! ngalor ngidul lagi tuh kan?! Kembali ke tema, MIND WRITING!! GUe baru baca dua bab. Parah! Kerjaan gue akhir-akhir ini ya ngegame. Mm.. ga apa-apa deh, gue akan tetap ngasih tau apa aja yang udah gue dapet dari MIND WRITING.

First, gunakan teori 5W+1H untuk mengembangkan tema tulisan kita. (ya. ya. udah pernah diajarin sama guru bahasa Indonesia)

Second, Saat kita menulis, jangan pedulikan Omongan "Otak Kritis".
Mm... Apa ya maksudnya?? Buat kalian yang masih merasa bingung dengan pernyataan diatas, gue akan menjelaskan. Hal pertama "Otak Kritis", guys, benar banget setiap gue menulis pasti otak kritis gue bicara, dan kadang-kadang gue justru terpengaruh dengan otak kritis gue. Hal inilah yang ternyata kurang baik. Ok, sebenarnya apa sih otak kritis itu? Otak kritis adalah dorongan yang timbul dari otak kita untuk memperbaiki atau mengoreksi tulisan yang sedang kita kerjakan. Nah, inilah yang sering membuat kita untuk ragu dalam menulis. Otak kita mempunyai nalar atas kesalahan-kesalahan yang mungkin kita lakukan. Saat kita menulis sering kali kita membaca ulang tulisan kita, memikirkan penggunaan kata atau kalimat yang efektif atau bahkan dapat membuat kita berfikir ulang atas tema yang kita buat. Ya! Trouble maker. Olehkarena itu, saat menulis kita harus melakukannya satu-parsatu agar kita bisa konsisten. Selesaikan dulu tulisan kita, setelah itu baru kita koreksi. Abaikanlah otak kritis kita sejenak. Karena sesungguhnya dialah yang sering menghambat ide-ide yang muncul. Otak memang penting, tapi ada kalanya bagi dia untuk mengkritisi tulisan kita dan juga untuk kita istirahatkan.

Hal-hal diatas sangat membantu gue dalam menulis. Ternyata benar banget tentang si otak kritis itu. Yup! Untuk sementara kita abaikan otak kritis kita.

Next. Guys, ternyata buku MIND WRITING ini engga hanya memberikan teori pada kita sang pembaca, tapi juga langsung dengan praktik. Istilah lainnya, "TASK"

(Hah? Tugas? Ya ampuuun!)
Haha.. mungkin ada dari kalian yang langsung berkata seperti itu. Kalau kita mendengar kata tugas, kita biasanya langsung malas. Tapi "TASK" yang ada di MIND WRITING ini beda loh. Malah bikin kita penasaran untuk melakukannya. Mm... emang TASK yang ada di MIND WRITING apa aja sih?? Sejauh ini gue baru dapat tiga TASK (Yaiyalah, baru juga baca dua bab). Ok, langsung aja pada TASK pertama..

Pertama-tama, Gue disuruh untuk menyiapkan dua lembar kertas kosong ukuran folio atau kwarto, pulpen untuk tanda tangan, dan jam atau stop wacth. Setelah itu baru pemberian tugas.

Tugas Pertama. Pegang pulpen menggunakan tangan kanan. Tataplah kertas, atur stop wacth dan mulailah menggoreskan tanda tangan. Penuhi lembar pertama dengan tanda tanagan SECEPAT-CEPATNYA! Setelah selesai, lihat waktu yang diperlukan.

Tugas Kedua. Pegang pulpen menggunakan tangan kiri. Tataplah kertas, atur stop wacth dan mulailah menggoreskan tanda tangan. Penuhi lembar pertama dengan tanda tangan SECEPAT-CEPATNYA! Selesai? Maka segeralah kita lihat waktunya.

(Mm... Bingung??? Sebenarnya untuk apa sih tugas-tigas sepeti itu?)
Pertanyaan bagus guys!

Jumat, 11 Juni 2010

Test Test Test. How About Writing?

AAAaaaaaaaaagh!! gue engga tahan lagi, Udah lama banget gue absent nulis. huhuhu.. di sekolah gue lagi ada test kenaikan kelas, so konsentrasi gue terbagi. Gue jadi bingung. Banyak banget yang pingin gue tulis. Tapi gue mesti tahan, coz kalau udah nulis, gue bisa lupa diri, dibaca*Long.

Pokoknya buanyak, buanyak banget. Yah berhubung gue engga bisa ngepost yang panjang-panjang kaya posting-posting gue sebelumnya yang udah panjang bejibun, kali ini gue cuma pinging melampiaskan kerinduan gue akan menulis. Yaudah deh, segini ajah, jangan panjang-panjang. Pas liburan, baru gue capcus writing lagi :D

Oh iya.. semoga hsil test gue bagus dan gue bisa naik kelas dengan nilai yang bagus juga. Kan engga sia-sia selama ini gue absent nulis... Haha..!(garing)

Minggu, 30 Mei 2010

Looking For

Buku.. Buku.. Buku..
Gue suka buku, apalagi novel. Gue selalu bermimpi, suatu saat nanti ingin sekali rasanya membangun sebuah perpustakaan dan taman bacaan yang besaaar. Hobi gue sendiri mengoleksi buku. Gue juga sedang membuat mini library di kamar. Namanya juga mini jadi bukunya juga msih sedikit. Engga apa-apa deh nanti juga banyak.

