.

.

.

.

.

.

.

.

Sabtu, 12 Juni 2010

MIND WRITING

Hellow hellow hellow..!! Haha akhirnya gue bisa lnjutin posting gue lagi. Yup!! gue masih punya utang tentang buku MIND WRITING. Nah sekarang, ini baru posting tentang MIND WRITING yang sesungguhnya. Eh, tapi gimana yaa..?? Guys, gue belum selesai baca MIND WRITING, udah hampir dua minggu lebih,(Gilee!! setebel apa sih bukunya?). Enggak, enggak tebel, biasa aja kok, standar suerr! (Lah sih? haha.. so busy right?) No, no, no!! Haaah... gue ketagihan main game tau!! So, gue lebih sering ngegame daripada baca. I'm a gamer, haha..(autis!!)

Ok! ngalor ngidul lagi tuh kan?! Kembali ke tema, MIND WRITING!! GUe baru baca dua bab. Parah! Kerjaan gue akhir-akhir ini ya ngegame. Mm.. ga apa-apa deh, gue akan tetap ngasih tau apa aja yang udah gue dapet dari MIND WRITING.

First, gunakan teori 5W+1H untuk mengembangkan tema tulisan kita. (ya. ya. udah pernah diajarin sama guru bahasa Indonesia)

Second, Saat kita menulis, jangan pedulikan Omongan "Otak Kritis".
Mm... Apa ya maksudnya?? Buat kalian yang masih merasa bingung dengan pernyataan diatas, gue akan menjelaskan. Hal pertama "Otak Kritis", guys, benar banget setiap gue menulis pasti otak kritis gue bicara, dan kadang-kadang gue justru terpengaruh dengan otak kritis gue. Hal inilah yang ternyata kurang baik. Ok, sebenarnya apa sih otak kritis itu? Otak kritis adalah dorongan yang timbul dari otak kita untuk memperbaiki atau mengoreksi tulisan yang sedang kita kerjakan. Nah, inilah yang sering membuat kita untuk ragu dalam menulis. Otak kita mempunyai nalar atas kesalahan-kesalahan yang mungkin kita lakukan. Saat kita menulis sering kali kita membaca ulang tulisan kita, memikirkan penggunaan kata atau kalimat yang efektif atau bahkan dapat membuat kita berfikir ulang atas tema yang kita buat. Ya! Trouble maker. Olehkarena itu, saat menulis kita harus melakukannya satu-parsatu agar kita bisa konsisten. Selesaikan dulu tulisan kita, setelah itu baru kita koreksi. Abaikanlah otak kritis kita sejenak. Karena sesungguhnya dialah yang sering menghambat ide-ide yang muncul. Otak memang penting, tapi ada kalanya bagi dia untuk mengkritisi tulisan kita dan juga untuk kita istirahatkan.

Hal-hal diatas sangat membantu gue dalam menulis. Ternyata benar banget tentang si otak kritis itu. Yup! Untuk sementara kita abaikan otak kritis kita.

Next. Guys, ternyata buku MIND WRITING ini engga hanya memberikan teori pada kita sang pembaca, tapi juga langsung dengan praktik. Istilah lainnya, "TASK"

(Hah? Tugas? Ya ampuuun!)
Haha.. mungkin ada dari kalian yang langsung berkata seperti itu. Kalau kita mendengar kata tugas, kita biasanya langsung malas. Tapi "TASK" yang ada di MIND WRITING ini beda loh. Malah bikin kita penasaran untuk melakukannya. Mm... emang TASK yang ada di MIND WRITING apa aja sih?? Sejauh ini gue baru dapat tiga TASK (Yaiyalah, baru juga baca dua bab). Ok, langsung aja pada TASK pertama..

Pertama-tama, Gue disuruh untuk menyiapkan dua lembar kertas kosong ukuran folio atau kwarto, pulpen untuk tanda tangan, dan jam atau stop wacth. Setelah itu baru pemberian tugas.

Tugas Pertama. Pegang pulpen menggunakan tangan kanan. Tataplah kertas, atur stop wacth dan mulailah menggoreskan tanda tangan. Penuhi lembar pertama dengan tanda tanagan SECEPAT-CEPATNYA! Setelah selesai, lihat waktu yang diperlukan.

Tugas Kedua. Pegang pulpen menggunakan tangan kiri. Tataplah kertas, atur stop wacth dan mulailah menggoreskan tanda tangan. Penuhi lembar pertama dengan tanda tangan SECEPAT-CEPATNYA! Selesai? Maka segeralah kita lihat waktunya.

(Mm... Bingung??? Sebenarnya untuk apa sih tugas-tigas sepeti itu?)
Pertanyaan bagus guys!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar