.

.

.

.

.

.

.

.

Senin, 17 November 2014

Happy Birthday Resonansi!

Seiring dengan bergulirnya waktu.. banyak carita, canda, tawa, dan cinta yang menemani. 

Tepat setahun yang lalu, 17 November 2013 merupakan moment yang begitu berharga. Awal bagi sebuah impianku untuk menjadi nyata, dimana aku benar-benar berjuang, berlatih biola agar bisa ikut tampil bersama Resonansi. Ya, the first performance of Resonansi. Pertama kalinya tampil bermain biola di depan umum, sungguh tidak ku sangka ini akan benar-benar terjadi. Hal yang dulu hanya sebatas angan bagiku, akhirnya bisa menjadi nyata. 

Dan Canon in D adalah salah satu lagu favoritku. Walau bagaimanapun juga, lagu itu akan senantiasa  menjadi saksi sejarah tentang perjuangan dan pengorbanan kami, yang menciptakan kisah awal Resonansi. 


Resonansi. Terkadang rasanya masih tidak menyangka aku adalah benar bagian dari Resonansi. Kala itu Resonansi hanya lah segelintir orang yang memang memiliki passion dan kecintaan pada alat musik empat dawai ini. Dan kini Resonansi tidak hanya sebatas musik dan biola. Lebih dalam dan jauh dari itu, Resonansi adalah kebersamaan, kepedulian, kepercayaan, pertemanan, persahabatan, kekeluargaan, keseruan, kegajean, perjuangan, perjalanan, pengorbanan dan cinta. Resonansi sudah seperti takdir. Ya, takdir yang telah Tuhan gariskan untuk hadir dalam kehidupan ku. Dan betapa aku bersyukur akan hal itu.

Entah akan menghabiskan waktu berapa lama lagi hingga kami satu-persatu tumbuh. Pastinya Resonansi akan tetap menjadi bagian dalam kehidupanku. Ya aku percaya, karena 'kami' Resonansi, sosok-sosok satu frekuensi yang akan tetap saling beresonansi meski tanpa status 'Resonansi'.

I love Resonansi.
Terimakasih Tuhan. 


17 November 2013


17 November 2014


Karena ada cinta dalam setiap getaran dawainya - (Sa)