Buku terakhir yang gue beli judulnya MIND WRITING karya Herien Priyono. Gue beli kalau engga salah tanggal 27 Mei 2010. Engga sengeja sih, awalnya gue ke Gramedia buat nyari novel karya Ilana Tan. Pas gue di sana, gue hampir-hampir frustasi nyari novelnya Ilana Tan. Huaalah..! Engga ketemu-ketemu. Gue kecewa banget. Padahal baru beberapa hari yang lalu gue ke Gramed novelnya masih ada. Tapi gue engga beli gara-gara..? biasa krisis ekonomi gitu. Giliran gue udah engga krisis ekonomi, eh malah novelnya keburu engga ada. "Haabis?" Gue bertanya sendiri setengah ga percaya. Yang bisa gue jawab dari pertanyaan gue sendiri cuma "Oh My God!". Sebel!! Udah lama banget gue pingin beli novel Ilana yang Spring in London dan Autumn in Paris. Gue pingin buletin koleksi novel Ilana. Yaah.. Rencana emang rencana, engga selamanya lancar. So, gue bengong, ngukur lantai Gramedia. Mondar-mandir kaya setrikaan. Ya udah gue pulang.

Beberapa hari kemudian.
Gue balik lagi ke Gremedia. Kali ini gue engga sendiri, gue pergi sama teman. Napa ya gue balik lagi??? Hahaha.. Gue masih penasarn rupanya. Gue engga bawa uang sama sekali kebetulan juga gue baru pulang sekolah. Gue cuma mau mastiin kali aja sekarang novelnya Ilana udah ada. Begitu sampai Gramed, gue langsung clingak-clinguk. Duh mana ya?? Kedua mata gue kerja rodi. Alhasil, gue compong untuk kedua kalinya. Hah? Engga ada juga? Busset dah!! Heran deh, padahal yang Spring in London kan baru rilis bulan Februarai, ko sekarng udah susah banget dicarinya? Apa saking larisnya gitu? Huhuhu... Gue kecewa banget. Gue pun berkomat-kamit dalam hati sebelum akhirnya gue benar-benar SHOCK!!! Gue melongo, COMPONG!!! Hah? yang benar aja? Hati gue seperti remuk. Ya! mata gue tepat nemuin kumpulan novelnya Ilana di atas meja Best Seller. Tapi bukannya bikin gue seneng, ini malah bikin gue.. Aaargh! Aaargh! Aaargh! Sial!! (HISTERIS!)!

Box Set Ilana Tan


Setengah sadar gue meringis dalam hati. Aaaargh sebel!! Ko novelnya dipaket-paketin gini?? Harus beli empat novel sekaligus?? Oh tidaak!! Haha..(garing) ni novel ngerjain gue banget deh. Gue kan udah punya yang Summer in Seoul dan Winter in Tokyo. Kalau beli yang paketan, masa gue beli lagi?? Huhuhu... Hati gue naik turun. Gue pun cari hiburan lain ikut teman gue ke bagian psikologi. Lumayan, hati gue lebih tenang. Gue baca beberapa buku psikologi. Pandangan gue beralih pada rak buku psikologi terapan. Nah! Tepat pada saat itu gue lihat buku yang judulnya MIND WRITING. Gue langsung ambil. Sedikit baca sinopsis cover belakang buku itu. Hati gue beregetar (jeng-jeeng). Gue langsung tertarik. Gue mau beli buku ini. Eh, tapi gue engga bawa uang cukup. Yah, mesti ditahan lagi deh. MIND WRITING, semoga kita berjodoh ya??

Seminggu kemudian
Yeaaaah!! Gue udah engga krisis ekonomi lagi nih. Gue bertekad untuk ke Gramedia beli MIND WRITING. Ok! Ternyata gue berjodoh ma buku ini. Meskipun ada sedikit anccident di Gramed yang lumayan bikin jantung gue BOOM!, akhirnya gue bisa beli juga. Horeeee.!!!

So far, MIND WRITING tepat banget buat gue yang seorang amatiran.
Di cover depannya ada tulisan yang berbunyi..


"Memotivasi seseorang untuk menulis lebih penting daripada belajar teori bahasa.."


Huwoow..! Keren!

Gue banyak mendapatkan pelajaran mengenai dunia kepenulisan. Awal gue baca, gue sempat deg-degan juga. Tapi menurut gue buku ini emang bagus. Gue jadi lebih termotivasi untuk menciptakan suatu karya. Ok, gue mau kasih tahu beberapa ilmu yang telah gue dapat dari buku ini.

Sabtu, 22 Mei 2010

MUSER

MUSE berdiri pada tahun 1994 di Devon Inggris. (Wah.. gue baru lahir tuh). Gue sangat suka MUSE.. Itu satu-satunya band yang gue suka. Namanya aja MUSE, kalau di Bahasa Indonesia artinya merenung. Pas banget sama gue yang suka merenung. Hehehe.. Gilak deh! MUSE itu memang keren banget. Dari lagu-laguny aja udah beda dari yang lain. Gue suka gaya musik MUSE yang rock, pop, clasic. Gue paling suka musik clasicnya MUSE. Bisa bikin gue terbang melayang (akh lebay).. Liriknys juga, oh AWESOME!!. Menurut gue benar-benar mengandung makna. Bahasa yang digunakan juga tinggi dan dalemm. Biasanya mengenai kehidupan, perjuangan, pertentangan, etc. Tapi ada juga kok yang tentang percintaan.. Nah disinilah yang membuat gue tambah ngebet. Meski tentang percintaan, lagunya MUSE tetap dalemm dan engga cengeng. Musikny juga unik, rock clasic yang muanteeep banget….. The best lah pokokny… Hehehe

Oh iya… plus satu lagi yang bikin gue "Wow AMAZING!".

Yupz!! Personelnya keren-keren banget kan.??? Memang sih personel MUSE sekarang mungkin udah engga muda ABG lagi, tapi tetap keren ahh!

Gue salut sama Matthew James Bellamy (Cambridge, 9 Juni 1978), atau yang sering kita sapa Matt sang vokalis. Matt multi talent banget. Dari pencipta lagu, vokalis, gitaris, pianis sampai komposer juga. Beeuuuuh.. Hebat lah!!! Padahal setahu gue, Matt adalah anak broken home. Sejak kecil Matt tinggal dengan neneknya. Neneknya lah yang mengajarkan Matt bermain piano. Baru saat berusia 14 tahun, Matt belajar bermain gitar. Selanjutnya Matt bergabung dengan Dominic diusia 16 tahun. Akhirnya bisa sukses deh!!!! Jhahaha

Terus Dominic Howard (Stockport, 7 Desember 1977), di MUSE dia sebagai drummer. Wuiiih.. Dominic keren banget saat bermain drum. Dominic mulai bermain drum di usia 12 tahun. Tabuhan drum Dominic kalau diperhatikan sangat unik. Yaiyalah.. Dominic kan drummer berkaki kidal.. Wah..wah.. Nilai plus!

Dan satu lagi personel MUSE, Chris Wolstenholme sang bassis (Rotherham, 2 Desember 1978). Chris personel MUSE yang terakhir. Sebelumnya Chris adalah seorang drummer. Awalnya juga Chris menolak ajakan Matt dan Dominic untuk bergabung dengan MUSE. Mm.. menurut gue sih udah takdir, Chris juga bakal ikut andil di kancah musik internasional bersama Matt dan Dominic. So, Chris yang tadinya menolak akhirnya menerima ajakan bergabung dengan MUSE. Sejak saat itu Chris mendalami gitar bass. Chris juga berperan sebagai keyboardist dan backing vocal. Oh iya.. Gue suka banget dengan petikan bassnya Chris pada lagu Unnatural Selection.

Ok! Karena gue seorang MUSER, gua beranggapan semua personel MUSE keren. Ketiganya juga yang sudah bikin heboh jagad musik dunia (huwaalah). Belum lagi aksi panggungnya MUSE yang benar-benar gilak! Bisa bikin mata kita melotot, hehehe..
Siip lah buat MUSE..!!


Album yang udah diluncurkan MUSE:
Showbiz 1999
Origin Of Symmetry 2001
Hullabaloo Soundtrack 2002
Absolution 2003
Black Holes And Revelations 2006
HAARP 2008
The Resistance 2009

Guys! Berikut ini adalah lagu-lagu MUSE yang ada di playlist gue:

Butterflies And Hurricanes, Endlessly, New Born, Bliss, Escape, City Of Delusion, Darkshines, Muscle Museum , Stockholm Syndrome, Map Of The problematique, Apocalypse Please, Knights Of Cydonia, Plug In Baby, Megalomania , Supermassive Blackhole, Space Dementia, Time Is Running Out, Thoughts Of A Dying Atheist, Resistance, United State Of Eurasia, MK Ultra, Uprising, Exogenesis, Unnatural Selection, Undisclosed Desires, I Belong to You

dan masih buanyak lagiii..! Engga bisa tulis semua :)

Buat kalian yang juga suka MUSE
Salam Muser..!!!

Jumat, 21 Mei 2010

Red is si Meraaah

Gue suka banget sama warna merah, sejak gue SMP. Padahal waktu kecil gue kontra banget, tapi ko sekarang jadi suka ea...????!

Yups...!!!! Gue ngrasa berjodoh sama merah. Gue suka nonton Detective Conan, dan warna kesukaan Shinichi Kudo juga meraah, haha. Tanpa gue sadari, ternyata banyak barang-barang gue yang warnanya merah.. minimal ada warna atau corak merahnya. Benar-benar engga gue sengaja >>>
Sepeda Ponix, Jacket, tas, celengan, seprei, selimut, sendal, handphone, flashdisk, kunci, Al-Quran, handuk, kimpul, jepit rambut, mainan, baju, dompet, bla, bli, blu, duerrrrh!!!

Guys, masih banyak lagi benda-benda gue yang berwarna merah. Saking banyaknya, gue engga bisa ceritain semua. So, gue cuma cerita tentang benda-benda merah gue yang, benar-benar punya kisah tersendiri dengan gue.

Celengan pinguin. Celengan ini dibeliin sama ortu, waktu itu gue sama ortu lagi jalan-jalan ke supermarket. Trus gue kepikiran mau nabung (wangsit mendadak). So, gue minta ke ortu buat beli celengan. Awalnya ortu gak setuju.

"Ahh, eneng beliin celengan buat apa? Kaya anak kecil aja."

Tapi gue engga nyerah mengeluarkan jurus bla.bla.bla ngerayu ortu. Final, gue menang... gue ke tempat celengan, and ternyata model clengannya cuma satu, Si Pinguin Merah. Mm... ya sudahlah... Dengannya, sampai saat ini gue memupuk harta yang pasti bakal gue butuhin suatu saat nanti.

Seprei Strawberry. Gue dapat dari ibu gue, awalnya gue engga suka coz menurut gue terlalu feminim dengan warnanya yang merah beradu putih, ditambah motifnya yang buah strawberry, deuuh..! Sedangkan, gue lebih suka motif kartun. Tapi sekrang malah jadi seprei favorit gue. Gue merasa jadi lebih rapih kalau pake seprei itu coz ukurannya pas banget sama tempat tidur.

Handphone. Gue pertama punya HP waktu kelas 6 SD. Haha... gaya banget ya?, tapi HP gue juga jadul ga kebayang. Cuma bertahan beberapa bulan aja. So, HP gue dilelang. Akhirnya gue bertekad nabung untuk beli HP lagi. Setelah tiga tahun baru kesampaian. Selama tiga tahun gue bela-belain engga jajan. Gue beli HP dengan uang hasil tabungan sendiri. Bangga. Gue beli HP tipe Sony Ericsson Z530i. Gue seneng banget. Yaaaah, emang engga jodoh karena warnanya yang silver (asumsi yang tak masuk akal), rumah gue kecolongan maling dan HP gue diembat. Aaaaaargh!! Gue sangat-sangat tidak ikhlas!! Baru aja dua minggu, pengorbanan gue selama tiga tahun musnah. Sial lo maling! Awas ja ya! Gue engga ikhlas!!!

