#numpang ngiklan
Hujan. Merdu. Sudah lama aku engga mendengar hujan. Sudah lama juga aku engga hujan-hujanan. Rindu. Pada alam yang sesungguhnya. Alam sahabat terbaik manusia. Alam yang selama ini menjadi sahabatku. Yang berada di dalam sini, di hati ini, duniaku, Senandung Hujan.
Seperti mati. Aku yang merindukan Senandung Hujan. Aku yang membutuhkan Senandung Hujan. Kini perasaan-perasaan itu entah lenyap, tak lagi aku rasakan. What's going on? Sedingin itukah aku? Sedatar itukah aku? Sebeku itukah aku?
Aku. Rupanya sosok ini masih tetap kaku. Bahkan lebih dari itu.
Horizontal!!
Seperti mati, dan kehilangan arti.
Malam ini aku mendengar hujan. Hujan yang asing. Hujan yang kehilangan senandung. Dan di sini aku merindukan sahabat terbaikku.
Aku membutuhkan Senandung Hujan, dunia kecilku dalam ruang.

(Sa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar