Hanya sesosok batu yang terkikis waktu
Diam, tak dipandang ataupun memandang
Paling dilihat lantas ditinggal
Bukan sosok yang benar-benar terbang
Bukan juga sosok yang tergila-gila akan kemerlip bintang
Bahkan jarang menyaksikan kunang-kunang
Terlalu kaku untuk bergerak
Terlalu bisu untuk berteriak
Muak tapi juga nikmat
Berhambur, menjadi satu dengan riak
Melalui satu alur menuju Utara
Tidak istimewa
Menanti perputaran cuaca
Menanti beruang besar menumpahkan air langit
Aroma kelabu bernaung dengan gema sendu
Tersenyum lantas berkata, "Betapa merdu!"
Dengan masih tetap terpejam
Tak peduli meski lampu-lampu berpendar menghias jalan
Terlalu sulit berada dalam keramaian
Terlalu enggan dengan suatu hubungan
Terlalu muak dengan perhatian
Dan terlalu benci dengan belas kasihan
(Sa)