Sempat terpuruk, gue pun cari hiburan dengan pinjem berjibun-jibun komik. Setiap pulang sekolah gue baca komik. Sebelum tidur gue baca komik. Nonton TV sambil baca komik. Sore-sore baca komik. Mau makan baca komik. Mau mandi baca komik. Di sekolah baca komik juga, Hehehe... Gue udah kaya jadi mahasiswi KOMIKOLOGI aja.

(KOMIKOLOGI, cabang ilmu yang mempelajari khusus mengenai seluk-beluk komik)

Rupanya karena kebiasaan gue yang selalu sarapan komik, ortu gue malah jadi was-was.

"Wah, enengnya masih SHOCK Bu!!" Asumsi bapak gue yang over.

Gue cuma bisa bilang "Hah? Apaan sih?". Ok! Gue jadi risih sendiri.
Tapi gue bersyukur juga, gara-gara itu bapak gue ngebeliin gue HP baru, Sony Ericsson K610i warna meraaah, haha. Gue manggilnya Si Merah (Gilaak dah! HP aja dikasih nama). Gue sayang banget sama si Merah tapi gue juga kadang jengkel banget. Usia si Merah yang udah hampir empat tahun ini, mulai sakit-sakitan. Kadang mati sendiri, baterainya yang sering lowbatt, sering kena virus, ampe si Meraah ini susah banget kalau dipasangin headset. Gue dan si Merah udah sering berpetualang. Sahabat, gue menganggap si Merah shabat gue. Gue juga akan terus mempertahankan si Merah, gue engga mau ganti-ganti HP. OK si Merah!! FIGHTING!!

Guys, seperti yang tadi gue bilang, engga bisa cerita semua, jadi mungkin segitu aja yang dapat gue ceritain tentang

Meraah..!!

Untuk yang lainnya gue usahain akan upload gambar-gambarnya aja. Ups! Ada yang ketinggalan guys, haha Flashdisk gue warnanya meraah juga. Untuk kisah tentang flash baca, Give Thanks to God.



So, mm.. meraah is my luck
Salam Meraah

Selasa, 18 Mei 2010

Writing... Writing... Writing...

Gue seorang cewe yang engga suka dengan hal yang berhura-hura. Di sekolah, di rumah, di mana aja, gue lebih suka ketenangan dan kesunyian. Banyak yang bilang kalau gue itu pendiam. Gue sendiri merasa enggak. Emang, gue engga suka banyk bicara, dan andaikan gue banyak bicara dengan seseorang, itu berarti gue merasa nyaman dengan orang itu. Masalahnya engga banyak orang yang bisa membuat gue nyaman, So begitulah gue dicap pendiam.

Engga tahu kenapa, sekarang ini gue hobi banget berimajinasi. Imajinasi itu, suka gue tulis sndiri. Akhirnya jadilah, selain berimajinasi gue juga hobi menulis. Menulis apa aja. Dari perasaan gue sendiri, kesenangan gw, curhatan-curhatan gw tentang Pena, imajinasi-imajinasi yg ada di kepala gue, sampai unek-unek gw tentang *(baca: Give Thanks to God). Gue berusaha untuk mengungkapkan itu semua dengan tulisan.

Salah satu hal yang membuat gue kegambringan menulis yaitu, novel. Gue suka banget novelnya Ilana Tan "Summer In Seoul". Novel itu bikin jantung gue dag-dig-dug SPUDAW!!! Sampai akhirnya gue selesai baca, dan gue langsung berdecak, wow! AWESOME.!! Gue jadi suka baca novel. Tapi engga sembarangan novel yang gue baca. Gue paling engga suka sama novel teenlit, coz menurut gue ceritanya monoton dan benar-benar bikin boring.

Sebenarnya novel pertama yang gue suka yaitu "AI" karya Winna Efendi. Sedangkan "Summer In Seoul" itu novel yang paling gue suka. Gue jadi mulai suka baca novel. Dari hobi baca itu, muncul keinginan gue untuk menulis cerita. Intinya gue juga ingin menciptakan bacaan, bukan cuma baca. Nah, dari situlah gue suka brimajinasi dan imajinasi itu gue tulis jadi cerita.




Belum banyak cerita yang gue tulis. Gue juga masih dibilang pemula *amatiran. Sejauh ini gue cuma corat-coret di buku tulis. Apa pun yang ada di kepala gue. Permasalahan muncul, pasalny mood gue kadang naik kadang juga turun lamaaaaaa banget. Kalau mood gue udah turun, gue bena-benar engga bisa menulis. Hasrat gue untuk menulis serasa hilang. Dan memang, inspirasi itu datangny engga diduga-duga. Pernah suatu malam gue insomnia sampai jam 12 malam. Eh engga tahu kenapa, tiba-tiba ada yang masuk ke otak gue *inspirasi. Otak gue seperti memerintah diri gue untuk menyiapkan buku tulis plus pensil. Jadilah gue menulis berba.. bi.. bu.. bla ria!! di tengah malam begitu... Alhasil, gue menulis puisi dan crita yang memang sedikit gaje and jayus, but it's ok!!

Selain itu, tulisan yang gue tulis juga msih belum terarah(menurut gue). Pasalnya gue menulis apa pun yang mau gue tulis. Gue engga menulis yang diperintahkan orang lain. Misal tugas sekolah B.Indonesia, menulis paragraf argumentasi lah, persuasi lah, apa lah, ini lah, itu lah, menulis cerita yang temany di tentuin lah. AAaahhh.. malah bkin gw bingung!!? Tapi bukan berarti gue menyerah. gue berusaha semaximal mungkin untuk mengerjakannya. Hanya saja, walaupun gue selalu dapat nilai yang bagus dari mengerjakan tugas-tugas tadi, gue engga merasakan kenikmatan saat gue menulis.

Menulis, setiap hari jemari gue merasa gerah kalau belum menulis. Gue merasa udah menyia-nyiakan waktu. Saat ini gue sedang proses menulis cerita, tapi belum kela-kelar juga. Setiap hari gue susah banget mencari waktu yang pas buat melanjutkan cerita yang gue tulis. Jadwal gue yang memang padat karena sekolah. Gue selalu pulang sore untuk menyelesaikan tugas-tugas di sekolah. Kalau malam gue di rumah, tapi beuuuuuh.. mata gue udah 5 watt. Belum lagi suasana rumah yang RIBUT and RIBET. Kakak gue yang sering banget mengganggu. Selain itu juga engga mau ngalah, bikin gue naik darah *emosi, gara-gara rebutan komputer. Akhirnya malah saling adu bahasa planet.

Hah!!! Lega gue bisa menulis tenang kaya gini. Coba serin-sering suasana kaya gini di rumah, gue jadi lebih konsen menulis.

Balik lagi ke tulis-menulis.

OK, gue sedang proses menulis cerita. Ceritanya udah gue posting dengan judul "My Teddy Bear in Roma". Engga tahu deh, gue ngasal nentuin judul. Cerita itu berawal dari kesukaan gue pada negara Italia. So, gue jadi membayangkan crita dengan latar Italia. Gua juga jadi rajin cari tahu tentang seluk-beluk Italia buat cerita gue. Ya, doa'in aja gue bisa menyelesaikan ceritanya dalam waktu dekat. Amiiin...

Gue berusaha, setiap hari gue menyempatkan menulis. Meskipun lagi engga ada inspirasi untuk menulis cerita. Gue usahakan untuk tetap menulis. Yup!!! Menulis diary.. Tapi sekarang gue udah jarang melakukan itu. Gue lebih suka menulis di blog atau tumblr. Tentang kejadia-kejadian yang menimpa gue, perasaan *curhat gw or everything. Gue sengaja karena kalau udah lama engga menulis, so engga mudah untuk memulainya lagi. Selain itu juga, dengan menulis diary atau *curhat, menurut gue itu bisa menjaga, melatih dan mengembangkan kreativitas menulis, sehingga kita bisa menciptakan kary-karya yang baik tentunya.

"My Teddy Bear In Roma", sebelumnya gue pernah menulis, "Jorendra Herfian Veolina Sereffa". Menurut gue sendiri, itu bukan cerita. Sebenarnya itu ungkapan prasaan gue. Mangkanya sampai sekarang cerita itu engga berlanjut. Seperti yang tadi gue bilang, *menulis diary or curhat. Kita engga usah takut untuk menulis curhat, yang sebagian besar orang khawatir nantinya diketahui orang lain. Kita bisa menuliskannya dengan aksen lain. Kita tulis curhatan kita menjadi crita. Tentu saja kita harus pintar-pintar memoles ceritanya supaya engga diketahui orang lain atau setidaknya orang lain engga sadar kalau itu curhatan kita.

Dan tulisan gue lain-lainny selain "Pena dan Pensil" yaitu "Berawal Dari Teng.. Teng.. Teng.. Gedubrak…!!!" Nah, itu cerita gaje yang datang tiba-tiba disaat gue engga bisa tidur. Benar-benar gaje dan jayus!! Untuk puisinya, Mm... gue belum bisa posting, karena menurut gue masih rancau.

Yaudah deh... Gue memang masih amatiran, Mm... Nessun problema!!

Ok! Tetap semangat!!

FIGHTING..!!!

Give Thanks to God

Gue benar-benar dapat ujian dan cobaan di Smanda. Dari awal gue udah frustasi dan depressi. Gimana jadinya gue yang hanya alumni SMPN 2 Cirebon (Spenda), bakal beradu otak dengan anak-anak X.1 di SMAN 2 Cirebon yang merupakan salah satu SMA bonafit di Cirebon. Gue engga bisa ngebayang gimana jadinya. Udah pasti gue engga bisa santai damai kaya di Spenda dulu. Apalagi dengan predikat Smanda yang RSBI, gue harus siap dengan capek pulang sore, belum lagi tugas yang segunung. Mungkin gue engga punya banyak waktu senggang kaya dulu lagi. Tapi sesungguhnya, jauh dari itu, pikiran yang pertama-tama terbesit di kepala gue yaitu, "Gue berasa seperti orang bodoh".

Baru aja beberapa minggu di Smanda, gue udah kena masalah. Gue kena razia. Novel gue, yang udah gue beli dengan susah payah, malah di razia sama anak DK.

"Engga usah bawa-bawa yang engga ada sangkut-pautnya sama pelajaran!"
Gue bengong kecuali Jantung gue yang malah merinding disko.
Paling bikin gue panas, novel itu baru gue beli sebulan yang lalu dan gue udah mengidam-idamkan novel itu sejak lama. Padahal gue engga pernah bawa novel atau komik sebelumnya. It’s the first time! Juga gue bawa karena ada temen gue yang mau pinjem. Tapi keberuntungan memang engga mihak gue. Gue hanya bisa berusaha ikhlas, semoga gue benar-benar ikhlas!


SMAN 2 Cirebon

Dalam pelajaran, engga tahu kenapa gue agak susah konsentrasi. Serasa Otak gue blank. Kalau di kelas gue merasa ngantuk banget. Sangat tidak konsen. Lalu apa yang gue lakuin? Nyontek? Gue dari dulu emang engga ahli dan bodoh dalam hal contek-menyontek. Dalam hal nyontek aja payah apalagi pelajaran???! OMG.. Semoga tidak!

KIMIA, pelajaran yang paling tidak bersahabat. Sepertinya gue belum bisa beradaptasi dengan normal di pelajaran Kimia. Gue kaget sama pelajaran Kimia di SMA, pasalnya waktu SMP materi Kimia itu gampang. Cuma beberapa Teori Atom, Unsur-unsur KIMIA, Zat Adiktif dan Zat Aditif, Zat Kimia Dalam Rumah Tangga, Asam dan Basa dll. Mm.. pokoknya menurut gue waktu SMP tuh pelajaran kimia gampang. Eh sekarang pas SMA, kepala gue udah jungkir balik ngeliat Tabel Periodik. Apalagi disuruh ngerjain soal Redox sama Stokiometri. Hualaaah.. gue bisa benar-benar componk kalau ulangan kimia.

Gue perlu waktu yang cukup lama hanya untuk nyalin pekerjaan LKS. Malahan gue dapat angka planet Bumi di LKS sejarah, ya Tuhan!!! Kenapa? Padahal gue udah mengisi soal essaynya, tapi kenapa yang dikoreksi malah soal PG yang belum gue isi??.. Itulah bodohnya gue. Teman gue juga sebenarnya banyak yang belum ngerjain LKS sejarah, tapi tangan mereka sama tangan gue tuh beda sih, mereka langsung nyalin isian PG dan essay dalam sekejap!!! Sedangkan gue malah ngisi essaynya dulu, alon-alon kaya putri keraton! Jadilah gue mencetak rekor di kelas… Aaaargh!!! Gue jadi sebel sendiri sama guru sejarah… Sebel.! Sebel!!! Enggak fear!! Masa yang dikoreksi PGny doang? essay enggak! Padahal temen gue banyak yang soal essayny masih suci, kinclong!!!! Tapi emang kayanya gue benar-benar engga beruntung!!! Gw hanya berharap bisa naik kelas nantinya.

Seputar pelajaran. Gue engga nyangka di semester 1 dapat ranking 9. Hah? Terimakasih Tuhan. Seperti yang tadi gue bilang, gue merasa bodoh! Teman-teman gue di kelas semua pada ikut les. Bahkan sampai malam les kimia, matematika, fisika dan pelajaran eksak lainnya. Wajar aja sih les sampai malam, secara Smanda pulangnya sore. Jadi punya waktu kapan lagi buat ikut les kalau bukan malam. Nah, ketidakwajaran ada di diri gue. Sangat berbanding terbalik dengan teman gue yang notabenen ikut les. Minimal les bahasa Inggris. Tapi gue, engga ikut les apapun sama sekali. Itu juga sih yang bikin gue merasa bodoh. Gue paling pengangguran di kelas. Orang tua gue sepertinya engga begitu tertarik dengan les. 'Kalau bisa otodidak, kenapa enggak?'. Dari kakak gue ampe gue aja, paling banter ikut bimbel itu juga kalau mau ujian.


Pusat Perhatian (x.1) 2009-2010 Smanda Cirebon

Ok. gue udah mulai bisa beradabtasi. Beruntungkah? Mimpi kalee..! Trouble is come back!! Gue kena razia untuk yg kedua kalinya, Oh tidaaak!!!!

Yup! Gue kena razia lagi, dan yang ini lebih parah. Jantung gue lagi-lagi merinding disko ketika flashdisk gue engga dikembaliin sama anak DK. Ya ampuun! Gue kenapa lagi? Bosen gue urusan sama DK. Tapi kali ini takdir gue emang harus berurusan lagi sama DK, bahkan sama ortu, wali kelas, guru BP dan yang terparah KEPSEK… Beuuuuh..!!!!!!

"Kalau ada benda kalian yang ditahan, itu berarti benda kalian bermasalah", kata salah satu anak DK.

Untungnya ada anak DK yang, mm.. lumayan baik. Dia ngasih tahu gue kenapa flashdisk gue diambil, dan alhasil… Gue udah benar-benar merasa melayang!! Badan gue lemas..

“Di flashdisk kamu ada video isinya film yang banyak adegan-adegan porno.”
Apa? Film? Porno? Ya Tuhan! Jangan lagi… Enggak! Gue engga pernah tahu ada yang begituan di flash gue! Gue bersih!!!

“Jangan takut dulu de, enggak, porno sii.. cuma vulgar.”
Yaaaaah.. sama aja mbak!!?? Bakalan tetap bikin gue ribet !!!

Di kelas, gue engga bisa nahan lagi. Mata gue udah panas serasa air mata gue meluap.
Hiks.. Hiks.. Gue nangis.

Gue harus gimana? Ternyata di flash gue ada film “Gossip Girl” dari teman gue setahun yang lalu.. Gue merasa benar-benar bodoh dan tolol. Kenapa? Padahal gue belum pernah nonton film itu sama sekali, gue seperti jatuh di kubangan lumpur yang engga gue gali. Gue cuma kena getahnya!!!

GAK ADIL!!! Gue teriak dalam hati. Gue cuma suka nonton kartun, boro-boro nonton film barat yang begituan. Bahkan pacaran aja gue engga. Tapi kenapa gue langsung dihujat saperti itu? Nama baik gue rusak!!

ORANG TUA. Apa yang mesti gue bilang ke ortu?

“Udah Nis, relain aja flash lo. Dari pada ortu lo marah.” Kata teman gue.
Gue juga sempat kepikiran, tapi apa semuany bakal selesai kalau gue nglakuin tindakan itu? Oke, gue bisa aman dari ortu, tapi gimana dengan sekolah? Apa gue bakal aman dari sekolah? Gimana kalau sekolah yang manggil ortu? Ini bakal lebih gawat.

Dengan ragu-ragu, gue akhirnya bilang ke ortu.
“Bu, kayanya eneng bakalan di skorsing deh.." Gue diam sejenak menarik nafas, "Flash Eneng dirazia.”
Ya Tuhan! Gimana reaksi ibu gue? Gue udah nyiapin mental kalau-kalau ortu marah.

“Dirazia lagi? Ah Eneng mah bikin masalah aja. Kenapa sih? Ya sudah, nanti besok flashnya diambil sama bapa aja."

Hening……

Hah? Udah? Segitu doang? ALLHAMDULILLAH… kalau aja waktu itu engga ada siapa-siapa, kayanya gue udah sujud syukur. Ortu gue engga semarah yang gue bayangkan. Eh.. Tapi malah kakak-kakak gue yang nyerocos udah kaya mercon…

“Bego!! Hari gini masih aja kena razia. Engga pinter-pinter. Flashdisk yang kecil gitu aja ampe kena razia. Payah!”
Untungnyan gue engga perlu nyumpel mulut mereka, karena gue sendiri udah kebal dihujat sama kakak gue.

Ya. Gue bersyukur reaksi ortu kayanya biasa aja sama kasus gue di skolah. Tapi gue mulai deg-degan lagi bagaimana dengan besok? Ortu gue bakal datang ke sekolah. Gue harus siap mental!!!

Besoknya di sekolah gue dipanggil BP. Di BP udah ada ortu gue, anak DK, guru BP dan kepsek..
“Nisa ibu mau tahu ceritanya, kenapa ini bisa ada sama kamu?”

Gue tarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya gue nyerocos argument. Bla bla bla..
Tapi emang guru BP engga mau ngalah dan terus mengintrogasi. Gue pun dihujat dengan segudang pertanyaan. Tapi gue juga berusaha agar tetap berbla.. bla.. bla.. ria untuk membela posisi gue sendiri. Meja hijau di sekolah! Pikir gue. Gue duduk di samping ortu. Di depan gue ada anak DK, guru BP dan Kepsek yang sorot matanya benar-benar bikin gue merinding. Sedangkan, ortu cuma manggut-manggut mendengar omongan guru BP. Akhirnya guru BP nasehatin gue.. Gue juga jadi ikutan manggut-manggut. Final, flashdisk gue dikembalikan..

Hah!! Akhirnya selesai juga. Gue sedikit lega. Gue berjalan kembali ke kelas.

Ternyata di kelas, gue belum benar-benar lega. Wali kelas gue masuk, wajahnya penuh dengan kekecewaan. Gue merasa malu dan bersalah karena udah merusak nama baik kelas. Wali kelas gue akhirnya angkat bicara dan meluapkan kekecewaannya pada anak sekelas. Wali kelas gue juga nyindir-nyindir gue. Beuuuh, hati gue seperti teriris, SAKIT! Tapi gue sadar dan mencoba mengerti, wali kelas gue bicara seperti itu karena beliau sayang dengan anak-anak didiknya.

SANKSI..!!!! Sanksi apa yang bakal gue terima? SKORSING??!

Baru kali ini lah gue merasa beruntung. Gue engga kena sanksi apa-apa, cuma peringatan dan membuat surat pernyataan. Setelah gue tanya ke BP, ternyata kesalahan gue cuma nyimpan dan engga mengkonsumsi atau menyebarluaskan, jadi gue engga diskorsing. Haaaaaah! Gue baru benar-benar bisa bernafas lega sekarang..


Gajebo Smanda

Yaaaah… Begitulah perjalanan gue di Smanda sampai sekarang ini. Semoga gue bisa mengambil banyak pelajaran dari kejadian-kejadian yang menimpa gue. Selain itu gue juga berharap, gue engga hanya merasakan pahitnya Smanda, tapi juga manisnya Smanda..

So, I just can say…..

thanks to ALLAH…. :D

Minggu, 16 Mei 2010

About Pena

Aku sepertinya sering banget ngepost tentang "Pena dan Pensil". Itu suatu ungkapan aku pada seseorang.
Pena adalah orang pertama yang bisa mengisi hatiku. Sory sebelumnya karena aku ga bisa nyebut nama, so kita panggil ja "dia". Dia, aku bertemu dengan dia kira-kira 4 tahun yang lalu. Udah cukup lama memang. Tapi itu belum cukup lama untuk menghapus smua cerita dia dari diaryku atau bahkan hatiku.

Aku suka dia. Aku sering bareng sama dia. Sampai sekarang juga mungkin aku masih bersama dia. Tapi kebersamaan itu engga berarti apa-apa bagiku. Dia yang udah membuat aku termotivasi. Namun sama sekali engga merubah keadaan. Engga bisa dipungkiri memang, Pena tuh berbeda dengan Pensil. Sampai saat ini aku merasa engga bisa ngimbangin dia dengan motivasiku lagi. Aku pun jatuh.

Meskipun Pena dan pensil sering bersama, tapi Pena dan pensil engga bisa saling bantu. Pena dan Pensil engga saling membutuhkan. Pena dan Pensil saling mengganti, bukan saling melengkapi. Pena dan pensil masing-masing membutuhkan sosok lain.

Begitu juga dengan aku dan dia. Di saat aku rapuh, dia engga bisa berbuat apa-apa untk aku. Aku juga engga bisa berbuat apa-apa untuk dia. Aku lebih membutuhkan orang tua atau teman-teman aku untuk berkeluh kesah, untuk berbagi kerapuhan, untuk memberiku semangat dan dukungan. Mungkin Dia juga begitu. Dia engga butuh aku.

Kini dia sudah terlampau jauh, sepertinya aku udah engga sanggup lagi. Aku dan dia mempunyai tujuan dan cita-cita yang sama. Tujuan itu awal dari kisahku, dan sekarang aku udah engga sanggup mengejar lagi. Sedangkan dia terus berlari meraih. Hatiku berat untuk melepas, tapi memang kemampuan yang aku miliki engga sepadan dengan apa yang aku inginkan. Ya! mungkin itu bukan keberuntunganku.

Aku berharap semoga dia berhasil meraih semuanya, meraih tujuannya, mimpinya dan mimpiku.
Dan setelah itu, aku ingin dia kembali.

Kamis, 13 Mei 2010

Che Bella....


huoooh...! I hope, I can go to Italy, find a lot of spectacular places and artistic buildings
Che Bella.....

Minggu, 02 Mei 2010

My Teddy Bear in Roma

Prolog

Torino Italy

Langkah kaki kecil menerbangkan segerombolan burung gereja. Tak peduli, rerumputanpun ikut bergoyang. Dikejauhan, nampak seorang gadis kecil yang berlari entah kemana. Gadis kecil itu, raut wajahnya mengisyaratkan kekecewaan. Seperti hendak melarikan diri. Kepalanya penuh dengan hal-hal yang seharusnya tidak ada. Sambil berlaripun, ia seakan-akan memasuki alam pikirannya. Tak peduli apapun yang ada di sekelilingnya. Tiba-tiba saja ,

DUK!

Gadis kecil itu terjatuh. Wajahnya tepat menyantuh tanah. Ia berusaha bangkit sebelum akhirnya ia meringis. Ternyata kakinya terluka. Raut wajah kekecewaan berubah menjadi kesakitan. Gadis kecil itu tidak dapat menahan lagi. Air mata yang sejak awal meluap, kini bergulir perlahan dari matanya.

“Hiks..Hiks..” Gadis kecil itu menangis. Tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Tertahan di tengah hamparan rumput yang sedari tadi bergoyang.

“Stupidi, setiap kali aku bertemu denganmu, kau selalu menangis.” Gadis itu sempat tersentak. Namun tangisnya tak berhenti. Gadis kecil itu tidak menghiraukan seorang anak laki-laki yang kini menghampirinya.

“Hei, sudah! jangan menangis. Lihat kakimu terluka. aspetta un attimo.” Anak laki-laki itu mengeluarkan sebuah saputangan biru muda dari dalam saku jaketnya. Ia membersihkan dan menutup luka gadis kecil itu dengan saputanagnnya.

Si gadis kecil hanya bisa terdiam. Ia menatap anak laki-laki yang ada di hadapannya. Sesaat ia tak lagi menangis.
“Nah, begini lebih baik. Ayo kita pulang. Naiklah kepunggungku. Kau pasti tidak bisa berjalan.”

Gadis kecil itu merasa ragu, namun ia tidak punya pilihan. Akhirnya ia menurut. Anak laki-laki itu pulang dengan menggendong dirinya. Kini gadis kecil itu merasa hangat. Seakan-akan rasa sakitnya telah hilang. Iapun tersenyum.

“Grazie. Kau telah menolongku. Mi chiamo Sisil.” Anak laki-laki itu tidak membalas. Seakan-akan menganggap perkataan Sisil angin lalu. “Come si chiama? Kau yang waktu itu mengejekku bukan?”

Anak laki-laki itu tidak menyangka Sisil langsung bertanya seperti itu. “Ah, benar. Kau masih ingat rupanya. Mi chiamo Fah….”, anak laki-laki itu menahan perkataannya. Ia berpikir sejenak.

“perché? Come si chiama?” Sisil mengulang pertanyaannya
“Oh yeah, non importa. Panggil saja aku Delva. Ya, Delva.”
“Mm.. Baiklah. Del-va. Piacere a conoscerti”

Minggu, 25 April 2010

Pencil's Song

So I'll let you go
I'll set you free
And when you see what you need to see
When you find you
Come back to me

And I hope you find everything that you need
I'll be right here waiting to see
You find you come back to me

(David Cook Come Back to Me)


"Jika kamu telah berhasil menggapai apa yang kamu cita-citakan, maka kembalilah padaku dan akupun akan kembali padamu"

:Pencil

Senin, 22 Maret 2010

Story of Pencil

Ceritaku memang tak cukup berarti… dan, ya sudahlah.. aku terlalau takut untuk mengungkapnya.. entah sampai kapan aku bisa menyimpan ini semua… akan selalu kusimpan ceritaku dalam “Pena dan Pensil”. Ya, itulah ceritaku… cerita tentangku… aku berharap ceritaku akan terus berlanjut… menjadi kisah yang mungkin hanya tersurat dalam “Pena dan Pensil”…..

"Pena" by Pencil

Pensil tetap seperti yang dulu, hanya saja sedikit lebih rapuh
walaupun pensil masih tetap bersama pena

Kini pena telah menemukan sehelai kertas

kertas yang lembut namun tak rapuh

dengan pena seakan-akan menciptakan goresan-goresan bermakna

Minggu, 14 Maret 2010

Pena dan Pensil

Ini adalah sebuah kisah
Kisah sederhana dari sesuatu yang biasa


Pena dan Pensil
dua buah benda yang serupa

Pena dan Pensil
Memiliki banyak kesamaan

Pena dan Pensil
Selalu didapati bersama

Pena dan Pensil
Digunakan dalam hal yang sama

Pena dan Pensil
Juga mempunyai tujuan yang sama


Namun,
Dibalik itu semua...........


Pena dan Pensil
Terselip kepahitan di dalam kisahnya

Pena dan Pensil
Tidak akan pernah bisa bersatu

Pena dan Pensil
Bukan untuk saling melengkapi tapi saling mengganti

Pena dan Pensil
Tidak bisa terus bersama

Pensil akan rapuh dan bahkan habis
tidak sekokoh Pena yang tetap bertahan dalam kesulitan
bahkan disaat-saat terakhirnya
masih bisa memperlihatkan sosok yang tegap

Pena dan Pensil
tidak bisa saling membantu

Pena dan Pensil
tidak saling membutuhkan

Pensil membutuhkan sosok lain saat melakukan kesalahan
saat tumpul dan rapuh
atau bahkan disaat patah, kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam dirinya

Dan Penapun demikian....


Pena dan Pensil
Sebuah kisah sederhana yang tak sempurna

Pena dan Pensil
Hanya cerita rapuh yang tersurat

Pena dan Pensil
Keinginan yang besar namun tak tercapai


Pena dan Pensil
Hanya bisa diungkapkan dalam goresan


Pena dan Pensil......

Pensil telah menulis sejarah kisahnya....

Sabtu, 13 Maret 2010

NIESSHA CHEPMUNK.. :D




Hahaha... sekedar mau ngenalin aja... my sweety CHEPMUNK....